Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)

Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)
Bab 57 ( Pengakuan cinta Ahmad )


__ADS_3

Bela tertawa mendengar pertanyaan Kasih, karena selama ini Bela tidak pernah menyayangi Kasih.


"Kamu tau apa kesalahan kamu? kamu salah karena sudah terlahir ke Dunia ini, padahal aku tidak pernah menginginkan kehadiranmu. Kamu itu hanya Anak pembawa sial, kamu itu Anak haram hasil perselingkuhan dengan Mertuaku sendiri," teriak Bela, dan Kasih menangis serta menutup telinganya karena saat ini hatinya benar-benar merasa hancur berkeping-keping.


"Apa Anda sudah cukup menyakiti Anak kandung Anda sendiri?" tanya Ahmad yang baru saja tiba.


Setelah Shalat Subuh, Ahmad langsung bersiap untuk pulang ke Jakarta dengan menggunakan Helikopter, karena Ahmad yakin kalau Kasih sudah menyerah dengan rumah tangganya, sehingga Ahmad memutuskan untuk memperjuangkan cintanya.


Selama dua bulan ini, Ahmad tidak menghubungi Kasih karena sibuk mengajukan mutasi dinas ke Bogor, karena Ahmad sudah memutuskan untuk membangun tempat tinggal di dekat Panti Asuhan.


Ahmad mendekati Kasih, kemudian Ahmad membawa Kasih ke dalam pelukannya.


"Kasih, kamu jangan takut, meski pun seluruh Dunia tidak menginginkanmu, tapi aku akan selalu ada untukmu, aku mencintaimu karena Allah, dan aku akan menjagamu dengan segenap jiwa dan ragaku," ucap Ahmad, sehingga membuat Kasih merasa terkejut dengan pengakuan cinta Ahmad tersebut.


Bela bertepuk tangan mendengar perkataan Ahmad, karena Bela tidak tau siapa Ahmad sebenarnya.


"Kalian memang pasangan yang serasi, sama-sama tidak berguna," sindir Bela.


Bela memberikan kode kepada Anak buahnya supaya membawa Kasih, karena Bela akan mengambil ginjal Kasih untuk didonorkan kepadanya.


"Cepat kalian bawa Kasih, karena dia harus memberikan ginjalnya untukku !!" teriak Bela.


"Anda memang benar-benar manusia tidak punya hati," teriak Ahmad.


Sesaat kemudian, empat orang laki-laki dengan tubuh tinggi besar menghampiri Bela, dan mereka sudah mendekati Ahmad dan Kasih, karena akan membawa paksa Kasih, tapi Ahmad menghalanginya.


"Jika sampai kalian berani menyentuh Kasih, kalian akan berhadapan denganku !!" ancam Ahmad.


"Kalian tidak perlu mendengarkan dia, dia hanya lelaki tidak berguna yang hidup dari belas kasihan Kakak Angkatnya," ujar Bela.


"Saya atau Anda yang tidak berguna? Apa urat malu Anda sudah putus sehingga berniat mengambil ginjal dari Kasih? seharusnya Anda malu karena sejak Kasih lahir, Anda tidak pernah merawatnya, tapi sekarang Anda menginginkan ginjal Kasih," sindir Ahmad, sehingga membuat Bela semakin merasa geram.

__ADS_1


"Tutup mulut kamu, kamu tidak berhak menceramahiku !!"


"Jika itu sudah menyangkut Kasih, saya tidak akan tinggal diam, dan sebaiknya sekarang kalian menyerah sebelum timah panas ini menembus tubuh kalian," ujar Ahmad dengan menodongkan pistol, sehingga semuanya mundur dan gemetar ketakutan.


"Bos, dia ternyata Polisi, kami tidak bisa melawannya," ujar salah satu Anak buah Bela.


"Kalian itu pengecut, masa melawan satu orang saja kalian takut?"


Beberapa saat kemudian, Anak buah Ahmad berkumpul mengepung Bela dan Anak buahnya, karena sebelum datang ke Panti Asuhan, Ahmad sudah melakukan serah terima jabatan dengan Kapolres Bogor, jadi saat ini Ahmad sudah resmi menjadi Kapolres di Kota Bogor.


"Angkat tangan, kalian kami tangkap karena sudah berniat untuk melakukan penculikan," ujar salah satu Anak buah Ahmad.


Sebelum menghampiri Kasih dan Bela, Ahmad melihat Anak buah Bela yang berada tidak jauh dari posisi Bela dan Kasih, makanya Ahmad langsung menghubungi Kapolsek terdekat supaya segera datang ke TKP.


Bela dan Anak buahnya berhasil ditangkap dengan mudah tanpa melakukan perlawanan, karena saat ini mereka sudah tidak bisa melarikan diri lagi.


Setelah selesai melaksanakan tugas, Anak buah Ahmad langsung memberikan hormat kepada atasannya tersebut.


"Lapor Komandan, kami telah berhasil menangkap komplotan Preman yang selama ini sudah meresahkan warga," ujar Anak buah Ahmad.


Bela berteriak meminta tolong kepada Kasih, karena Bela tidak mau kembali masuk ke dalam penjara, apalagi dalam keadaan sakit.


"Kasih, tolong Mama Nak, kenapa kamu tega menjebloskan Ibu kandung kamu sendiri ke dalam penjara," teriak Bela.


"Apa saya tidak salah dengar? sekarang Anda memanggil diri Anda sebagai Ibu kandung saya? padahal tadi bibir Anda masih basah mengatakan kalau Anda tidak sudi mengakui Anak haram seperti saya sebagai Anak, bahkan Anda sudah berusaha untuk membunuh saya sejak dalam kandungan. Jadi, anggap saja Anak yang Anda lahirkan sudah mati, karena selamanya Kasih adalah Anak Ayah Ilham dan Bunda Cinta."


Bela terus saja mengumpat kesal kepada Kasih yang tidak mau membantunya, dan setelah Bela pergi, Kasih menjatuhkan tubuhnya di atas tanah.


"Aku kira seorang Ibu akan rela berkorban demi kebahagiaan Anaknya, tapi kenapa aku memiliki Ibu yang sangat jahat dan tidak menginginkan kehadiranku di Dunia ini," teriak Kasih dengan kembali menumpahkan tangisannya.


Ahmad begitu prihatin melihat Kasih, kemudian Ahmad duduk di samping Kasih dan kembali memeluknya.

__ADS_1


"Kasih, segala sesuatu di Dunia ini sudah diatur oleh Allah SWT. Mungkin Ibu kandung kamu tidak menginginkan kehadiran kamu di Dunia ini, tapi kamu harus ingat jika Bunda Cinta dan Ayah Ilham sangat menyayangi kamu seperti Anak kandung mereka sendiri. Seharusnya kamu bersyukur karena Allah SWT memberikan pengganti yang lebih baik dibandingkan dengan orangtua kandung kamu."


Kasih terlihat berpikir, karena perkataan Ahmad ada benarnya juga.


"Iya, Om Ahmad benar. Kasih seharusnya bersyukur. Meski pun Ibu kandung Kasih tidak menyayangi Kasih, tapi Kasih dibesarkan dengan penuh Kasih sayang oleh Bunda Cinta dan Ayah Ilham, dan Kasih mempunyai keluarga Pratama dan juga Om Ahmad yang menyayangi Kasih."


"Aku bukan hanya sekedar menyayangimu, tapi aku sangat mencintaimu Kasih," ucap Ahmad, dan jantung Kasih berdetak kencang ketika kembali mendengar pengakuan cinta Ahmad.


"Se_sejak kapan Om memiliki perasaan itu?" tanya Kasih dengan tergagap.


"Sudah sejak lama, jauh sebelum kamu dijodohkan dengan Rangga."


"Kenapa Om tidak pernah mengatakannya?"


"Jika dulu aku mengatakannya, apa kamu akan menerima cintaku?" tanya Ahmad, dan Kasih terlihat diam karena dirinya masih tidak percaya jika Ahmad memiliki perasaan cinta untuknya.


"Kasih, aku tau kalau sekarang ini kamu masih istrinya Rangga, tapi apa boleh aku mengharapkan cintamu?"


"Sebenarnya, Kasih sudah meminta cerai kepada Mas Rangga, dan semalam Mas Rangga sudah menjatuhkan talak kepada Kasih."


"Apa Rangga yang mengusir kamu, sehingga kamu memutuskan pergi ke Panti?"


"Tidak Om, bahkan tadinya Kasih akan pergi secara diam-diam setelah menulis surat untuk Dita. Tapi ternyata Mas Rangga memergoki Kasih, jadi Kasih mengajaknya untuk berbicara sebelum Kasih pergi."


"Kamu tidak berbohong kan? di kediaman Argadana tidak ada yang menyakiti kamu kan?" tanya Ahmad dengan membolak balikan tubuh Kasih, untuk memeriksa karena takut ada yang melukai Kasih.


"Om, Kasih baik-baik saja, justru Kasih pergi, karena Kasih hampir saja mencelakai Dita."


Kasih menceritakan semuanya kepada Ahmad, termasuk tentang dirinya yang sudah termakan oleh hasutan Bela.


"Om, Kasih benar-benar menyesal. Kenapa Kasih bisa mempunyai pikiran jahat seperti itu."

__ADS_1


"Kasih, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam kehidupannya, karena kita hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Alhamdulillah Kasih tidak sampai menyakiti Dita."


"Apa Om membenci Kasih?"


__ADS_2