Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)

Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)
Bab 56 ( Apa salah kasih? )


__ADS_3

Kasih sampai di Panti Asuhan pada pukul empat pagi, dan Ibu Panti sudah terlihat sibuk melakukan pekerjaan rumah.


"Assalamu'alaikum Bu," ucap Kasih saat melihat Ibu Panti sedang menjemur pakaian.


"Wa'alaikumsalam. Nak Kasih," jawab Ibu Panti yang merasa terkejut dengan kedatangan Kasih.


"Bu, maaf ya kalau Kasih subuh-subuh begini sudah mengganggu Ibu."


"Tidak sama sekali Nak, Ibu malah senang melihat Nak Kasih, apalagi Anak-anak pasti akan sangat bahagia melihat Umi mereka datang ke sini. Nak Kasih tau, setiap hari Anak-anak selalu menanyakan Nak Kasih," ujar Bu Panti dengan menggandeng Kasih untuk masuk ke dalam Panti.


Sebagian Anak yang sudah bangun menyambut antusias kedatangan Kasih dengan berhambur memeluknya.


"Umi kemana saja? kami sangat merindukan Umi dan Abi, kenapa baru ke sini lagi sekarang? Abi juga sudah lama tidak pernah memberikan kabar." tanya salah satu Anak.


"Sayang, maaf ya Umi baru datang menjenguk kalian, kemarin-kemarin Umi sibuk, begitu juga dengan Abi kalian. Bagaimana kalau sekarang kita video call dengan Abi?" ujar Kasih, dan Anak-anak terlihat antusias, karena sejak kepergian Ahmad, Kasih dan Ahmad tidak pernah berkomunikasi.


Ahmad begitu terkejut ketika menerima panggilan video dari Kasih.


"Assalamu'alaikum Abi," ucap Kasih dan Anak-anak ketika Ahmad mengangkat panggilan video dari Kasih.


"Wa'alaikumsalam semuanya. Bagaimana kabarnya? kenapa Umi kalian Subuh-subuh begini sudah ada di Panti?" tanya Ahmad yang merasa heran.


"Iya Abi, Umi baru datang, Umi juga bawa tas besar," jawab salah satu Anak, dan Ahmad semakin terkejut ketika mendengar jika Kasih membawa tas besar.


"Anak-anak, udah dulu ya video call nya, Abi mau berangkat ke Mesjid, kalian juga jangan lupa Shalat, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam," jawab Anak-anak dengan serempak.


Ahmad menutup sambungan videonya sehingga Kasih merasa sedih, karena saat ini Kasih sangat membutuhkan dukungan dari Ahmad.


Kenapa Om Ahmad tidak menanyakan kabarku? Om Ahmad juga tidak melirikku sama sekali, ucap Kasih dalam hati yang merasa sedih dengan sikap Ahmad.

__ADS_1


Kasih meminta ijin kepada Ibu Panti untuk tinggal di Panti Asuhan, dan Ibu Panti menyambut antusias tentang rencana Kasih tanpa banyak bertanya alasan Kasih, karena Ibu Panti takut jika Kasih tersinggung.


Kasih dan Anak-anak membantu pekerjaan Ibu Panti, dan Kasih memasak untuk semuanya, sehingga Anak-anak merasa gembira.


......................


Di kediaman Argadana, saat bangun tidur, Dita mencari keberadaan Kasih ke kamarnya, karena semalam Dita mimpi buruk.


Dita masuk ke dalam kamar Kasih yang terbuka, dan Dita terkejut ketika melihat sepucuk surat yang Kasih tinggalkan di atas nakas.


Dita kembali ke kamarnya, dan Rangga yang baru bangun, merasa terkejut mendengar suara Dita yang menangis.


"Sayang, kamu kenapa menangis?" tanya Rangga dengan memeluk tubuh Dita.


"Kasih Rangga, Kasih sudah pergi dari sini. Kenapa Kasih meninggalkanku? Kasih pasti merasa sakit hati dengan perlakuan kita. Sekarang juga kamu harus mencari Kasih, Rangga."


"Sayang, kamu tenang dulu, kita baca dulu surat yang ditinggalkan oleh Kasih," ujar Rangga, kemudian mengambil surat dari tangan Dita.


Untuk Dita


Dita, sekarang aku sadar jika aku hanya penghalang untuk kebahagiaan kamu dan Mas Rangga. Aku sudah memutuskan untuk bercerai dari Mas Rangga, karena ternyata aku tidak sanggup untuk berbagi Suami.


Bibirku mungkin bisa berkata ikhlas, tapi tidak dengan hatiku. Mungkin seharusnya dari dulu aku meminta cerai kepada Mas Rangga, apalagi aku sangat tau jika dari dulu sampai sekarang hanya kamu yang Mas Rangga cintai.


Semoga kalian selalu bahagia, aku harap kamu jangan mencoba untuk mencari keberadaanku, karena aku akan baik-baik saja. Semoga Mas Rangga bisa mengurus perceraian kami secepatnya.


^^^Salam sayang Kasih^^^


Dita semakin menangis setelah mengetahui isi surat yang ditulis oleh Kasih, karena tidak sedikit pun Dita mengira jika Kasih akan pergi bahkan meminta cerai kepada Rangga, sehingga membuat Dita semakin merasa bersalah.


"Rangga, semua ini karena kesalahanku. Seharusnya dari awal aku tidak menerima permintaan Kasih untuk menikah denganmu jika pada akhirnya kita hanya akan saling menyakiti," ujar Dita dengan menumpahkan tangisannya dalam pelukan Rangga.

__ADS_1


"Sayang, kamu tidak boleh menyalahkan diri sendiri. Kasih pergi karena keinginannya, dan kita harus menghormati kemauan Kasih. Biarkan Kasih mencari kebahagiaannya sendiri, mungkin dengan begitu Kasih akan merasa bahagia, dan bisa hidup bebas tanpa tekanan dari siapa pun."


"Semoga saja Kasih segera mendapatkan kebahagian dari lelaki yang mencintainya dengan tulus," gumam Dita.


"Apa maksud dari perkataanmu? apa selama ini ada seseorang yang diam-diam mencintai Kasih?" tanya Rangga.


"Iya Rangga, kamu benar. Selama ini Om Ahmad sangat mencintai Kasih, tapi Om Ahmad takut jika rasa cintanya akan merusak hubungan persaudaraan antara dirinya dan Kasih. Makanya sampai saat ini Om Ahmad tidak berani mengungkapkan perasaannya."


"Pantas saja aku melihat tatapan Om Ahmad terhadap Kasih terlihat berbeda. Semoga saja Om Ahmad dan Kasih bisa segera bersatu, Kasih juga berhak mendapatkan kebahagiaan," ucap Rangga yang di Amini oleh Dita.


......................


Bela terus saja menghubungi Kasih dan menanyakan keberadaan Kasih, tapi Kasih sama sekali tidak menghiraukannya, karena Kasih tau kalau Bela tidak benar-benar menyayanginya.


Bela mengirimkan pesan kalau dirinya ingin bertemu Kasih untuk yang terakhir kalinya sebelum pergi ke luar negeri, padahal itu adalah akal-akalan Bela untuk menculik Kasih, dan mengambil ginjalnya.


Kasih yang merasa kasihan terhadap Bela, akhirnya memberitahukan keberadaannya, dan nanti sore Bela mengajak Kasih bertemu di dekat Panti.


Sore pun kini telah tiba, dan saat ini Kasih sudah menunggu Bela di Taman dekat Panti Asuhan.


"Kasih, makasih ya kamu sudah mau bertemu dengan Mama. Bagaimana rencana kamu menyingkirkan bayi dalam kandungan Dita, apa sudah berhasil?" tanya Bela.


"Ma, kenapa Mama tega menghasut Kasih untuk melakukan kejahatan? selama ini Dita sudah baik terhadap Kasih, jadi Kasih tidak akan mungkin tega mencelakai Dita."


"Kasih, kamu itu berhak memiliki Rangga, dan kamu seharusnya tidak mengalah dengan si Pelakor."


"Dita bukan Pelakor Ma, karena Kasih sendiri yang meminta Mas Rangga menikahi Dita. Kasih dan Mas Rangga juga sudah bercerai, jadi Kasih tidak mau menjadi penghalang kebahagiaan Dita dan Mas Rangga."


Bela merasa geram terhadap Kasih yang selalu saja mengalah, sampai akhirnya Bela memperlihatkan sifat aslinya kepada Kasih.


"Kamu itu memang bodoh Kasih. Aku menyesal melahirkan kamu ke Dunia ini, sejak dalam kandungan, kamu sudah membuatku tersiksa, padahal aku sudah mencoba mengugurkan kamu, bahkan berbagai cara sudah aku lakukan, tapi tetap saja tidak bisa. Seandainya saat kamu lahir, Bibiku tidak membawa kamu kabur dan memberikannya kepada Ilham, aku pasti sudah berhasil membunuhmu."

__ADS_1


Kasih begitu terkejut dengan perkataan Bela, dan Kasih tidak pernah mengira jika dirinya mempunyai Ibu kandung sekejam Bela.


"Kenapa Mama tega melakukan semua itu kepada Kasih? apa salah Kasih Ma?"


__ADS_2