Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)

Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)
Bab 32 ( Jangan sentuh istriku )


__ADS_3

Dika mendekati Syifa yang masih saja berdiri di depan pintu kamar mandi, karena saat ini Syifa terlihat risih mengenakan pakaian kurang bahan.


"Kamu cantik sekali memakai pakaian ini," ucap Dika dengan kembali memeluk tubuh Syifa, dan Dika menghirup dalam-dalam aroma tubuh perempuan yang saat ini telah sah menjadi istrinya.


Jantung keduanya berpacu cepat, ketika Dika mendekatkan bibirnya dengan bibir Syifa, sampai akhirnya keduanya terbuai dengan permainan yang mereka ciptakan.


"Apa boleh aku melakukannya?" tanya Dika, karena saat ini hasrat pada keduanya sudah mulai bangkit.


Syifa hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan akhirnya mereka berdua melewati malam pertama yang indah.


"Terimakasih atas malam yang indah ini," ucap Dika dengan mencium kening Syifa dan membawa tubuh Syifa ke dalam pelukannya.


Keesokan paginya, Syifa terbangun dengan sekujur tubuh yang terasa sakit, dan Dika yang melihat Syifa kesakitan, langsung saja menggendongnya menuju kamar mandi.


Setelah keduanya selesai membersihkan diri, Syifa dan Dika turun ke bawah untuk bergabung dengan yang lainnya di meja makan.


"Cinta, maaf ya, aku gak bantu kamu masak," ucap Syifa yang merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Kak, lagian aku juga gak mau ganggu pengantin baru," ujar Cinta.


Setelah semuanya berkumpul, acara sarapan pun dimulai, sedangkan Kasih tidak ikut sarapan karena saat ini Kasih masih puasa untuk melakukan operasi yang akan dilaksanakan hari ini.


"Gimana malam pertamanya? nikah itu enak kan?" bisik Ilham pada Dika.


"Aku nyesel gak dari dulu menikah," bisik Dika dengan cengengesan.


Dika terus saja mengembangkan senyuman ketika mengingat malam indah yang telah dia dan Syifa lewati, sedangkan Syifa masih terlihat malu-malu ketika Dika terus saja menatap wajahnya.


Setelah semuanya selesai sarapan, Bunda Cinta dan yang lainnya mengantar Kasih ke Rumah Sakit, kecuali Dika dan Syifa yang akan pulang terlebih dahulu ke rumah Syifa untuk mengambil pakaian, meski pun Dika sudah mengatakan jika Dika akan membelikan pakaian baru untuk istrinya tersebut.


"Sayang, kenapa sih harus ngambil pakaian di rumah kamu? padahal kita tinggal beli baju baru saja," ujar Dika.


"Mas, pakaianku masih layak pakai, jadi sayang kalau kita beli yang baru."


"Istriku memang lain daripada yang lain, selain cantik wajah, kamu juga cantik hati," ujar Dika dengan mencium tangan Syifa.


Setelah mobil Dika sampai di depan rumah Syifa, Syifa turun terlebih dahulu karena Dika saat ini sedang mengangkat telpon dari asistennya.


"Dasar perempuan murahan, kemana saja kamu semalam? kenapa kamu baru pulang?" sindir Mayang dan Bu Susi, dan di sana juga sudah terlihat Juragan Boim menunggu Syifa.


"Maaf, aku mau masuk dulu," ujar Syifa, karena saat ini Adik dan Ibu tirinya menghalangi pintu masuk.


"Heh, dengar ya Syifa, hari ini juga kamu harus nikah dengan Juragan Boim, karena kami memiliki hutang kepadanya," ujar Bu Susi.

__ADS_1


"Kenapa harus aku? itu adalah hutang kalian, kenapa aku yang harus membayarnya?"


"Kamu sudah berani ya melawanku?" ujar Bu Susi yang hendak melayangkan tangannya untuk menampar wajah Syifa, tapi tiba-tiba Dika datang dan mencekal pergelangan tangan Bu Susi.


"Jangan berani menyentuh Istriku !!" ancam Dika, sehingga membuat semuanya merasa terkejut.


"Bu Susi, kenapa Anda tidak bilang kalau Syifa sudah menikah?" tanya Juragan Boim yang merasa kesal.


"Maaf Juragan, saya juga tidak tau."


"Aku tidak mau tau, kalau Syifa sudah menikah, biar Mayang yang menggantikan Syifa," ujar Juragan Boim.


"Tidak Bu, Mayang tidak mau menikah dengan tua bangka seperti Juragan Boim, apalagi Juragan Boim sudah mempunyai banyak Anak dan Istri."


"Kamu berani ya mengatai aku tua bangka? sekarang juga bawa Mayang ke rumah, karena aku akan menikahinya hari ini juga," ujar Juragan Boim kepada kedua Anak buahnya.


"Ma, Mayang tidak mau menikah dengan Juragan Boim. Tolong Mayang Ma," teriak Mayang saat tubuhnya dibawa paksa oleh kedua Anak buah Juragan Boim.


"Kamu harus ikut aku, karena kalian tidak bisa membayar hutang."


Bu Susi saat ini merasa bingung, kemudian Bu Susi duduk bersimpuh di depan Syifa.


"Syifa, kamu tolong Adik kamu, apa kamu tidak kasihan kepada Mayang?"


"Memangnya berapa hutang mereka?" tanya Dika kepada Juragan Boim.


"Dua ratus juta, kalau kamu bisa membayarnya, aku akan melepaskan Mayang," jawab Juragan Boim.


"Aku akan membayar semuanya, tapi aku memiliki syarat untuk Ibu dan Mayang," ujar Dika.


"Apa pun akan kami lakukan," ujar Bu Susi dan Mayang.


"Kalau begitu, kalian jangan pernah ganggu istriku lagi, kalian harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan kalian sendiri, jangan menjadikan Syifa sebagai tulang punggung keluarga, karena aku tidak rela jika istriku terus-terusan menderita," ujar Dika.


Bu Susi dan Mayang terpaksa menyetujui syarat yang diberikan oleh Dika, dan Dika menulis cek senilai dua ratus juta, kemudian dia berikan kepada Juragan Boim.


"Sekarang aku sudah membayarnya, jadi kamu jangan berani mengganggu keluarga istriku lagi," ujar Dika kepada Juragan Boim yang saat ini mencium cek yang diberikan oleh Dika.


Setelah Juragan Boim pergi, Dika dan Syifa masuk ke dalam rumah untuk menemui Pak Komar.


"Pak, kenalin, ini Mas Dika, Suaminya Syifa."


Dika mencium punggung tangan Pak Komar, dan Pak Komar tersenyum bahagia melihat Syifa yang sudah menikah.

__ADS_1


"Alhamdulillah, terimakasih banyak ya Nak Dika, karena Nak Dika sudah bersedia menikahi Syifa. Semoga kalian berdua selalu hidup bahagia," ucap Pak Komar yang di Amini oleh Dika dan Syifa.


"Pak, mulai sekarang Syifa sudah menjadi tanggung jawab saya di Dunia dan Akhirat, insyaallah saya akan selalu menjaga serta membahagiakan Syifa."


"Bapak sangat bersyukur karena akhirnya Syifa menikah juga," ucap Pak Komar dengan menangis.


"Sayang, nanti Mas akan mencari Dokter terbaik untuk mengobati penyakit Bapak, supaya Bapak bisa segera sembuh."


"Selama ini Syifa hanya memberikan pengobatan sebisa Syifa, karena kami tidak mempunyai uang untuk membawa Bapak ke Dokter syaraf."


"Syifa tenang saja, nanti kita bawa Bapak ke Rumah Sakit supaya Bapak bisa ditangani oleh ahli syaraf."


"Terimakasih banyak ya Mas," ucap Syifa yang merasa terharu.


"Sekarang aku adalah Suami kamu, jadi kamu tidak perlu mengucapkan terimakasih," ucap Dika dengan mengelus lembut kepala Syifa.


Dika membantu Syifa memasukan pakaian ke dalam koper.


"Mas Dika duduk saja gak usah bantuin."


"Gak apa-apa sayang, kasihan kamu pasti masih kesakitan," bisik Dika dengan memeluk tubuh Syifa dari belakang, sehingga membuat Syifa tersenyum malu.


Setelah selesai memasukan pakaian, Dika membawa koper Syifa, kemudian mereka pamitan kepada Pak Komar.


Bu Susi dan Mayang hanya mengintip kepergian Syifa dan Dika dari jendela kamar.


"Beruntung sekali si Upik abu sudah mendapatkan Pangeran yang kaya raya," ujar Mayang dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Kamu juga pasti bisa mendapatkan Suami yang lebih kaya dibandingkan dengan Syifa, apalagi kamu lebih cantik dibandingkan Syifa," ujar Bu Susi kepada Mayang.


......................


Setelah sampai Rumah Sakit, Dika dan Syifa langsung menghampiri Bunda Cinta dan keluarga yang terlihat menunggu Kasih di depan ruang operasi, karena Dika sebelumnya telah memberitahukan kepada kepala Rumah Sakit tentang pernikahannya dengan Syifa, dan Dika menyuruh Kepala Rumah Sakit supaya mencari Dokter pengganti untuk Syifa selama satu bulan, karena Dika akan membawa Syifa pergi berbulan madu ke luar negeri.


"Dita sayang, apa Kasih sudah masuk?" tanya Dika.


"Udah Yah, Kasih baru saja masuk, tapi Dita tidak bisa menemani Kasih, karena Dita tidak akan sanggup, jadi Rizki menggantikan Dita."


"Oh iya, kapan Dita dan Rizki akan menikah? sekarang kan Ayah sudah menikah, jadi giliran Dita dan Rizki yang menikah," ujar Dika.


Rangga yang mendengar perkataan Dika tentang pernikahan Dita dan Rizki merasakan sesak dalam dadanya.


"Besok Rizki akan membawa Dita ke rumahnya untuk dikenalkan kepada keluarganya, setelah itu rencananya Rizki akan melamar Dita," ucap Dita dengan lirih, karena bagaimanapun juga dalam hati Dita masih ada nama Rangga.

__ADS_1


__ADS_2