Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)

Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)
Bab 6 ( Orang Ketiga )


__ADS_3

Dita masih saja menangis dalam pelukan Ayah angkatnya tersebut, dan Dika mengerti apa yang saat ini Dita rasakan.


"Nak, Ayah tidak bisa melakukan apa pun untuk Dita, tapi Ayah yakin jika Dita akan mendapatkan pengganti yang lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan Rangga, karena rencana Tuhan selalu indah. Ayah tau kalau Dita tidak akan mungkin menyakiti Kasih, karena Anak Ayah adalah gadis yang baik, dan Ayah bangga kepada Dita. Sekarang yang hanya bisa kita lakukan adalah melepas dengan ikhlas orang yang kita cintai, meski pun semua itu akan sangat sulit, tapi Ayah sangat yakin jika Dita bisa melakukan semua itu. Ya sudah, kalau begitu sekarang Dita tidur, Ayah mau kembali ke kamar Iqbal, nanti Iqbal pasti marah kalau Ayah tidak ada di sana."


"Makasih banyak Yah, Ayah selalu mengerti Dita. Yah, apa Ayah masih mencintai Bunda?" tanya Dita kepada Dika.


"Rasa cinta itu akan tetap ada, meski pun harus Ayah ganti menjadi rasa sayang kepada Adik sendiri. Awalnya semua itu sangat sulit untuk Ayah lakukan, tapi Ayah bahagia bisa melihat orang yang kita cintai bahagia. Dita tau kalau Ayah memberikan nama Dita karena itu merupakan gabungan dari Dika dan Cinta, jadi Dita harus kuat seperti Bunda Cinta yang sudah mengalami lika liku dalam hidupnya sampai akhirnya Bunda Cinta bisa bersatu dengan cinta sejatinya yaitu Ayah Ilham."


"Dita juga akan selalu sabar seperti Ayah yang mencintai Bunda tanpa harus memilikinya, karena cinta tidak harus saling memiliki."


"Tapi Dita jangan sampai seperti Ayah yang belum bisa membuka hati Ayah untuk perempuan lain."


"Nanti Dita yang akan cariin jodoh untuk Ayah, supaya Ayah tidak merasa kesepian di hari-hari tua Ayah.


"Apa Dita tau alasan Ayah tidak mau menikah?"


"Memangnya apa? bukankah menikah juga merupakan sebagian dari ibadah?"


"Nak, rasa cinta yang Ayah punya untuk Bunda kamu terlalu besar, sampai-sampai Ayah merasa syok ketika mengetahui jika Bunda Cinta adalah Adik kembar Ayah. Kalau Ayah menikah, berarti Ayah akan tinggal terpisah dengan Bunda kamu, padahal hanya Cinta satu-satunya keluarga yang Ayah punya, dan Ayah masih takut kehilangan sosok Cinta dalam hidup Ayah."


"Ayah salah jika terus-terusan menutup hati Ayah untuk perempuan lain, karena Bunda dan Ayah Ilham selalu berharap Ayah memiliki keluarga dan hidup bahagia juga. Apa boleh Dita mencarikan jodoh untuk Ayah?"


Dika terlihat berpikir, karena Dika selalu merasa cemburu jika melihat kemesraan Cinta dan Ilham.


"Dita boleh mencarikan jodoh untuk Ayah, tapi syaratnya Ayah juga akan mencarikan jodoh untuk Dita. Bagaimana?" tanya Dika.


"Baiklah kalau seperti itu, semoga dengan begitu kita berdua bisa move on dari orang-orang yang kita cintai."

__ADS_1


"Semoga saja. Ya sudah kalau begitu Ayah ke kamar Iqbal sekarang ya, kalau bisa, sebelum tidur Dita Shalat dulu. Selamat istirahat sayang," ucap Dika dengan mengecup kening Dita sebelum ke luar dari dalam kamar Dita.


......................


Keesokan paginya, Kasih terbangun saat Adzan Subuh berkumandang, tapi ketika Kasih mencoba membangunkan Rangga, badan Rangga sangat panas, sehingga membuat Kasih khawatir dan langsung berlari menuju kamar Dita.


Kasih mengetuk pintu, kemudian masuk ke dalam kamar Dita.


"Kasih, kenapa kamu terlihat panik?" tanya Dita.


"Dita tolong periksa keadaan Rangga, badannya sangat panas," ujar Kasih.


Dita yang memang awalnya seorang Dokter umum sebelum mengambil spesial kandungan membawa peralatan medisnya menuju kamar Kasih.


Saat ini Dita terlihat ragu untuk memeriksa Rangga, tapi sebagai seorang Dokter, keselamatan Pasien adalah nomor satu.


"Suhu tubuh Rangga panas sekali, sebaiknya kamu ambil air hangat untuk mengompres, nanti setelah sarapan, kamu kasih obat penurun panasnya," ujar Dita kepada Kasih, dan Kasih bergegas menuju dapur.


Dita yang merasa tidak nyaman karena harus berdua dengan Rangga memutuskan untuk ke luar dari dalam kamar Kasih dan Rangga, tapi tiba-tiba Rangga terbangun dan memeluk tubuh Dita dengan erat.


"Jangan pergi Dita, jangan tinggalkan aku," ucap Rangga dengan lirih.


"Aku mohon lepaskan pelukannya Rangga, aku tidak mau kalau Kasih sampai salah paham kepada kita."


"Dita, aku tidak bisa melupakanmu."


"Tidak Rangga, aku yakin kamu pasti bisa. Kamu dan Kasih sudah hampir satu tahun menikah, dan di antara kalian pasti sudah tumbuh rasa cinta, karena aku melihat Kasih sangat mencintai kamu, jadi aku harap jangan pernah kamu menyakiti Kasih."

__ADS_1


Rangga tiba-tiba mencium bibir Dita, dan Kasih yang saat ini sudah sampai di depan pintu kamar hampir saja menjatuhkan air dalam baskom yang dia bawa, tapi Kasih mencoba untuk tenang, karena Kasih ingin tau apa yang sebenarnya terjadi antara Rangga dan Dita, sehingga diam-diam Kasih mengintip dari balik pintu.


Plak


Tamparan keras kembali mendarat pada pipi Rangga.


"Bisa-bisanya kamu berbuat seperti itu Rangga, kamu itu adalah Suami saudaraku."


"Aku siap menerima beribu-ribu tamparan dari kamu, karena dari dulu sampai sekarang yang aku cintai hanya kamu Dita," teriak Rangga, dan tubuh Kasih bergetar hebat mendengar pengakuan Suaminya tersebut.


"Tutup mulut kamu Rangga, jangan pernah kamu mengungkit hubungan kita, karena bagiku kamu hanyalah masalalu yang harus aku kubur, dan aku tidak mau menjadi duri dalam rumah tangga kamu dan Kasih, apalagi sampai menjadi orang ketiga," ujar Dita dengan penuh penekanan.


"Dita, tatap mataku, aku tau kalau kamu juga masih mencintaiku, dan aku akan mengatakan tentang hubungan kita kepada Kasih."


"Jika kamu sampai mengatakan semua itu kepada Kasih, maka aku bersumpah jika aku tidak akan pernah memaafkan kamu seumur hidupku, dan aku tidak akan mau bertemu dengan kamu lagi Rangga."


"Kenapa kamu lebih memikirkan perasaan Kasih dibandingkan denganku?"


"Karena Kasih adalah saudaraku, sedangkan kamu hanyalah lelaki egois yang memikirkan perasaan kamu sendiri. Sekarang aku tanya, apa kamu memikirkan perasaanku sebelum kamu memutuskan untuk menikahi Kasih?"


"Aku selalu memikirkanmu Dita, aku terus mencoba menghubungi kamu, tetapi tidak berhasil. Bahkan setiap malam kamu selalu hadir dalam mimpiku, kamu harus tau kalau hanya ada kamu dalam hatiku."


"Jadi kamu pikir Kasih apa? Kasih itu istri kamu Rangga. Seorang Suami mempunyai kewajiban untuk mencintai istrinya serta memberikan nafkah lahir dan batin. Jika kamu memang mencintai aku, aku mohon lupakan Aku, karena yang aku inginkan saat ini adalah kebahagiaan Kasih, karena aku sangat menyayangi Kasih seperti saudara kandungku sendiri, dan aku tidak mau menyakiti hatinya," ujar Dita dengan menangis, kemudian berlari menuju kamarnya.


Kasih yang daritadi bersembunyi di balik tembok menangis mengetahui semua kenyataan tentang hubungan antara Suaminya dan Dita.


Ternyata perempuan yang selama ini Mas Rangga cintai adalah Dita saudaraku sendiri, dan aku adalah orang ketiga dalam hubungan mereka, bahkan Dita rela mengorbankan kebahagiaannya demi aku. Maafkan aku Dita, aku tidak tau tentang semua itu, ucap Kasih dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2