Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)

Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)
Bab 54 ( Hasutan Bela )


__ADS_3

Kasih begitu terkejut melihat sosok yang saat ini berada di hadapannya, karena sejak bayi, Kasih baru melihat wajahnya dalam fhoto saja.


"Ma_ma," ucap Kasih dengan lirih, dan tanpa terasa buliran bening lolos begitu saja membasahi pipi Kasih.


"Iya sayang, ini Mama Nak, maafin Mama karena baru sekarang bisa menemui kamu. Mama sudah lama ingin bertemu dengan Kasih, tapi Cinta dan Ilham selalu melarang Mama."


Kasih melepaskan diri dari pelukan Bela, karena Kasih tau betul jika Bela selama ini di Penjara.


"Ma, Kasih minta Mama jangan menjelek-jelekan Ayah dan Bunda, karena selama ini mereka yang sudah membesarkan Kasih. Apa Mama pikir Kasih tidak tau kalau Mama selama ini mendekam di Penjara karena telah menembak Suami Bunda Cinta pada hari pernikahannya?"


Bela terkejut karena tidak mengira jika Cinta dan Ilham mengatakan semua kebenaran tentang dirinya.


"Kasih, mereka sudah memfitnah Mama, Mama tidak mungkin membunuh Suami Cinta. Apa untungnya buat Mama?" ujar Bela dengan berpura-pura menangis.


"Mama tidak usah berpura-pura, Kasih bukan anak kecil yang bisa Mama bohongi. Sebenarnya saat itu Mama akan menembak Bunda Cinta kan? Mama mau balas dendam karena Ayah Ilham tidak bisa melupakan Bunda Cinta? tapi mendiang Om Arya menghalangi tubuh Bunda Cinta, jadi Om Arya yang saat itu meninggal dunia."


Aku harus mempengaruhi Kasih supaya percaya padaku. Sebenarnya aku tidak sudi menemui Anak haram ini, apalagi wajah Kasih mengingatkan aku pada Broto si tua bangka itu, tapi aku membutuhkan ginjalnya, karena saat ini aku sedang membutuhkan donor ginjal untuk menyelamatkan nyawaku, ucap Bela dalam hati.


"Kasih mau pergi kemana? biar Mama antar ya Nak?"


"Tidak perlu repot-repot Ma, Kasih mau pergi ke Pasar, udah deket juga dari sini."


"Nak, ada yang ingin Mama bicarakan, jadi ijinkan Mama untuk mengantar Kasih ya."


Kasih terpaksa naik ke dalam mobil Bela, dan Bela kembali mempengaruhi Kasih supaya Kasih membenci Cinta dan keluarganya.


"Kasih, selama ini Mama hanya bisa memperhatikan kamu dari kejauhan Nak. Mama prihatin karena kamu harus rela dipoligami. Kenapa kamu melakukan semua itu? Mama tau hati kamu pasti tersiksa kan menjalani rumah tangga dengan Rangga?"

__ADS_1


"Ma, semua itu sudah menjadi pilihan Kasih, karena sebenarnya Dita adalah kekasih Mas Rangga sebelum menikah dengan Kasih. Bunda Cinta juga menyarankan supaya Kasih meminta cerai dari Rangga, karena Bunda Cinta tidak mau Kasih sakit hati terus, dan mungkin sebentar lagi Kasih akan meminta cerai dari Mas Rangga."


"Nak, seharusnya yang Rangga ceraikan adalah Dita, karena dia yang sudah merebut Rangga dari kamu. Dan kamu jangan mau dibodohi oleh Cinta, karena Cinta menyuruh kamu bercerai dari Rangga supaya Dita bisa memiliki Rangga seutuhnya. Selama ini Cinta lebih menyayangi Dita dibandingkan dengan kamu, apalagi kamu adalah Anak Mama, dan Cinta membenci Mama karena dulu telah merebut Ilham darinya."


"Bunda Cinta tidak mungkin mempunyai pemikiran seperti itu Ma, selama ini Bunda Cinta tidak pernah membeda-bedakan kasih sayangnya antara Kasih dan Dita, bahkan Bunda dan Ayah selalu mengatakan jika mereka menyayangi kami seperti mereka menyayangi Iqbal."


"Nak, selama ini kamu sudah dibodohi oleh mereka, buktinya mereka hanya menyekolahkan kamu sampai SMA kan? sedangkan Dita mereka kuliahkan di luar negeri, bahkan sekarang Dita sudah berhasil menjadi seorang Dokter."


"Tapi itu karena Dita pintar Ma. Dulu Bunda sama Ayah juga menyuruh Kasih untuk kuliah bersama Dita, tapi Kasih yang tidak mau Ma, karena Kasih tidak sepintar Dita."


Jelas saja kamu bodoh, karena sejak dalam kandungan, aku sudah berusaha menggugurkan kamu dengan berbagai cara. Kamu beruntung karena tidak terlahir cacat, bahkan setelah kamu lahir, aku terus berusaha untuk membunuh kamu, seandainya Bibiku tidak membawa kabur kamu dan memberikannya kepada Ilham, mungkin dari dulu kamu sudah mati, ucap Bela dalam hati.


"Kasih, pokoknya kamu harus berusaha menyingkirkan Dita dari hidup Rangga. Rangga hanyalah milik kamu, dan Dita hanya istri kedua, jadi yang berhak atas Rangga hanya kamu seorang."


Kasih sudah mulai termakan hasutan Bela, karena Bela terus saja berusaha mencuci otak Kasih.


"Kamu harus berusaha menyingkirkan bayi yang berada dalam kandungan Dita, karena jika sampai bayi tersebut lahir, maka Rangga dan kedua orangtuanya akan semakin mengucilkan kamu, dan mereka akan semakin menyayangi Dita."


Kasih saat ini berada dalam dilema, karena bagaimanapun juga Dita sudah dia anggap sebagai saudara kandungnya sendiri, dan Kasih tidak mungkin menyakiti Dita.


"Sudahlah Kasih, kamu tidak perlu banyak berpikir. Nanti kamu taburkan obat ini ke dalam makanan Dita, dan pasti Dita akan langsung mengalami keguguran," ujar Bela dengan tersenyum licik.


Kasih menerima botol obat pemberian Bela dengan tangan yang gemetaran, kemudian Kasih turun dari mobil Bela tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Dasar anak bodoh, gampang sekali mempengaruhinya," gumam Bela dengan tertawa bahagia.


......................

__ADS_1


Kasih membeli bahan-bahan masakan dan juga buah-buahan segar, setelah selesai berbelanja, Kasih pulang dengan menggunakan becak, karena barang bawaannya sangat banyak.


Dita dan Rangga saat ini sedang terlihat berjemur di halaman rumah, dan mereka terlihat bahagia, apalagi Rangga terus mengelus serta mencium perut Dita, sehingga membuat Kasih terbesit ide jahat dalam pikirannya.


Mama benar, sekarang saja Mas Rangga dan kedua orangtuanya sangat menyayangi Dita karena Dita sedang hamil, apalagi nanti kalau Anak Dita sudah lahir. Sedangkan aku sudah mereka perlakukan seperti Pembantu. Maafkan aku Dita, tapi aku tidak rela melihat kamu dan Mas Rangga bahagia, ucap Kasih dalam hati.


"Kasih, apa kamu sudah membeli buah-buahan untuk bikin rujak?" tanya Mama Wita dengan wajah yang berbinar, karena setelah mendengar kabar kehamilan Dita, Mama Wita selalu terlihat bahagia.


"Sudah Ma, ini buah-buahannya," ujar Kasih dengan mengeluarkan belanjaannya.


"Ya sudah, kalau begitu kamu masak saja rendang sapinya, biar Mama yang bikin rujak untuk Dita."


Sekarang kalian bisa tersenyum, tapi sebentar lagi kalian akan menangis, karena Cucu kesayangan kalian akan segera mati, batin Kasih yang sudah dikuasai oleh iri dan dengki terhadap Dita.


Setelah selesai memasak rendang, Kasih membawakan nasi dan rendang buatannya untuk Dita, tapi sebelumnya Kasih sudah menaburkan obat penggugur janin pada makanan Dita.


"Dita, kamu juga harus menderita seperti aku. Nanti Mas Rangga dan kedua orangtunya pasti akan membenci kamu juga kalau kamu sampai keguguran," gumam Kasih dengan tersenyum licik.


Kasih membawakan nasi dan rendang buatannya menuju halaman untuk dia berikan kepada Dita, dan Dita sudah tersenyum ketika melihat Kasih dari kejauhan.


"Kasih, maaf ya jika aku sudah merepotkanmu, tapi itu keinginan Anak kita. Sepertinya Anak kita akan lebih dekat dengan kamu saat sudah lahir nanti, karena dia selalu ingin berada di dekat kamu," ucap Dita dengan tersenyum.


Kasih hanya terdiam, dan saat ini Kasih berada dalam dilema setelah mendengar perkataan Dita.


"Kasih, terimakasih banyak ya, kamu adalah saudaraku yang paling baik. Apa boleh aku meminta kamu menyuapiku seperti kita saat masih kecil dulu?"


Kasih tiba-tiba menangis karena mengingat masa kecilnya bersama Dita.

__ADS_1


Apa yang sudah aku lakukan? selama ini Dita selalu tulus menyayangiku, tapi aku sudah mempunyai niat jahat untuk menyakitinya, ucap Kasih dalam hati.


__ADS_2