
Dita begitu terkejut mendengar perkataan Kasih, dan Dita hampir saja terjatuh seandainya Rangga tidak menangkap tubuhnya.
Dita dan Rangga kembali saling menatap, mereka seakan lupa jika di sana ada Kasih, dan mereka berdua kembali teringat dengan kenangan indah masalalu saat mereka masih bersama, sampai akhirnya terdengar suara ketukan pintu, dan Dokter Asyifa masuk ke dalam ruang kerja Dita.
Dokter Asyifa yang sudah mengenal Rangga terlihat antusias, dan terlihat bahagia ketika melihat Rangga dan Dita berpelukan.
"Rangga? Alhamdulillah ternyata kalian sudah kembali bertemu, kalau jodoh memang tidak akan lari kemana. Kamu tau, setelah kepulangan kamu ke tanah air, Dita seperti kehilangan separuh jiwanya, dia tidak pernah bersemangat dalam melakukan semua hal, karena biasanya kamu yang selalu menyemangatinya. Kalian memang best couple, dan Tante bahagia karena akhirnya kalian kembali bersama," cerocos Dokter Asyifa, sehingga Dita tidak mempunyai kesempatan untuk menjelaskan jika Rangga sudah menikah dengan Kasih.
Dita dan Rangga mencoba melepas pelukan mereka, tapi kalung separuh hati yang mereka berdua pakai terlihat bersatu, sehingga keduanya sama-sama melihat ke arah kalung tersebut.
"Jadi kamu masih memakainya?" tanya Dita dan Rangga secara bersamaan.
Kalung tersebut adalah kado yang diberikan oleh Rangga kepada Dita saat mereka jadian, dan hari ini bertepatan dengan empat tahun hubungan mereka.
Hari ini adalah empat tahun kita menjalin hubungan Rangga, tapi aku terpaksa harus melepas kalung ini, sama seperti melepas kamu untuk Kasih, ucap Dita dalam hati yang berniat untuk membuka kalungnya.
"Tidak Dita, kalungnya jangan kamu lepas," ucap Kasih.
"Kenapa Kasih? bukannya kita harus melupakan masalalu? saat ini aku hanya berusaha melepaskan sesuatu yang sudah bukan milikku lagi," ujar Dita dengan memaksakan diri untuk tersenyum.
Ketika Dokter Asyifa melihat Kasih, Dokter Asyifa langsung menyapanya, karena sebelumnya Dita pernah menunjukan fhoto Kasih kepada Dokter Asyifa, bahkan Dita sering menceritakan tentang keluarganya.
"Kamu Kasih kan? Dita sering bercerita tentang kamu, ternyata Kasih juga sama cantiknya dengan Dita," puji Dokter Asyifa.
"Terimakasih banyak Dok," ucap Kasih dengan tersenyum.
"Dokter Asyifa, sebenarnya Kasih adalah istri Rangga," ucap Dita dengan menahan sesak dalam dadanya.
Dokter Asyifa diam mematung ketika mendengar perkataan Dita, karena beliau tidak percaya dengan yang Dita ucapkan.
"A_apa, kenapa bisa seperti itu? kamu jangan bercanda Dita, itu tidak lucu sama sekali. Bukannya setelah kembali ke tanah air, kalian berdua akan menikah?" tanya Dokter Asyifa.
"Dok, apa bisa kita tidak membahas masalah ini dulu? karena sekarang ada yang lebih penting, dan Dita membutuhkan bantuan untuk mengobati penyakit Kasih. Rangga, aku mengembalikan separuh hati yang pernah kamu berikan, karena ternyata separuh hatimu bukanlah untukku," ujar Dita dengan membuka kalungnya dan memberikan kalung tersebut kepada Rangga.
__ADS_1
Rangga ingin sekali menolaknya, tapi Rangga tidak mau melukai hati Kasih. Meski pun saat ini Kasih terlihat baik-baik saja, tapi Rangga sangat tau jika dalam lubuk hatinya, Kasih sedang tidak baik-baik saja.
Dita mengajak Dokter Asyifa untuk duduk, dan Dita memberikan hasil USG Kasih kepada Dokter Asyifa.
Ketika Dokter Asyifa melihat hasil USG rahim Kasih, beliau juga menghela napas panjang karena saat ini penyakit Kasih sudah tidak dapat disembuhkan lagi, dan mau tidak mau, Kasih harus segera melakukan pengangkatan rahim sebelum sel tumor yang berada pada rahimnya menjalar pada organ tubuh yang lain.
"Kasih tau jika penyakit yang Kasih alami sudah sangat parah dan tidak ada obatnya, jadi Kasih sudah pasrah untuk melakukan pengangkatan rahim," ucap Kasih yang berusaha untuk tegar.
Rangga mencoba menguatkan Kasih karena saat ini Kasih membutuhkan dukungannya.
"Semuanya akan baik-baik saja, dan kita akan melewatinya bersama," ucap Rangga, sehingga membuat Dokter Asyifa kembali terkejut.
"Ja_jadi benar kalau Kasih adalah Istri Rangga?" tanya Dokter Asyifa kepada Dita, dan Dita hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dengan menahan sesak dalam dadanya, karena mau tidak mau Dita harus menerima semua kenyataan pahit jika Rangga bukan lagi miliknya.
Dokter Asyifa sangat memahami perasaan Dita, sehingga Dokter Asyifa memegang tangan Dita yang saat ini terlihat rapuh.
"Kasih, kita harus secepatnya melakukan pengangkatan rahim, dan ini adalah obat untuk mengurangi rasa sakit. Semoga kamu bisa tabah menghadapi semua ini, dan aku minta maaf karena ternyata aku tidak bisa mengobati penyakit yang kamu derita," ucap Dita dengan memeluk tubuh Kasih.
"Jika aku bisa, aku pasti akan mengabulkan permintaanmu. Nanti kita bicarakan lagi semuanya ya, karena sebentar lagi aku harus melakukan praktek," ujar Dita.
"Oh iya, bagaimana dengan bayaran pengobatanku?" tanya Kasih dengan tersenyum.
"Memangnya kamu pikir kamu itu siapa? kamu itu adalah saudaraku, jangankan kepada kamu, kepada oranglain pun jika mereka membutuhkannya, aku akan memberikannya secara gratis."
"Terimakasih banyak ya Dita, kamu memang saudaraku yang paling baik. Nanti kita harus membicarakan semuanya, karena aku ingin melihat kalian bahagia," ujar Kasih.
Apa Kasih akan memintaku untuk menikah dengan Rangga? maaf Kasih, meski kamu memintanya, aku tidak akan bisa, karena di dunia ini tidak akan ada perempuan yang rela untuk dimadu, dan aku tidak bisa menyakiti hatimu, ucap Dita dalam hati.
"Kalau begitu sekarang kami pulang dulu ya. Dokter Asyifa, kami duluan," ucap Kasih.
Rangga terus saja melihat ke arah Dita saat Kasih mengajaknya pulang, dan dengan berat hati, Rangga mengikuti langkah Kasih ke luar dari ruang praktek Dita.
Setelah Rangga dan Kasih ke luar, Dokter Asyifa memeluk tubuh Dita, dan akhirnya Dita menangis dalam pelukan Dokter Asyifa.
__ADS_1
"Kenapa cinta sesakit ini Tan? Dita pikir Rangga akan menjadi Suami Dita, tapi ternyata selama ini Dita hanya menjaga jodoh saudara Dita sendiri."
"Tante juga tidak mengira jika Dita dan Rangga tidak ditakdirkan untuk hidup bersama, karena selama kalian berpacaran, kalian selalu saja bersama, dimana ada Dita, di situ pasti ada Rangga, tapi jodoh ternyata adalah sebuah misteri."
Beberapa saat kemudian Dika mengetuk pintu ruang praktek Dita, karena tadi Dika sempat melihat Rangga dan Kasih ke luar dari sana, sehingga Dika menghawatirkan keadaan Dita.
"Sayang, Dita baik-baik saja kan?" tanya Dika dengan memeluk tubuh Dita.
"Dita baik-baik saja Yah, hanya saja Dita masih butuh waktu untuk menerima semua kenyataan ini. Makasih ya, karena Ayah selalu ada untuk Dita, Dita beruntung mempunyai Ayah."
"Nak, sudah menjadi kewajiban Ayah selalu ada untuk kamu. Sekarang Dita minum," ujar Dika dengan membantu Dita minum.
Dokter Asyifa tersenyum ketika melihat Dika begitu perhatian kepada Dita.
Ternyata lelaki mesum itu tidak seburuk yang aku pikirkan, bahkan dia terlihat sangat menyayangi Dita. Sepertinya dia Ayah yang baik, ucap Dokter Asyifa dalam hati yang diam-diam mengagumi sosok Dika.
"Dita, Pak Dika, kalau begitu saya ke luar dulu ya, sebentar lagi jadwal praktek saya akan dimulai. Dita yang sabar ya, semua pasti akan indah pada waktunya, dan Dita akan mendapatkan pengganti yang lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan Rangga," ucap Dokter Asyifa.
"Terimakasih banyak atas dukungannya Tan, semoga saja seperti itu," ucap Dita.
"Dok, terimakasih ya, karena Dokter sudah perhatian terhadap Anak saya," ucap Dika dengan tersenyum, dan Dokter Asyifa tersenyum serta menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Sepertinya sudah mulai ada bintik-bintik merah nih," goda Dita.
"Apa tuh bintik-bintik merah?" tanya Dika.
"Bunga-bunga cinta Yah. Dokter Asyifa tidak seperti yang Ayah bayangkan kan?"
"Sepertinya begitu, tapi Ayah masih belum yakin jika dia mau menikah sama seorang OB."
"Tapi OB yang ini lain daripada yang lain, karena OB nya gagah dan tampan, apalagi kalau mereka tau OB nya tajir, pasti banyak perempuan yang bakalan ngantri," ujar Dita, dan Dika mencubit gemas hidung Dita, karena bagi Dika, Dita masih tetap bayi kecilnya yang selalu membuat hidup Dika bersemangat.
Terimakasih Dita, karena selama ini Dita adalah Bintang kecil Ayah yang selalu membuat Ayah bersemangat dalam menjalani hidup ini, ucap Dika dalam hati.
__ADS_1