
Sebelum datang ke kediaman Pratama, Dita dan Rangga sudah berdiskusi tentang Ahmad yang sebenarnya mencintai Kasih, karena bagaimanapun juga Ayah Ilham dan yang lainnya berhak tau.
"Sebenarnya Om Ahmad_" ucapan Rangga terhenti ketika melihat Ahmad datang juga ke kediaman Pratama, bukan hanya Ahmad yang datang, tapi Kasih juga ikut datang bersama Ahmad.
Bunda Cinta dan Ayah Ilham langsung berdiri menghampiri Kasih dan Ahmad.
"Nak, kenapa Kasih membuat kami cemas?" tanya Bunda Cinta dengan memeluk tubuh Kasih.
"Kasih, kenapa kamu bisa datang dengan Ahmad?" tanya Ayah Ilham, dan Bunda Cinta lagi-lagi harus berusaha menenangkan Suaminya tersebut.
"Yah sabar dulu, Anak-anak pasti akan menjelaskan semuanya," ujar Bunda Cinta dengan mengajak Ayah Ilham duduk kembali.
Setelah Kasih dan Ahmad duduk, suasana terlihat tegang, dan Ilham mengerutkan dahinya ketika melihat Ahmad dan Kasih yang terus berpegangan tangan.
"Nak, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa Kasih dan Ahmad terlihat tegang seperti itu?" tanya Ayah Ilham.
Setelah beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar, Ahmad akhirnya angkat suara.
"Kak, maaf, karena sebenarnya sejak lama Ahmad sudah jatuh cinta kepada Kasih," ucap Ahmad, dan Ilham begitu terkejut, lain hal nya dengan Bunda Cinta, Dita dan Rangga yang sudah mengetahui tentang semua kebenarannya.
"Apa maksud kamu Ahmad? bagaimana bisa kamu mencintai Keponakan sendiri?" tanya Ayah Ilham.
"Yah, Kasih dan Ahmad tidak memiliki hubungan darah, jadi apa salahnya jika mereka saling mencintai?" ujar Bunda Cinta.
"Apa kalian semua sudah tau tentang perasaan Ahmad terhadap Kasih?" tanya Ayah Ilham kepada semuanya.
"Dita, tau dari Om Ahmad saat Kasih melakukan operasi Yah, sedangkan Mas Rangga baru mengetahuinya tadi pagi."
Ayah Ilham menatap wajah Bunda Cinta yang terlihat tenang.
"Sayang, apa kamu tau tentang perasaan Ahmad terhadap Kasih?" tanya Ayah Ilham kepada Bunda Cinta.
"Bunda tau saat Ahmad hendak kembali ke Makasar Yah, Bunda kira hanya Bunda saja yang mengetahuinya."
"Kenapa Bunda tidak mengatakan semuanya kepada Ayah?" tanya Ayah Ilham.
__ADS_1
"Maaf Kak, tapi Ahmad yang meminta kepada Kak Cinta supaya tidak memberitahukannya kepada siapa pun, karena saat itu Kasih masih istri Rangga."
"Apa kamu juga mencintai Ahmad, Kasih?" tanya Ayah Ilham, dan Kasih menganggukkan kepalanya, karena sebelum datang ke kediaman Pratama, Kasih memutuskan untuk menerima cinta Ahmad setelah Kasih menyadari perasaannya.
Ayah Ilham mengacak rambutnya secara kasar, karena tidak mengira jika semuanya akan menjadi seperti ini.
"Kasih, tapi saat ini kamu masih istri dari Rangga," ujar Ayah Ilham.
"Maaf Yah, tapi semalam Rangga sudah menjatuhkan talak kepada Kasih," ucap Rangga, dan Dita begitu terkejut karena baru mengetahuinya sekarang.
"Kapan kamu menjatuhkan talak kepada Kasih?" tanya Dita.
"Maaf sayang, tapi semalam sebelum Kasih pergi, Kasih meminta cerai kepadaku," ucap Rangga dengan lirih, karena Rangga tau kalau Dita pasti marah terhadap dirinya.
"Jadi semalam kamu tau kalau Kasih pergi dari rumah? kenapa kamu tega membohongi aku Rangga? aku kecewa sama kamu," ujar Dita yang tiba-tiba menangis.
Syifa yang berada di samping Dita langsung memeluk tubuh Dita, sedangkan Dika terlihat berbisik kepada Rangga.
"Kamu harus sabar, perempuan hamil memang sangat sensitif, bahkan Bunda Syifa juga hampir setiap hari menangis tidak jelas karena selalu merasa cemburu terhadap Ayah," bisik Dika, dan Syifa langsung menatap tajam ke arah Dika, sehingga Dika langsung diam tidak berkutik.
Setelah semuanya terlihat lebih tenang, Ahmad kembali angkat suara.
"Kak, kami berdua mohon restu kepada semuanya, karena setelah Kasih selesai masa iddah, Ahmad akan langsung menikahinya."
"Ahmad, apa kamu sudah memikirkan semuanya secara matang?" tanya Ilham.
"Iya Kak, Ahmad akan menerima kekurangan Kasih yang tidak akan bisa memberikan keturunan, kami juga sudah memiliki banyak Anak asuh di Panti Asuhan, dan Ahmad tidak akan pernah mempermasalahkan tentang semua itu."
"Kakak pegang kata-katamu Ahmad, dan Kakak harap kamu tidak akan pernah menyakiti Kasih. Jika memang nanti Kasih bersedia untuk menikah denganmu, kami pasti akan merestui hubungan kalian, yang penting kalian berdua bahagia," ucap Ayah Ilham, dan semuanya merasa lega karena saat ini Kasih dan Ahmad sudah mendapat restu, bahkan Kasih dan Ahmad terlihat sangat bahagia.
"Kasih, sekarang kamu tinggal dimana Nak?" tanya Ayah Ilham.
"Kasih dan Om Ahmad tinggal di Panti Asuhan Kasih Bunda, Yah."
"Mulai sekarang Kasih tidak boleh tinggal bersama Ahmad dulu, karena kalian berdua belum menjadi muhrim, jadi Kasih tinggal di sini dulu bersama kami, nanti setelah Ahmad menikahi Kasih, baru Ayah akan mengijinkan Ahmad membawa Kasih," ujar Ayah Ilham, dan Kasih menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
__ADS_1
"Ahmad, bagaimana dengan pekerjaan kamu di Makasar?" tanya Ayah Ilham.
"Tadi Ahmad sudah resmi dilantik menjadi Kapolres kota Bogor, dan rencananya Ahmad akan membangun rumah di samping Panti Asuhan."
"Bagus kalau seperti itu, jadi kami tidak akan tinggal jauh dari Kasih," ujar Ayah Ilham.
Rangga meminta ijin untuk menelpon Pengacara supaya mengurus gugatan cerainya terhadap Kasih, karena saat ini Dita terlihat cemberut bahkan tidak mau bicara dengan Rangga. Jadi, Rangga tidak mungkin meninggalkan Dita.
"Sayang, kamu jangan begini terus, apa kamu tidak kasihan melihat aku sedih?" tanya Rangga yang saat ini terus saja membujuk Dita di dalam kamar mereka.
"Itu hukuman untuk orang yang suka bohong," ujar Dita dengan ketus.
"Sayang, sekarang Kasih dan Om Ahmad sudah mendapatkan restu, kenapa kamu masih saja marah?" ujar Rangga, dan Dita yang tidak tega kepada Rangga, akhirnya luluh juga, kemudian memeluk erat tubuh Rangga.
"Maaf ya sayang, sejak aku hamil, aku jadi sensitif, dan gampang nangis. Mungkin semua itu bawaan bayi."
"Iya tidak apa-apa, Ayah Dika juga tadi bilang kalau Bunda Syifa juga begitu."
"Jadi tadi kalian membicarakan kami? tega sekali kamu membicarakan aku dan Bunda Syifa."
"Sayang, bukan seperti itu, tadi aku gak ngomong apa-apa, Ayah Dika sendiri yang tiba-tiba berkata seperti itu terhadapku," ujar Rangga, dan Dita kembali cemberut.
Kenapa jadi salah lagi sih? memang susah bicara sama perempuan hamil, bentar-bentar marah, bentar-bentar nangis. Sabar Rangga, semua pasti akan indah pada waktunya, ucap Rangga dalam hati dengan mengelus dada.
"Pasti dalam hati kamu saat ini lagi mengumpat aku kan?" tanya Dita dengan menangis, dan Rangga kembali berusaha membujuk Dita supaya berhenti menangis.
......................
Kasih akan tinggal di kediaman Pratama, dan untuk malam ini Ahmad juga akan menginap di kediaman Pratama, sedangkan untuk barang-barang Kasih, besok Ahmad akan mengambilnya sepulang kerja.
Ahmad dan Kasih saat ini terlihat duduk di balkon dengan melihat bintang di langit, dan keduanya terlihat bahagia sehingga senyuman terus saja mengembang pada bibir keduanya.
"Kasih, terimakasih ya, karena Kasih sudah menerima cinta Om Ahmad," ucap Ahmad dengan terus menggenggam erat tangan Kasih.
"Seharusnya Kasih yang berterimakasih kepada Om, karena sudah mencintai Kasih dengan tulus, juga menerima Kasih apa adanya."
__ADS_1
"Tunggu sebentar, sepertinya ada yang salah," ujar Ahmad, dan Kasih terlihat bingung mendengar perkataan Ahmad.