Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)

Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)
Bab 19 ( Perkelahian Rangga dan Rizki )


__ADS_3

Saat ini Dika dan Dita telah sampai di kediaman Pratama, dan Bunda Cinta sudah terlihat menunggu mereka di teras depan rumah.


"Assalamu'alaikum," ucap Dika dan Dita secara bersamaan.


"Wa'alaikumsalam. Dita sama Kakak kemana dulu, kenapa baru pulang sekarang?" tanya Bunda Cinta yang terlihat khawatir.


"Maaf Bunda kalau Dita sudah membuat Bunda merasa khawatir. Tadi sebenarnya kami ke rumah Kasih dulu, karena Kasih pingsan, jadi Dita memeriksa kondisi Kasih."


"Sekarang bagaimana keadaan Kasih?"


"Tadi Dita sudah sempat memberikannya suntikan anti nyeri, tapi Dita menyesal karena sudah tidak dapat mengobati penyakit Kasih. Jadi, mau tidak mau, Kasih harus segera melakukan operasi pengangkatan rahim, karena Dita takut kalau tumor pada rahim Kasih merupakan tumor ganas yang bisa menyebar pada organ tubuh Kasih lainnya."


"Kasihan sekali nasib Kasih. Bunda tau perasaan Dita, tapi tidak ada yang bisa kita lakukan untuk Kasih selain memberikan do'a dan dukungan."


"Iya Bunda, Dita juga tadi sudah berkonsultasi dengan Dokter Bedah supaya Kasih bisa segera melakukan operasi pengangkatan rahim, dan sekarang kita tinggal menunggu Kasih siap untuk melakukan operasi saja."


"Nanti Bunda dan Ayah akan melihat kondisi Kasih ke kediaman Argadana, saat ini Kasih pasti sedang sedih, dan kami akan memberikan dukungan kepada Kasih supaya Kasih tidak merasa sendirian. Sebaiknya sekarang Kakak sama Dita bersih-bersih dulu, Bunda juga sudah masak."


"Kami tadi sudah makan, karena Kakak udah lapar. Kakak kira Cinta gak masak, kasihan seharian kamu pasti cape bantu Ilham di Kantor kan," ujar Dika dengan mengelus kepala Bunda Cinta.


"Lumayan cape sih Kak, tapi Cinta bahagia karena seharian bisa sama Mas Ilham," ujar Bunda Cinta dengan tersenyum, dan Dika memutar malas bola matanya.


"Dasar pasangan bucin. Sayang, sebaiknya kita masuk saja, sekarang pawang Bunda kamu sudah muncul," sindir Dika yang melihat Ilham menghampiri mereka.


"Kenapa Dika?" tanya Ayah Ilham kepada Bunda Cinta.


"Biasa Yah, Kak Dika selalu iri dengan kita yang selalu romantis," ujar bunda Cinta dengan memeluk Ayah Ilham.


"Mereka kemana dulu katanya Bun, kenapa baru pulang?"


"Mereka ke rumah Kasih dulu Yah, katanya Kasih tadi pingsan, dan Dita menyesal karena tidak bisa mengobati Kasih. Mau tidak mau Kasih harus segera melakukan operasi pengangkatan rahim," ujar Bunda Cinta kemudian menjelaskan secara detail tentang penyakit Kasih seperti yang sebelumnya sudah Dita jelaskan.

__ADS_1


Bunda Cinta mengajak Ayah Ilham untuk menjenguk Kasih, tapi sebelumnya Bunda Cinta akan mencoba menjelaskan tentang hubungan Dita dan Rangga kepada Ayah Ilham, sebelum Ayah Ilham mendengar semua itu dari oranglain.


"Yah, sebaiknya kita duduk dulu, karena ada hal penting yang harus Bunda bicarakan tentang Dita dan Rangga."


"Apa maksud Bunda, Rangga Suami Kasih? memangnya ada hubungan apa Dita dan Rangga?"


"Iya Yah, karena ternyata Rangga adalah Kekasih Dita saat mereka kuliah di luar negeri, padahal hubungan mereka belum putus, tapi Rangga dipaksa oleh orangtuanya untuk menikahi Kasih," ujar Bunda Cinta, dan Bunda Cinta kembali menjelaskan semuanya kepada Ayah Ilham.


Ayah Ilham menghela napas panjang mendengar semuanya, karena bagaimanapun juga Kasih dan Dita sudah sama-sama Bunda Cinta dan Ayah Ilham anggap sebagai Anak kandung mereka sendiri.


"Kenapa semuanya bisa terjadi kepada Kasih dan Dita? kasihan kedua Anak kita karena saat ini mereka harus terlibat cinta segitiga. Ayah kasihan sama Dita dan Kasih, karena mereka sudah saling mengorbankan perasaan mereka."


"Iya Yah, tapi semua keputusan ada di tangan Anak-anak, dan sebagai orangtua, kita hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk Anak-anak kita," ujar Bunda Cinta.


Ayah Ilham dan Bunda Cinta memutuskan untuk menjenguk Kasih setelah sebelumnya mereka menitipkan Iqbal dan Dita kepada Dika, karena Ayah Ilham dan Bunda Cinta selalu merasa jika Anak-anaknya masih kecil.


......................


Beberapa saat kemudian, setelah kepergian Bunda Cinta dan Ayah Ilham ke kediaman Argadana, Rangga datang ke kediaman Pratama, karena Rangga terus saja memikirkan Dita, dan Rangga memutuskan untuk menemuinya.


Dokter Rizki dan Rangga saling menatap, karena sebelumnya mereka sudah saling mengenal saat kuliah di luar negeri, tapi Dokter Rizki sudah berniat untuk mendekati Dita, meski pun harus saingan dengan Rangga, kali ini Dokter Rizki tidak akan mundur.


"Rizki, ada apa kamu datang ke sini?" tanya Rangga dengan tatapan sinis.


"Kamu sendiri mau apa datang ke sini?" Dokter Rizki balik bertanya kepada Rangga, tapi belum juga Rangga menjawab, Dita terlihat membuka pintu, karena sebelumnya Dokter Rizki sudah menelpon akan datang ke kediaman keluarga Pratama.


"Ki, kamu sudah datang? yuk masuk," ajak Dita tanpa memperdulikan keberadaan Rangga.


"Dita tunggu," ucap Rangga.


"Ada perlu apa lagi? apa kamu tau kalau sekarang Ayah dan Bunda sedang pergi ke rumah kamu untuk menjenguk istri kamu? mereka pasti kecewa karena kamu malah datang ke sini," ucap Dita dengan penuh penekanan.

__ADS_1


Jadi Rangga sudah menikah? sepertinya Rangga juga menikah dengan saudara Dita. Bagus deh kalau seperti itu, sekarang aku sudah tidak mempunyai saingan lagi untuk mendapatkan Dita, ucap Dokter Rizki dalam hati dengan terus mengembangkan senyuman.


"Aku hanya ingin bertemu dengan kamu Dita, aku tidak bisa jauh dari kamu."


"Apa kamu sadar dengan semua yang kamu ucapkan Rangga? kamu adalah Suami dari saudaraku sendiri, harus berapa kali aku mengatakan semua itu kepadamu?" ucap Dita dengan nada yang tinggi.


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah berhenti mencintai kamu Dita, karena bagiku hanya kamu cinta pertama dan terakhirku."


"Terserah kamu, tapi sekarang aku sudah mempunyai pengganti kamu. Kamu sudah kenal kan dengan Rizki? dan kamu harus tau kalau Rizki adalah Calon Suami aku," ujar Dita yang sengaja berbohong kepada Rangga.


Rizki merasa terkejut dengan perkataan Dita, tapi Rizki tidak mengatakan apa pun, karena Rizki ingin tau apa yang sedang direncanakan oleh Dita.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini Rangga, seharusnya saat ini kamu terus menemani Kasih dan memberikan dukungan untuknya, bukannya malah mengganggu kami yang akan pergi berkencan," ujar Dita, tapi Rangga tidak bisa menerima hubungan Dita dan Rizki, sehingga saat ini Rangga terlihat emosi.


"Dita, kamu tidak bisa melakukan semua ini kepadaku, aku Sangat mencinta kamu," teriak Rangga dengan terus memegangi tangan Dita.


"Kenapa aku tidak bisa melakukan semua ini kepada kamu? sedangkan kamu sendiri yang sudah lebih dulu mengkhianati cinta kita, jadi kamu jangan bersikap seolah-olah kamu yang sudah menjadi korban."


Rizki mencoba melepaskan tangan Rangga dari Dita, tapi tiba-tiba Rangga kehilangan kendali kemudian memukul wajah Rizki, sehingga perkelahian pun tidak terelakkan lagi, karena keduanya tidak ada yang mau mengalah.


"Rangga, Rizki, apa yang sudah kalian lakukan di rumahku?" teriak Dika yang mendengar keributan di rumahnya, apalagi Dita berteriak meminta tolong.


Rangga dan Rizki yang sudah babak belur akhirnya berhenti setelah mendengar teriakan Dika.


"Berani sekali kalian berkelahi di rumahku, apa kalian pikir Dita adalah barang yang bisa kalian perebutkan?" teriak Dika dengan memeluk tubuh Dita yang terlihat ketakutan.


"Maaf Tuan, karena saya sudah membuat keributan di rumah Anda," ucap Rizki yang merasa malu kepada Dika.


"Maaf Om, Rangga tidak bermaksud seperti itu, Rangga hanya tidak bisa menerima keputusan Dita yang memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Rizki."


"Atas dasar apa kamu tidak bisa menerima semua itu? sekarang kamu bukan siapa-siapa Dita, jadi kamu tidak berhak melarang Dita untuk berhubungan dengan siapa pun juga."

__ADS_1


"Tapi Rangga sangat mencintai Dita Om, dan Rangga tidak rela melihat Dita bersanding dengan lelaki lain."


"Rangga, tidak seharusnya kamu bersikap egois. Om minta sama kamu untuk melepaskan Dita, karena Dita juga berhak bahagia dan melupakan masalalunya, terutama saat bersama kamu. Apa kamu sadar kalau kamu sudah menyakiti Dita?"


__ADS_2