Penguntit Jodoh

Penguntit Jodoh
17 Tahun


__ADS_3

Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....


Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...


Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...


Happy reading


Saat ini Alex berusia 17 tahun dan sudah terbilang dewasa Alex tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan tinggi putih dan berhidung mancung, pantas aja banyak perempuan yang mengejarnya.


Terkadang ada beberapa perempuan yang datang ke rumah untuk mendekati Alex mungkin itu hanya teman-temannya pikir Mama Cindy,namun mamah Cindi pun tidak memungkiri bahwa dia juga khawatir janji di masa lalunya menjodohkan Alex akan gagal.


Ada banyak alasan perempuan yang datang ke rumahnya untuk mengerjakan tugas atau ada kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang harus mengajak Alex untuk ikut serta.


"Ugh kenapa sih selalu ada perempuan mencari anakku?". Biasanya jika punya anak laki-laki dan banyak yang suka kan orang tua senang anaknya laku gitu, tapi ini berbeda karena Mamah Cindi sudah pernah berjanji dengan Mommy Angelica untuk menjodohkan Alex dengan Adelia.


Banyak perempuan yang mengejar Alex akan diatasi oleh Marsha. Iya Marsha merupakan sahabat Alex yang sering berpura-pura menjadi kekasihnya jika ada perempuan lain yang mengganggu Alex.


Marsha merupakan sahabat Alex dari kecil.


flashback on


Di usia Alex 10 tahun mereka mendapatkan tetangga yang baru pindah dari Amsterdam.


tetangga baru itu memiliki seorang anak bernama Marsha yang dulunya pernah tinggal di Amsterdam bersama kakeknya yang sudah menetap disana.


Karena usia Alex dan Marsha sama maka sekolah nya pun disamakan oleh orang tua Marsha mengikuti sekolahnya Alex yang merupakan tetangga mereka, ya sebenarnya hal itu untuk mempermudah orang tua Marsha, untuk menyamakan kegiatan Marsha dengan Alex agar mempermudah misalnya dalam pengerjaan tugas atau jika mereka telat untuk menjemput maka bisa bersama dengan Alex yang merupakan tetangganya. Karena orang tua dari Marsha sibuk mengurusi bisnisnya jadi terkadang Marsha tidak terlalu diperhatikan.


Mamah Cindi pun tidak keberatan jika Marsha dititipkan atau bermain seharian di tempat Alex karena dia bisa bermain bersama Alex sehingga hari-hari Alex bisa lebih berwarna pendapat beraktivitas selayaknya anak kecil yang lain.


flashback off


Dari dulu Alex menganggap Marsha sebagai sahabat atau malah seperti saudarinya sedangkan Marsha yang tumbuh dewasa lama kelamaan merasakan perasaan yang berbeda terhadap Alex. Hal ini sangat wajar karena Marsha biasa bersama dengan Alex setiap harinya maka benih-benih cinta tumbuh dihati Marsha kepada Alex, walaupun Marsha selalu menutupi perasaannya terhadap Alex.


Hari ini Marsha main ke tempat Alex, mereka mengerjakan tugas sekolah secara bersama-sama. Setelah mengerjakan tugasnya akhirnya waktunya untuk mencicipi makanan yang dibawa oleh Marsha. "Alex aku tadi bawa makanan tadi aku beli di tempat kesukaanmu?"


Marsha lalu mengambil makanan dan menyuapinya Alex.

__ADS_1


Marsha melihat Alex begitu kaget saat akan disuapi oleh Masha, namun Alex tidak ingin mengecewakan Marsha akhirnya dia pun memakan makanan yang diberikan oleh Marsha.


Alex yang memakan makanan yang disuapinya perasaan Marsha sangat senang dan berbunga-bunga karena Alex tidak menolak makanan yang akan disuapi kepadanya.


"Gimana enakan?"


"He-eh", jawab Alex dengan nada datar. sebenarnya Alex selalu menjaga jarak dengan Marsha dia pun dapat merasakan bahwa Marsha memiliki perasaan yang berbeda terhadapnya.


Alex selalu merasa dia harus menjaga hatinya untuk seseorang maka dia akan selalu menjaga jarak dengan perempuan-perempuan yang mengejarnya. Namun sebenarnya Alex tidak mengingat kenapa dia harus menjaga hatinya.


Semakin dewasa dan banyak kegiatan Alex sebenarnya sudah melupakan temannya di waktu kecil yang bernama Ajel. Namun jika dipaksakan kemungkinan Alex bisa saja mengingatkan kembali.


Mamah Cindi melihat adegan Alex yang disuapi oleh Masha seperti itu malah jadi ketakutan sendiri. Takut anaknya ada yang yang menyukai karena dia teringat dengan kesepakatannya dulu dengan keluarga Angelica.


Mamah Cindi tentu saja dapat merasakan apa yang dirasakan Marsha terhadap anaknya. Bagi Mamah Cindi Marsha merupakan anak yang baik tidak ada yang kurang dari Marsha sebenarnya namun janji untuk melakukan perjodohan dengan Ajel setidaknya harus ditepati karena janji itu adalah hutang.


Mama Cindy berencana untuk memberitahukan tentang perjodohan nya dengan anak yang dulu sudah pernah ditolong oleh Alex.


Pada malam hari, mereka duduk di ruang makan untuk menikmati makan malam bersama.


"Enak kok bikin papah ketagihan, nih kan ambil lagi enak sih kapan-kapan masakin lagi ya mah, Wah enaknya ya kalau punya istri suka masak, jadi makin....."


"Hussssh papah ada Alex pah nggak boleh dong kayak gitu!"


Alex hanya menggeleng dengan kelakuan orang tuanya.


"Eh iya ada anak dibawah umur maaf ya Alex!"


"Kata siapa masih dibawah umur pah sekarang aja Alex udah disuruh bikin KTP tadi udah di suruh-suruh di sekolahan berarti kan Alex udah gede dong!"


"Iya anak papah ternyata sekarang udah gede ya berarti sekarang umurnya udaaah...?"


Seketika itu juga Mamah Cindi dan Papah Desta saling berpandangan tanpa mereka berkata kata mereka sudah tahu apa yang dipikirkan oleh pasangannya.


"Sekarang udah 17 tahun pah, berarti Alex udah boleh naik mobil sendiri dong pa kalau udah 17 tahun?"


"Apa di sekolahmu boleh membawa mobil?" tanya papahnya. Alex pun mengangguk.

__ADS_1


"Wah nanti kalau kamu bawa mobil pasti banyak lagi cewek-cewek yang bakal ngejar ngejar kamu Alex, bisa-bisa nanti kamu ke GR an, atau nanti kamu malah nggak bisa membedakan cewek yang benar-benar cinta sama kamu atau yang hanya melihat dari apa yang kamu miliki"


"Ya nggak segitunya kali mah kan Alex cuma bawa mobil aja, yang kayak gitu kan cuma ada di novel yang sering mamah baca iya kan mah? kayaknya mamah perlu bacaan yang lain deh? contohnya kayak baca resep masakan mah! Kan katanya papah suka masakan mamah ya kan pah?malah nanti papah jadi semakin cinta sama mamah tuh liat..hahhahaha."


"Eh tau aja Alex mamah suka baca novel padahal biasanya mamah ngumpet-ngumpet loh kalau baca baca novel!" batin Mamah Cindi.


Setelah selesai makan malam mereka lanjutkan dengan menonton TV di ruang keluarga.


"Alex ada yang harus mamah bicarakan karena kamu sudah berumur 17 tahun". Mamah Cindi memperlihatkan video yang pernah dibuatnya kepada Alex tentu saja kedekatannya dengan Ajel pada waktu kecil.


"Apakah kau mengingatnya?"


"Aku tidak yakin mah mungkin beberapa kali ingat tapi aku hanya sedikit mengingatnya namun aku tidak bisa menggabungkan semua cerita dalam hal-hal yang kuingat yang kadang terlintas?"


"Dulu kamu pernah menolong seorang anak kecil yang diculik oleh orang gila dan akhirnya anak kecil itu ditinggal di rumah kita, setelah dijemput oleh orang tuanya pada akhirnya kami menjodohkan kamu dengan anaknya. Anak itu biasa kamu panggil Ajel, Alex maafkan mamah sudah menjodohkanmu pada waktu itu."


"Nggak papa kok mah kayaknya aku sedikit mengingatnya setelah melihat video itu!"


"Dan kami dulu berjanji akan bertemu saat usia Ajel 20 tahun ya mungkin sekitar 4 tahun lagi, karena kamu tidak menolak perjodohan ini jadi kamu buktikan harus menjadi seseorang yang bisa menjaga dan menafkahi Ajel di masa depan. Maafkan Mama yang harus menceritakan ini, setidaknya setelah menceritakan tentang ini, kamu bisa menjaga hatimu dari cewek-cewek yang mendekatimu!"


"Iya mah, kayaknya aku agak sedikit ingat dia adalah princess yang harus aku temukan seperti Cinderella kan? hehehehe"


"Ya sudah kalau kamu sudah mengerti sekarang sudah malam tidurlah karena besok kamu harus sekolah, jangan lupa berdoa sebelum tidur ya!"


Mamah Cindi tersenyum lega karena ternyata Alex tidak menolak perjodohan yang dulu sudah dibuat dengan mommy Angelica.


"Udah selesai nih diskusinya sama Alex? dari tadi papah ngantri lho!"


"Ih papah ngantri apaan sih?"


"Ngantri jatah gitu mah?"


"Jatah apa? jatah sembako?"


"Hahaha" dan akhirnya mereka juga ke kamar. Ngapain? ya tidurlah emang burung hantu yang kalau malam nyari mangsa!"


Author: udah enggak usah diurusin mereka mau ngapain, kalau udah halal mah sah-sah aja ya?

__ADS_1


__ADS_2