
Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
Happy reading
Marsha mencoba mengatur perasaannya dia berusaha tetap biasa seakan-akan apa yang terjadi di pagi hari tidak pernah terjadi karena pada saat dia berubah maka dia akan jauh dari Alex jadi dia tetap berusaha biasa saja agar dia tetap masih dekat dengan Alex.
Waktunya pulang sekolah seperti biasa mereka bertiga berjalan ke parkiran. Mamah Cindy yang sudah tahu jam pulang Alex menelepon, dan Alex menerima teleponnya.
"Marsha sorry gue mau jemput mamah di mall tadi minta dijemput terus nanti sore mamah minta lu datang ke rumah buat bantuin mamah katanya dia mau praktek bikin roti pengen ditemenin sama lu".
"Terus gue ikut jemput mamah atau..."
"Sorry ya Sha lu tau sendiri kan mamah gue kalau di mall gimana? bisa aja dari mall dia minta mampir ke mana lagi gue kasihan takut lu capek, Dev gue ngerepotin lu lagi ya tolong anterin Marsha pulang ke rumahnya"
"Ok"
__ADS_1
Alex segera berlalu dan dia pergi menuju mall di mana Mamah Cindy berada saat ini.
Marsha dan Dev berjalan menuju mobil Dev, dia membuka pintu mobil untuk Masha, "Silahkan tuan putri"
"Dev jangan lebay deh"
"Lebay dikit aja nggak papa kan sayang?"
"Dev udah deh jangan bercanda nggak ada Alex nggak usah manggil-manggil sayang segala!"
"Ya inikan masa training jadi cowok pura-pura biar nanti udah lihai gitu kalau ada Alex manggil sayang nya sama lu biar makin cemburu deh dia, itu kan yang lu mau?"
"Dih manyun gitu!bibir lu tuh diatur bikin gue nafsu aja monyong-monyong gitu"
"Ih gue tabok lu,udah cepat pulang!"
"Iya sayang".Lama kelamaan Marsha sudah tidak peduli kalau Dev memanggilnya dengan 'sayang'. Dev mengantarnya ke rumah Marsha, memastikan Marsha masuk kedalam rumah dan segera berlalu. "Mimpi apa gue semalam, tanpa usaha kerja keras, tuan putri jatuh ke pelukan gue hihihi" selama perjalanan pulang Dev senyum-senyum sendiri mengingat rejeki nomplok hari ini.
Sore hari Marsha pergi ke rumah Alex untuk membantu Mamah Cindy membuat Japanese cheese cake yang memiliki tekstur yang sangat lembut. suasana di dapur Mama Cindy pastinya sangat heboh karena mereka harus benar-benar memastikan seluruh proses pembuatannya dengan benar untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
__ADS_1
"Pokoknya nggak boleh gagal ya Sha"
"Iya mah kayaknya enak nih Japanese cheese cake-nya kalau liat tutorialnya kayaknya sih caranya udah bener tapi nanti kita lihat hasilnya ya mah."
Tok.. tok...tok pintu diketuk menandakan ada tamu yang datang.
"Marsha aja yang buka mah", dan Marsha pun berlalu untuk membuka pintunya. Setelah pintu terbuka ternyata Dev yang datang ke rumah Alex.
"Loh kok disini ngapain?"
"Janjian sama Alex ,sayang, mau main PS. Alex ada kan?"
"Ada, duduk dulu ya".Marsha mempersilahkan Dev duduk di ruang tv.
"Alex Alex ada Dev nih!" Marsha memanggil Alex dengan suara keras agar Alex keluar dari kamarnya. Setelah memanggil Alex Marsha lalu melanjutkan kegiatannya di dapur bersama Mamah Cindy. Dev bisa melihat keseruan antara Masha dan Mamah Cindy di dapur.
"Emang benar Marsha sudah sangat dekat dengan keluarga Alex, kelihatannya Marsha juga deket sama mamahnya Alex. Menantu idaman kapan-kapan gua kenalin sama bunda gue!"batin Dev.
Alex keluar dari kamarnya dan mengajak Dev untuk bermain PS di kamarnya.
__ADS_1