
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Pagi begitu cerah sinar mentari mulai masuk dalam kamar Riko. Bunyi kicauan burung di di luar mengusik tidur Riko yang sangat lelap. Riko mulai mengerjapkan matanya karena silau terkena cahaya matahari. Riko memang sengaja menempatkan tempat tidurnya berhadapan dengan jendela sebagai alarm alami saat matahari mulai bersinar. Di pagi hari sinar mentari akan masuk ke kamarnya dan akan membangunkannya secara otomatis karena dia akan terganggu dengan sinar yang masuk ke dalam kamar. Ini adalah salah satu cara Riko agar hidupnya lebih disiplin dimulai dengan membiasakan diri bangun lebih pagi.
Semalam Riko merasakan pusing yang sangat luar biasa dan darah keluar dari hidungnya, setelah dia beristirahat semalaman ia merasa lebih sehat. Selama ini dia mengabaikan kesehatannya namun untuk kali ini dia ingin memeriksakan di rumah sakit, dia berpikir ingin memeriksakan diri ke rumah sakit karena jika dia berada di negara asing dia tidak mau mengalami sakit yang berkepanjangan sendirian.
Sebelum ke rumah sakit dia juga harus mengerjakan tugas kuliahnya karena hari ini adalah waktu deadline untuk pengumpulan dan tugasnya. Selama ini memang kuliah dilaksanakan secara daring karena kondisi pandemic covid 19.
__ADS_1
Tugas Yang telah dikerjakan harus dikumpulkan ke kampus, Karena rencananya dia akan ke rumah sakit maka Riko sebaik mungkin mengerjakan tugasnya.
Setelah tugas sudah selesai dia bersiap-siap membersihkan diri dan menggunakan pakaian yang sederhana karena rencananya hari ini dia akan ke kampus.
Setelah selesai mempersiapkan diri dia segera menuju basement dimana mobilnya terparkir dan Riko segera melajukan mobilnya menuju ke kampus.
Suasana di kampus begitu sepi karena hanya beberapa orang saja yang diperbolehkan dan dibatasi masuk ke dalam kampus jika keperluan. Berada di kampus dalam kondisi pandemic seperti ini memang agak aneh karena kampus terlihat sangat sepi, dia tidak melihat teman-temannya di kampus. Riko mengumpulkan tugas , kebetulan dosen yang mengampu mata kuliahnya sedang standby berada di kampus.
Setelah selesai urusannya dia segera meninggalkan kampus dan menuju ke tujuan berikutnya yaitu ke rumah sakit untuk memeriksakan diri.
"Halo tuan muda Liandro, bagaimana kabarnya?"
"Panggil saya Riko saja dok!"
__ADS_1
"Ok..ok..Riko, ada yang bisa saya bantu"
"Dok saya sering merasa pusing dan semalam pusingnya lebih pusing dari biasanya dan kemarin juga mimisan, mungkin saya hanya kecapean saja dok. Saya cuma pengen ngecek saja dok"
Kemudian dokter William melakukan berbagai pengecekan terhadap Riko. Dokter William sebenarnya merasa agak khawatir dengan kondisi Riko setelah melakukan pemeriksaan awal, dia menyarankan untuk melakukan pengecekan laboratorium.
Dokter Willian berusaha untuk tidak menampakannya kekhawatiannya dan berusaha untuk menyampaikan kekhawatirannya sebelum hasil cek laboratorium hasilnya keluar.
Rumah sakit yang didatangi oleh Riko merupakan rumah sakit yang sangat profesional hasil pemeriksaan terhadap Riko akan keluar pada sore hari. Riko berencana akan langsung mengambilnya di sore hari ini, Kebetulan hari ini memang rencananya Riko tidak ke perusahaan untuk melakukan pengecekan. Ketika menunggu hasil pengecekan lab agar tidak bosan menunggu menuju cafe yang terlalu jauh dari rumah sakit.
“Kayaknya mending ke cafe deh daripada bosen nunggu di rumah sakit lagian tadi juga belum makan” gumam Riko. Dia menunggu di cafe Smokey.
__ADS_1
Ketika memesan makanan dan setelah makanannya tersaji dia segera menyantapnya namun dia berusaha pelan dalam menikmati makanannya sambil menunggu hasil cek laboratorium keluar. Karena dia tidak ada tujuan lain jadi dia pun mengerjakan beberapa pekerjaan menggunakan tabletnya. Dia sangat serius mengerjakan pengecekan data di perusahaannya.