Penguntit Jodoh

Penguntit Jodoh
Hilang


__ADS_3

#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....


#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...


#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...


#Happy reading


Setelah pertemuan dengan mahasiswa Indonesia di Graham's kitchen, gini Adelia dapat melakukan penguntitan jodohnya dengan lebih tertarget.


Sebenarnya aneh juga sih Adelia harus menjadi penguntit buat jodohnya tetapi karena Adelia begitu penasaran dengan sosok Alex jadi mau nggak mau dia melakukannya walaupun harus kerja keras agar dapat berkuliah di Amsterdam.


Adelia mulai cari tahu tentang kegiatan apa saja yang dilakukan oleh Alex di kampus. Adelia berusaha membagi waktunya saat melakukan penuntutan terhadap Alex dengan waktu kuliahnya.

__ADS_1


Waktunya istirahat biasanya Alex akan pergi ke kafetaria di kampusnya. Adelia melihat jam di tangannya sekitar jam 12 waktu setempat dan tanpa pikir panjang dia segera berlari ke kafetaria hanya untuk melihat pujaan hatinya sedang berada di situ. Entah kenapa Adelia belum berani untuk mendekati Alex secara terang-terangan padahal bisa saja dia menggunakan alasan sama-sama mahasiswa dari Indonesia untuk mendekatinya, Tapi itu tidak dilakukan karena dia ingin menyelidiki sebenar-benarnya kehidupan dia seperti apa.


Adelia membeli makanan di kafetaria dan duduk agak jauh dari Alex namun masih bisa mengawasi Alex. Semakin lama-lama dilihat Adelia semakin jatuh cinta dengan Alex.


Tak terasa Adelia memakan makanannya sambil tersenyum dan pipinya sangat merona. dia seperti orang aneh yang ada di kafetaria itu karena makan sambil senyum-senyum sendiri.


Marsha yang sering beristirahat di kantin juga sering melihat Adelia mengawasi Alex.


Selain mengikuti kegiatan Alex beristirahat di kantin Adelia juga mengikuti kegiatan tambahan yaitu basket yang dilaksanakan oleh Alex setiap sore. Adelia juga sering melihat di pinggir lapangan saat Alex sedang bermain basket. Kadang dia juga bersorak-sorak dengan penonton yang lain untuk menyemangati tim basketnya. Tetapi mungkin dia tidak akan terlihat oleh Alex, yaaa tentu saja karena dia sedang menyamar menjadi orang yang tidak mudah diperhatikan.


Marsha kali ini juga ingin melihat Alex main basket, selama ini dia tidak pernah melihatnya. Saat berada di pinggir lapangan dia melihat Adelia kembali.


"Ya ampun ni cewek, dimana-mana ada, bener-bener dia seperti penguntit! Alex ga boleh tau! bisa-bisa nanti dia penasaran siapa yang nguntit, eh kalau tau juga ga bakal tertarik sama tuh cewek! Gue yang akan beresin tuh cewek dasar kegatelan!"

__ADS_1


Marsha belum memiliki skenario bagaimana menyingkirkan Adelia. Tentunya dia masih memikirkan strategi apa yang akan dilakukan.


Sebelum rencana Marsha dijalankan ternyata kampus memberlakukan konsep belajar daring, karena kondisi covid-19. Kegiatan kampus di nonaktifkan namun dengan belajar jarak jauh.


Adelia tidak melihat Alex lagi. Dia begitu sedih padahal selama ini hanya melihat Alex sudah memberi warna harinya.


Dua bulan Adelia mencoba mencari ke apartemen Alex namun tidak pernah ada.


"Kemana kak Alex?kok menghilang? gue ga punya kontaknya lagi! dulu ga enak mau minta karena Kak Marsha tanya suka Kak Alex? ya otomatis malu lah mau minta nomornya" pikirnya.


Marsha yang sedang mencari Alex karena beberapa waktu menghilang setelah dulu dia menelepon menyuruh menyelesaikan masalahnya dengan Dev, melihat Adelia juga disekitaran apartemen Alex dan berjalan meninggalkan apartemen Alex.


"Ngapain tuh bocah? gila bener-bener penguntit, jangan-jangan psycho!" gumam Marsha dan melanjutkan ke apartemen Alex namun hasilnya pun nihil.

__ADS_1


__ADS_2