
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....#
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...#
#Happy reading
Flashback on
Marsha yang malu karena mencoba menyuapi Alex dan ternyata Alex menolaknya, akhirnya beralasan akan mengerjakan tugas. Alex dan Dev mengira Marsha langsung ke kelas. Namun Marsha tidak langsung kekelas tetapi membeli minuman cup uuntuk dibawanya kekelas, setelah selesai membeli minuman, tadinya dia ingin menghampiri Alex untuk menawarinya. Saat mendekat dia mendengar pembicaraan Alex dan Dev, tidak semua pembicaraan yang Marsha dengar namun...
"Dev, ingat ga gue pernah cerita sama lu waktu gue masih kecil, kalau gue mau nyari princess gue?"
Dev mengangguk dan mendengarkan cerita Alex. "Kemarin mamah bilang kalau princess yang harus gue cari udah dijodohin sama gue. Jadi sebisa mungkin gue harus jaga hati buat princess masa depan gue Dev!"
Seketika itu juga Marsha pergi meninggalkan Alex dan Dev ke kelas. Marsha yang mendengar pembicaraan itu begitu syok, orang yang dia cintai dalam diam dan tadinya dia ingin mengungkapkannya dalam waktu dekat tapi dengan cerita yang didengar sendiri dia harus menjaga hatinya untuk princessnya.
Dikelas, Marsha hanya bisa melihat Alex dari kejauhan, dia masih bingung apa yang harus dilakukan apakah harus mengungkapkan dengan secepatnya atau....
Flashback off
Pulang sekolah Marsha dan Alex yang rumahnya berdekatan, dan karena mereka juga sudah bersahabat dari kecil sudah terbIasa pulang bersama. Dev,Alex dan Marsha berjalan ke parkiran. Marsha otomatis tanpa meminta langsung duduk disebelah Alex. Dev sudah terbiasa melihat pemandangan seperti itu, sebenarnya dia juga ingin menawari Marsha untuk ikut dengannya tapi karena sudah kebiasaan saat pulang kaki marsha melangkah mengikuti Alex, Dev pun belum mencoba mengajak Marsha. "Siapa gue?" pikirnya.
Dev dan Alex yang berjalan berdekatan akan memasuki mobil, "Jagain gebetan gue Lex!" bisik Dev ke Alex dan Alex mengacungkan jempolnya. Akhirnya mereka berpisah di parkiran karena arah rumah Dev berlainan arah.
Diperjalanan pulang mereka biasa bersenda gurau dia mencoba melupakan pembicaraan Alex dan Dev yang dia dengarkan dikantin waktu istirahat. Marsha sangat menikmati kebersamaan dengan Alex. "Semoga akan seperti ini selamanya, aku akan menjadi orang yang akan terus duduk disampingmu" batin Marsha sambil tersenyum melihat Alex. Alex sebenarnya tidak menutup mata dengan tingkah laku Marsha yang seperti itu tapi dia harus memposisikan diri sebagai sahabat, menjaga hati princessnya dan menjaga hati sahabatnya Dev yang menyukai Marsha. "Alex gue langsung pulang ya"
__ADS_1
"Tumben, kenapa?biasanya makan dirumah gue, nanti ditanyain mamah lho!" Marsha memang terbiasa dari kecil dirumah Alex, karena Mamah Cindi sudah biasa melihat orang tua Marsha jarang dirumah, Mamah Cindipun tidak tega pada Marsha dan sering menyuruh Marsha main dan makan ditempat Alex, dia merasa memiliki 2 anak yang harus diurus.
"Gue pegen rebahan"
"Gaya lu! kaum milenial malah asik rebahan"
"Rebahan juga kebutuhan Alex!"
"Rebahan juga butuh tenaga, makan dulu aja dirumah, bunda lu pasti ga masak kan?" Marsha mengangguk. Bundanya Marsha memang jarang mempersiapkan segala keperluan Marsha karena diapun sudah sangat sibuk. Menganggap Marsha bisa mandiri, hanya menyiapkan bahan mentah yang bisa dimasak oleh Marsha jika lapar. Mamah Cindi tidak tega melihat hal itu, jadinya selalu menyuruh Marsha makan dirumah.
# Ini nih orang tua agak aneh\, makanan anak ga disiapin\, ga anter jemput sekolah malah disuruh nebeng dan makan ditetangga\, enak banget jadi orang tua\, ada tetangga yang peduli malah keenakan nitip segala-galanya sama tetangga weleh...weleh..kata sikomo lewat! Lanjut nyooook ceritanye..
"Tapi gue lagi pengen dirumah Lex"
"Ya udah, gue juga pengen tidur siang, lumayan ada sehari ga ada yang gangguin jadi bisa tidur siang, tidur siang serasa mahal..jarang terjadi hehehhe"
"Lha lu emang ada-ada aja, minta temenin nonton tv, ngajak ngobrol mulu tanpa henti...kapan coba lu luat gue punya waktu tidur siang.."
"hahhahah..kan temen gue cuma lu di komplek lex!"
"Eh dah sampai ya...emmm makasih ya Lex" Marsha menutup pintu mobil dan menutupnya, kemudian Alex melajukan mobilnya ke rumahnya yang berjarak beberapa rumah dari rumah Marsha.
Alex yang memasuki rumah tanpa Marsha langsung ditanya Mamah Cindi. "Alex mana Marsha?"
"Tadi langsung pulang mah"
"Lho kok Marsha ga makan dulu! tadi bundanya Marsha telepon katanya dia sama suaminya harus keluar kota jadi bundanya nitipin Marsha".
__ADS_1
"Gapapa mah, Marsha kan udah gede, mungkin dia perlu me time, tadi udah Alex ajak buat makan masakan mamah tercinta, juga ga mau, katanya pengen rebahan"
"Ya sudah, Alex ganti baju trus makan ya sayang" Alex menganggunk mengiyakan perintah mamahnya.
Di lain tempat, Marsha menikmati rebahan dikasurnya sambil memikirkan pembicaraan Alex dan Dev mengenai princessnya. Marsha berusaha mengingat-ingat dulu Alex kecil juga sering menceritakan princesnya setelah Alex masuk SMP cerita tentang princessnya tidak pernah Alex ceritakan lagi. "Ya!" Marsha mendapatkan ide karena dia mengingat dulu Alex cerita bahwa dileher dibawah telinga ada seperti gambar ikan diprincessnya. Tanpa berfikir panjang Marsha pergi ke tukang tato, entah ini ide brilian atau bukan namun yang dia pikirkan adalah agar Alex menganggapnya seperti princess yang dicarinya.
Setelah sampai ditukang tato, Marsha mengungkapkan ke tukang tato seperti apa yang diinginkan.
"Bang buatin tato tapi seperti tanda lahir ya,yang ga tebel banget, abang pernah liat tanda lahir kan?"
"Neng, punya tanda lahir ga? biar abang samakan kepekatan warnanya"
"Ga ada bang"
"Berarti terserah gue ya warnanya"
"Kaya apa bentuknya?"
"Kaya ikan bang"
"Kayanya baru kali ini ada orang mau ditato bentuknya abstrak begini, yang namanya 'kayak' itu susah digambarkan, mending sekalian suruh gambar ikan aja neng" Marsha tersenyum mendengar pernyataan abang tato.
Tukang tato langsung mengeksekusi pembuatan tatonya, Marsha menahan sakitnya, sesekali dia meringis kesakitan. "Demi cinta pokoknya apapun ku lakukan!" Karena tatonya hanya kecil proses tato cuma sebentar.
Setelah tato sudah selesai Marsha segera kembali kerumahnya. Berusaha beristirahat untuk melupakan sakitnya proses tato. Marsha tersenyum membayangkan reaksi Alex melihat tatonya.
Punya rencana apa coba Marsha.....dasar anak-anak bucin, ada aja yang dilakuin demi cinta..
__ADS_1
like, komen, vote, gift yak sayangkuuuu.....ditunggu lho! biar Kak Fizhi tambah semangat terus semangat gerakin jempol buat nglitik eh salah ngetik maksudnya...jangan lupa juga reader juga klik jempolnya juga ya say