
.#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....#
Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
Happy reading
Alex menuju ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya, dia mendudukkan dirinya di sofa kamarnya dan memikirkan apa yang dikatakan oleh mamahnya. Alex berusaha mengingat anak kecil yang pernah di tolongnya. Dia berusaha untuk mengingatnya dan tak terasa dia pun tersenyum mengingat saat ia berlari bersama Ajel waktu itu untuk menghindari orang gila yang mengejarnya.
Yeah Alex memang mengingatnya namun hanya kepingan-kepingan ingatan pendek saja tidak semuanya diingat karena waktu itu Alex masih kecil.
"Ajel suatu saat aku kan mencarimu, kau yang selalu hadir dalam mimpiku". Alex terbiasa memanggil Ajel dia tidak ingat nama aslinya adalah Adelia. Selama ini memang Alex terkadang bermimpi tentang sosok anak kecil yang selalu menemaninya dan di mimpi itu selalu tersenyum ceria kepadanya, Alex terkadang heran dengan mimpi nya, Mimpi itu akan selalu berulang dan selalu dengan anak kecil perempuan itu.
Sekarang Alex tahu bawa anak kecil itu adalah Ajel.
"Aku akan mengejarmu masa depanku bersamamu dan aku akan mencarimu princess ku" gumam Alex dan beranjak ke ranjang merebahkan badannya lalu memejamkan mata.
\=====
Satu minggu Alex mengurus surat-surat KTP dan SIM. Dia memegang KTP dan SIM yang sudah ada di tangannya, "Hahaha artinya aku sudah dewasa".
Malam hari di keluarga Alex sudah terbiasa makan malam bersama. Semua anggota keluarga sedang duduk di ruang makan sambil menyantap makanannya. Alex menjadi tidak sabar untuk menunjukkan KTP dan SIM yang sudah jadi. Namun dia menunggu waktu yang tepat yaitu pada saat mereka bersantai di ruang keluarga yang biasanya dilakukan setelah makan malam.
__ADS_1
Sekarang waktunya berkumpul di ruang keluarga, Alex membuka pembicaraan. "Mah pah, Alex mau menunjukkan sesuatu.... taraaaaaa" Alex menunjukkan KTP dan SIM yang sudah didapatkannya.
"Asli tuh boy?"
"Iya dong pah, jadi.... Alex udah boleh bawa mobil kan?"
"Iya pilih aja di garasi yang kamu mau"
"Yeeeeeee..... akhirnya!"
"Nyetir yang baik ya boy jangan ugal-ugalan!
"Iya pah tenang aja!"
"Hati-hati Alex!" ucap Mamah Cindi.
"Iya mah" lalu mencium mamahnya dan segera pergi ke sekolah.
Alex bergegas ke sekolah menggunakan mobil sport yang membuatnya semakin mempesona.
Setelah sampai di sekolah banyak pasang mata yang melihat Alex turun dari mobil sport nya dan terlihat bahwa mereka sangat mengagumi Alex.
"Siapa itu?"
__ADS_1
"Itu Alex ya ampun udah ganteng mobilnya juga keren banget! jadi makin jatuh cinta hihihi .."
Marsha yang mendengar cewek-cewek di sekolah membicarakan tentang Alex langsung sewot, "Dia cowokku awas lo"
"Idiiih sewot amat mbak"
Marsha mengabaikan celotehan cewek-cewek itu dan melangkahkan kaki mendekati Alex yang masih berada di parkiran. Alex yang baru turun dari mobil sedang mengambil tasnya di bagasi, begitu kaget melihat Masha yang tiba-tiba menggandeng tangannya dan mengajaknya berjalan menuju ke kelasnya.
"Apaan Marsha, kenapa gandeng tangan segala! lepasin Sha!"
"Udah diem tuh lihat cewek-cewek pada ngomongin lu, gue panas dengernya!"
"Laaah cewek ngomongin cowok kan wajar Marsha!"
"Udah ayok kekelas!"
"Yaaaa ternyata udah punya cewek Alexnya..."ucap cewek-cewek disekolah melihat Alex dan Marsha berjalan bergandengan. Marsha memang sudah terbiasa seperti itu jika ada cewek yang suka dengan Alex maka diapun akan menjadi tameng untuk menghalangi cewek-cewek tadi mendekati Alex. Alex pun tidak berpikir terlalu jauh tentang perasaan Marsha karena memang dia menganggap Marsha sebagai sahabatnya.
Jam istirahat Alex ke kantin bersama Dev, banyak pasang mata cewek-cewek di sekolah yang melihat Alex di kantin. Marsha menyusul Alex ke kantin setelah memesan makanan dia pun duduk di sebelah Alex. Mereka mengobrol bertiga, beberapa saat Marsha mengambil makanannya dan akan menyuapi Alex.
Dia berharap ketika Alex mau disuapi oleh nya seperti hari kemarin cewek-cewek yang ada di sana akan mengerti jika Marsha dekat dengan Alex. Namun tak disangka tidak seperti harapan Marsha, Alex menolaknya. Marsha berusaha bersikap biasa saja padahal di dalam hatinya dia merasa sangat kecewa.
Dev melihat kekecewaan dari Masha namun Alex merasa cuek. Marsha berusaha cepat untuk menyelesaikan makanannya dan setelah selesai dia pun berpamitan dengan Alex dan Dev yang masih duduk di kantin. "Duluan ya gue ada tugas yang belum dikerjain". Sebenarnya Marsha hanya beralasan karena tadi dia begitu malu Alex menolak suapannya di depan Dev.
__ADS_1