
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Setelah sudah selesai melakukan pemeriksaan, dokter William segera meninggalkan ruangan. Riko setelah dari toilet dia kembali ke ranjang pasien.
"Apa lu gak terlalu bodoh melakukan hal ini Riko?!!"
Riko tentu saja kaget mendapatkan pertanyaan yang seperti itu. namun dia bersikap tetap tenang.
"Alex gue tahu gue nggak terlalu dekat sama lu, tapi karena gue merasa bersalah nabrak lu dan ternyata ginjal lu rusak semuanya. gue pasti ngerasa nggak tega lihat lu kayak gitu. Bagaimana caranya seseorang bisa bertahan tanpa ginjal sama sekali! gue yang salah dan gue yang harus bertanggung jawab, ini bagian tanggung jawab gue sama lu"
__ADS_1
"Ya Tuhan, gue tau perasaan bersalah lu, tapi setelah ini hidup lu bakal beda hanya dengan 1 ginjal"
"Iya, dan kita sama hanya punya 1 ginjal. Gue harap lu jaga baik-baik ginjal gue yang udah ada di tubuh lu"
"Jangan merasa bersalah Riko,gue juga salah waktu itu, gue naik motor karena buru-buru mau ngumpulin tugas dan gue naik motor sambil telepon mungkin itu yang membuat gue ga konsen dijalan,gue ga bakal nyalahin lu Riko,gue tetep berterimakasih sama lu, coba kalau gue ditabrak orang lain belum tentu yang nabrak gue mau ngasih ginjalnya"ungkap Alex
"Gue tetap bener-bener berterimakasih sama lu Riko, lu udah ngasih sesuatu yang sangat berharga di diri lu,dan gue bisa hidup untuk mengejar impian gue?" lanju Alex
"Apa?"
"Princess?"
"Iya waktu kecil, dia gue tolong, dan akhirnya kita dijodohkan,dan gue harus jadi seseorang jika nanti gue ketemu sama dia! terima kasih udah ngasih ginjal lu sama gue dan itu ngebuat gue punya kesempatan untuk menemuinya nanti".
"Oh ya ngomong-ngomong soal tugas, gue udah kirim tugas lu sama dosen. Dan dosen juga udah nerima tugas lu".
__ADS_1
"Makasih Riko atas semua bantuan lu sama gue, gue gak bakal lupa, walaupun lu yang nabrak gue tapi lu udah banyak menolong gue" Riko menganggukkan kepalanya.
"Lebih baik kita beristirahat untuk mempercepat kesembuhan".
Beberapa hari kemudian.
Marsha mencari Alex di kampus dan di apartemen namun tidak menemukannya. Dia semakin gusar karena saat dihubungi Alex juga tidak mengangkatnya, ya karena Marsha menghubungi Alex dengan video call tentu saja Alex tidak mau mengangkatnya karena nanti akan ketahuan dia di rumah sakit. Jika Marsha tau tentu saja tidak terlalu lama Orang tua Alex akan mengetahuinya.
Marsha tadinya hanya ingin curhat dan meminta pendapat mengenai Dev, kini Marsha benar-benar sudah mengerti mungkin dia sia-sia jika terus mengharapkan Alex. Walaupun rasa suka dan ingin memiliki Alex masih sangat ada. Tapi mengingat perjanjiannya dengan Dev dan semakin dekat dengan waktu 1 tahun tentu saja dia harus mencoba membuka diri dengan mempertimbangkan baik buruknya Dev selama ini. Dev dan Marsha telah membicarakan kesalahpahaman yang terjadi antara mereka, dan sekarang hubungan mereka baik kembali.
Setelah beberapa hari Riko dan Alex diperbolehkan pulang.
\=\=\=\=\=\=
"Alex bisa nggak lu tinggal ditempat gue?setidaknya kita bisa saling mengingatkan menjaga kesehatan sesuai anjuran dokter kan?"
__ADS_1
# Mau aja Alex, lumayan kan ga sewa apartemen lagi bisa hemat biar cita-cita lu cepat tercapai bikin perusahaan sendiri hehheh... Sama kayak Kak Fizhi nih yang suka hemat kalau tanggal tua hehehhe...