
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Keindahan pantai yang benar-benar memberikan mereka ketenangan dan disitu mereka sambil mengobrol Karena setelah ini mungkin kebersamaan mereka yang akan mereka rindukan. Setelah ini mereka tidak tahu apakah bisa berkumpul lagi atau tidak.
"Eh habis kita lulus mau pada ngapain nih?" tanya Marsha karena dia sendiri pun juga penasaran apa yang akan dilakukan Alex selanjutnya.
"Gue lanjut kuliah di Amsterdam, alhamdulillah kemarin sudah diterima"
Terlihat Marsha agak sedikit kaget karena dia belum memiliki persiapan apa-apa untuk berkuliah.
"Gue juga kuliah cuma disini aja, bunda pengen ada yang nemenin dan Ayah pengen gue belajar bantu menghandle perusahaan, Kalau lu gimana Sha?".
"Emmmm....gue...gue kuliah juga, tapi tergantung mana yang mau terima gue hehhehe!"
"Bareng gue aja Sha, pasti gue bakal jagain lu!"
"Hemmmm ngarep banget lu, sayangnya harapan dan kenyataan kadang ga sejalan hehhehe" jawab Marsha enteng.
Dev sudah mulai agak khawatir apalagi Marsha yang menjawab seperti itu, "Bisa-bisa gue bakal kehilangan Marsha kalau dia jauh dari gue"
__ADS_1
Bukan hanya Dev yang khawatir, Marsha juga khawatir karena Alex akan keluar negeri itu artinya Marsha harus berjauhan dari Alex. "Tidaaaaaak, gue ga bisa jauh dari Alex!".
Mereka masih mengobrol kesana kemari, menikmati kebersamaan yang entah kapan akan seperti ini lagi. Hari hampir petang, merekapun kembali ke rumah. Mengantarkan Dev terlebih dahulu dan sekarang yang tersisa hanya ada Dev dan Marsha.
"Lex lu yakin kuliah di Amsterdam?
"He eh"
"Gue udah lama pengen kuliah disana Sha! pengen cari pengalaman".
"Semoga sukses ya Lex disana, gue pasti kangen banget sama lu" Marsha tiba-tiba memeluk Alex dari samping karena Alex sedang menyetir.
"Sha jangan gini deh Sha, lu kan udah gede udah bukan anak kecil lagi main peluk-peluk segala!"
"Yakan dulu pas lu masih kecil, sekarang beda dong"
"Tuh kan lu udah beda sama gue!"
"Gue tetap sahabat lu kok"
"Cuma sahabat?" Marsha begitu sedih nadanya melemah.
"Iya lu pikir apaan? Kakak? ya gue seneng aja kalau gue dianggap kakak"
"Iya kakak gue, kakak ketemu gede!"
__ADS_1
"Iya ya kita emang kakak ketemu gede hahhahha"
"Ingat Sha kita harus menjaga hati buat pasangan kita!lu kan udah ada Dev!"
"Alex gue jelasin ya, Dev itu bukan cowok gue titik".
"Sekarang lu ngomong gitu, entar lu yang ngejar-ngejar dia"
"Gak akan! gue sukanya sama lu Alex"
"Dasar bocah!" Alex tidak meneruskan pembicaraan dengan Marsha karena dia tidak ingin masuk terlalu dalam membahas hal seperti itu. Marsha memang sering mengatakan itu tetapi Alex hanya menganggapnya sambil lalu. Marsha juga tidak mempedulikan reaksi Alex, bagi dia yang penting Alex ada disampingnya.
Setelah sampai rumahnya, Alex langsung ke kamarnya dan beristirahat. Marsha mendekati Mamah Cindy untuk mencari informasi mengenai rencana kuliah Alex di Amsterdam.
Setelah selesai bercengkrama dengan Mamah Cindi, Marsha pulang kerumahnya. Dia memikirkan dirinya yang akan berjauhan dengan Alex. "Ya tuhan gue ga sanggup kalau jauh dari calon imamku!" Marsha terdiam sejenak.
"Ahaaa!" Marsha bersorak keras. "Gue juga harus kuliah disana! walaupun waktunya tinggal sedikit lagi untuk pendaftaran semoga masih bisa!"
Marsha segera bergerak dengan cepat untuk mempersiapkan berkas untuk syarat mendaftar kuliahnya, lalu memproses proses pendaftarannya. Dia juga meminta ijin bunda dan ayahnya dan akhirnya mendapatkan ijin karena Marsha sudah pernah hidup di Amsterdam.
#Hai...apa kabar Dev kalau tau Marsha juga ke Amsterdam?bayangin deh ga ketemu 4 tahun, yakin lu masih bisa sama Marsha.
#Marsha lu kira lu prangko apa nempel terus sama Alex? lu mah kayak ikan remora nempel terus sama ikan hiu..hihihi...
__ADS_1