
Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
Happy reading
Alex dan Dev sudah berada di kamar Alex lalu mereka memainkan permainan di PS yang ada di kamar Alex. Sambil bermain PS Dev membuka pembicaraan.
"Alex sorry gue mau cerita, dan mungkin gue sebaiknya cerita sama lu, tadi Marsha meminta gue pura-pura jadi cowoknya dia hanya untuk pura-pura?"
"Loh kenapa harus pura-pura jadian beneran aja sekalian?"
"Dia punya tujuan lain bro! dia pengen lu liat dia udah punya gebetan baru dan akhirnya lu sadar kalau lu itu cemburu dan menyadari bahwa lu sebenarnya cinta sama dia, itu tujuan Marsha".
"Masya Allah Marsha ide gila macam apa itu bisa-bisanya dia kepikiran kayak gitu! tapi tenang aja Dev gue tetep jaga hati buat princess gue.Tapiiii...."Alex berpikir sejenak. "Wah itu kebetulan banget bro dengan jadi pacar pura-puranya dia, lu bisa ngedeketin dia lebih intens lagi, gue yakin suatu saat lu pasti dapetin dia! Wah di sini lu yang paling pinter deh Marsha mau menjebak gue malah dia sendiri yang kejebak sama lu biar jatuh sama lu! sumpah cerdas banget temen gue yang satu ini".
__ADS_1
"Hahaha itu dia Lex, gue kasih waktu dia 1 tahun buat jadi cowok pura-puranya, kalau dia nggak berhasil, dia bakal jadi cewek gue seutuhnya. Saking senengnya dia langsung setuju aja tanpa berfikir panjang! eh pas gue ulang lagi perjanjiannya, baru nyadar dia udah bikin perjanjian kayak gitu sama gue.. hahahahah...nah lu ngerti kan kenapa gue cerita sama lu sekarang. Karena gue berharap 1 tahun ke depan lu tetap jaga hati lu buat princess lu. Dan Masha.... ya lu tau sendiri lah gue berharap 1 tahun kedepan dia bakal jadi milik gue"
"Tenang aja Dev"
"Gue percaya sama lu friend!"
Dan mereka berdua meneruskan permainan PS-nya.
\=====
Marsha yang sibuk dengan Mamah Cindy sudah selesai membuat Japanese cheese cake yang sangat lezat menurut mereka.
Mamah Cindy memberikan potongan kue ke Marsha dan Marsha segera mengambilnya kemudian menuju ke kamar Alex.
Tok tok tok....Marsha membuka pintu kamar Alex disana Dev dan anak sedang seru-serunya bermain PS.
"Alex ini kuenya udah jadi, dicoba ya jangan lupa di review nanti pasti ditanyain Mamah Cindy kuenya enak apa enggak!"
__ADS_1
"Gue nggak ada tawarin Sha?"
"Ini kan banyak makan aja".
Dev menghampiri kue yang masih dipegang Marsha,lalu mencobanya.."Emm enak..makasih ya sayang!" bisik Dev,Marsha langsung melotot. Dev yang mengerti Marsha tidak nyaman karena dia memanggilnya sayang,lalu kembali bermain PS dengan Alex.
Marsha meletakan kuenya di nakas kamar Alex. Marsha melihat sekeliling kamar Alex, mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar Alex.
"Masya Allah kamarnya kayak kapal pecah gini! biasanya kamar lu rajin Lex kok sekarang kayak gini".
Marsha segera membersihkan kamar Alex. Alex membiarkan Marsha membersihkan kamarnya. Dev melihat ekspresi Alex yang biasa saja itu tandanya Marsha memang sudah terbiasa di kamar Alex. Dev melihat Marsha yang sedang membersihkan kamar Alex terheran-heran apa segitu dekatnya mereka sampai tanpa diminta pun masih membersihkan kamarnya Alex?
Alex dan Marsha memang sudah terbiasa bersama sejak kecil, waktu kecil mereka terbiasa tidur dan bermain bersama di kamar Alex. Setelah dewasa Marsha sudah jarang masuk ke kamar Alex. walaupun sudah lama tidak ke kamar Alex namun kamar Alex tetap memberikan kenyamanan di diri Marsha.
Setelah membersihkan kamar Alex Marsha duduk di ranjang dan bersandar pada sandaran tempat tidur. Kegiatan hari ini yang melelahkan membuat Marsha begitu lelah dan mengantuk dan lama-kelamaan dia tertidur di kasur Alex.
Dev memperhatikan Marsha yang tertidur di kamar Alex.
__ADS_1
Dev menyenggol Alex dengan lengannya,dan menunjukan Marsha yang tengah tertidur dikamar Alex.
"Gapapa, dia udah biasa tidur disitu tapi dulu waktu kecil bro,ga usah cemburu lu!pas udah gede ga pernah,baru kali ini,tenang aja bro!"