
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Pagi telah tiba, mamah Riko yang bernama Kania sudah tidak sabar untuk bertemu calon mantunya. Semalaman mamah Kania yang kelelahan karena perjalanan ke Amsterdam seharusnya bisa tidur nyenyak tapi karena memikirkan seperti apa calon mantunya sampai mamah Kania sulit tidur.
Jam 6 pagi waktu Amsterdam mamah Kania mengetuk kamar Riko.
Tok..tok...tok... Riko bangun! Tok...tokkk..tokk..
Riko memaksakan membuka matanya karena terganggu dengan suara ketukan.
"Kayak gini nih rasanya kalau ada nyokap, ketok-ketok kepagian" gumam Riko.
Ketukan tidak berhenti, dan Riko segera membuka pintu kamarnya.
" Ya ampun mah, masih pagi ya!" ucap Riko dengan muka masih mengantuk dan berjalan menuju ranjangnya lagi dan tertidur memeluk bantal.Mamah Kania mendekati Riko dan menggoyangkan badan Riko.
__ADS_1
"Eh katanya mamah boleh ketemu calon mantu,ayo!"
"Ih mamah ga sabaran banget sih mah, jam segini Adelia juga masih molor mah, nanti kita datang malah cuma gangguin gimana? nanti malah Adelia cemberut sama Riko"
"Ayooo..ayoooo! ga mungkin cemberut, kamu kan punya jurus biar Adelia ga cemberut" pinta mamahnya tidak berhenti. Akhirnya Riko bersiap ke apartemen Adelia bersama papah mamahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Ting tong...Ting tooong
Adelia dengan muka bantal dan acak-acakan membuka pintu apartemennya. Saat pintu terbuka. Mamah Kania melihat Adelia dari atas kee bawah, celana hotpant, kaos t-shirt, rambut kayak singa berantakan, mata masih setengah terpejam.
"Ya ampun calon mantu ku!" batin Mamah Kania.
"Kenalin mamah papah gue, lagi main ke Amsterdam" lalu Riko berjalan menuju dalam apartemen Adelia. Adelia berjabat tangan dengan papahnya Riko dan mencium tangannya.
"Mamahnya Riko" Mereka berjabat tangan daan Adelia mencium tangan mamahnya seperti yang biasa dia lakukan pada orangtuanya, "Sopan banget, didikan orangtuanya pasti bagus! poin pertama calon mantu SOPAN" batin mamah Kania lalu mamah Riko cipika-cipiki Adelia.
"Hemmm...wanginya seger banget kayak anak kecil baru bangun tidur"
"Eh..eh, maaf mah bau ya?Adel belum mandi, silahkan duduk dulu Adel mau mandi hehheeh". Karena nggak enak ada tamu Adel belum mandi dia langsung berlalu ke kamar mandi.
__ADS_1
"Bukan bau acem kok nak, tapi bau baby" ucap mamah Riko dengan keras karena Adelia berjalan buru-buru ke kamar.
Riko family duduk di ruang TV. " Sayang, ga salah apa? calon mantu mamah masih bau minyak kayu putih sama bau minyak telon dah mau di nikahin sama kamu".
"Hehehehe, emang masih kecil mah dia sekolah ikut akselerasi jadi masih kecil tapi udah kuliah, setidaknya otaknya encer bagus buat calon indukan heheheh" ucap Riko dengan entengnya.
"Indukan? emang ayam?" gurau mamahnya "point kedua calon mantu 'JENIUS' "pikir mamah Riko.
Mamahnya mengedarkan pandangan ke apartemen Adelia, "Hemmm rapih, bagus..bagus, poin ketiga calon mantu RAPIH " batin mamah Kania.
Setelah menunggu beberapa saat, Adelia keluar dari kamarnya dengan tampilan cupu nya seperti biasa. Mamah Kania bertanya pada Riko sebelum Adelia mendekat.
"Kok malah cantikan sebelum mandi yang kayak singa ya?" ucap mamahnya lirih.
"Adel dulu pernah di culik mah, sekarang kalau ada orang dia nyamar jadi cupu karena disini ga ada yang melindungi, tapi aslinya beeeeh Miss universe aja lewat hihihi" jelas Riko lirih.
"Ya setidaknya ga ada saingan kamu dapatin Adelia hahahah" ledek mamahnya.
"Udah siap ya beb, ayo jalan..mamah pengen diantar jalan-jalan" ucap Riko dan dengan terpaksa Adelia menyetujuinya karena dia masih bingung dengan kejadian satu malam dan mengubah cerita hidupnya seperti sekarang tiba-tiba dia dekat dengan Riko yang tidak pernah terpikirkan dan harus jalan sama orang tuanya juga.
"Tenang aja ga diculik kok, gue jagain kok" ucap Riko sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ehemmm. Ehemmm" papah Riko berdehem.
"Ih kakak malu kan sama papah kalo diledekin gitu" ucap Adelia.