
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Vino menghela nafasnya mendengar Adelia yang ternyata telah dijodohkan oleh keluarganya. Awalnya dia berharap pada Adelia yang bisa menjadi perisai untuk sesuatu yang tidak dia inginkan.
Yah, awalnya dia ingin menjadikan Adelia pasangannya dan membawanya ke orang tuanya agar sesuatu yang mereka rencanakan gagal.
"Adel, sebenarnya kita sama, gue juga dijodohin, dan dari hati kecil gue, gue masih belum menerima perjodohan yang dilakukan orang tua gue" cerita Vino karena dia pun sudah mempercayai Adelia sampai dia pun menceritakannya. Adelia mendengarkan dengan seksama dan dia pun merasa kaget.
"Kenapa gak setuju kak?apa kakak blm cari tau orangnya? kali aja orangnya baik!"
"Untuk urusan jodoh sebenarnya gue nggak kepengen diatur-atur, setidaknya gue juga bisa nyari jodoh yang terbaik buat hidup gue. Gue pengen nyari wanita yang jadi tulang rusuk gue sendiri. takutnya gue nggak bisa cinta sama orang yang dijodohin sama gue kan malah kasihan kita yang jalanin kan?"
"Kenapa nggak nyoba dulu kak? siapa tahu itu jodoh yang terbaik buat kakak yang jelas semua keluarga sudah setuju pastinya keluarga juga harmonis antar besan gitu? hihihi"
"Ya kalau main terima aja emang hidup lu enggak flat gitu? rasanya tuh enggak menantang asal terima jodoh gitu aja, dan yang gue gak suka proses perjodohan ini kesannya seperti dipaksakan"
"Dipaksa?" tanya Adelia penasaran.
__ADS_1
"Iya terkesan dipaksakan, karena cewek yang dijodohin sama gue pada akhirnya dia juga sekolah disini juga, ya pastinya dia punya misi lah dia pengen dekat sama gue tapi semakin dia deketin gue kok rasanya gue masih agak risih ya?"
"Kalau gue, gue malah penasaran sama orang yang dijodohin sama gue, dan gue juga menghargai pilihan orang tua mungkin mereka pun sudah memperhatikan bibit bebet bobot nya tentu saja mereka tidak akan salah memilih jodoh untuk kita, tinggal nantinya kita mau untuk membuka diri gitu. bisa aja nanti kalau kita cari jodoh sendiri terus antar besan pada berantem kan nggak lucu juga setidaknya mereka yang menjodohkan kita ya otomatis mereka bakal akur lah, iya nggak?
"Bener juga lu!"
"Emang cewek yang dijodohin sama kakak siapa?"
"Dania" jawab Vino singkat.
"Oh my god, itu...itu...indukan sempurna kak buat keturunan lu! cantik, buat ngobrol juga enak kok..waa kalau gue jadi cowok otomatis gue langsung setuju lah" seru Adelia.
"Oh ya?" Vino malah agak heran dengan pernyataan Adelia karena selama ini Vino mengabaikan keberadaan Dania, sehingga tidak memperhatikan apapun yang ada pada diri Dania.
"Coba aja kak!kalau dilihat-lihat muka Kaka agak setipe kok, kemungkinan jodoh hihihi! cobalah membuka diri kak"
Mungkin memang gue coba sedikit membuka hati buat Dania, kalaupun mengejar Adelia juga orang tua Adelia belum tentu setuju karena mereka telah menjodohkannya" batin Vino.
Bel masuk berbunyi, akhirnya Adelia dan Vino mengahiri pembicaraan mereka dan kembali kekelas. Mereka berjalan menuju kelas.
Kriuuuuk..kriukkk...bunyi perut Adelia
"Laper mba? tuh cacingnya udah pada protes"
__ADS_1
"Ya iyalah, lagian tega banget kakak nyulik gue ke atap padahal gue laper akut!"
"Hahahah nanti gue traktir bakso deh!" ucap Vino.
"Ih ga mau nanti ketahuan mommy bisa-bisa gue diomelin, serasa gue lagi selingkuh dari jodoh gue hahahaha"
Mereka tertawa sangat lepas, tak terasa dengan menceritakan perjodohan oleh keluarganya Vino dan Adelia semakin dekat.
Dania melewati mereka dia membawa jus alpukat, Vino mengambil jusnya dan memberikan ke Adelia yang masih ada disampingnya.
" Eh eh kok diambil?"
"Tenang aja nanti gue ganti, kasian Adelia cacing perutnya udah meronta-ronta" ucap Vino.
Adelia mendengar hal itu langsung mengambil jusnya tanpa malu-malu.
"Kak Dania, maksud kak Vino mau ngajak ngedate di cafe buat nongki sambil minum jus alpukat buat gantiin jus ini" Adelia tersenyum.
"Eh dasar bocah,mulutnya diatur!
"Iya harus ganti lho jus alpukat nya!" ucap Dania .
"Terserah lu aja lah"
__ADS_1
Dania tersenyum setidaknya ada kemajuan, Vino mau mengobrol dengannya. Dania melihat Adelia tersenyum entah kenapa dia merasa Adelia juga membantu mendekatkan dirinya dengan Vino itu yang membuat Dania tidak cemburu jika Adelia dekat dengan Vino.
Mereka kembali ke kelasnya dan melaksanakan aktivitas hari ini.