
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Di sebuah cafe terlihat seorang lelaki tampan kece badai pokoknya hihi sedang asik melihat gawainya untuk mengecek data-data. Dia melihat jam menunjukkan pukul 2.30 sore waktu Amsterdam, dia begitu kaget karena dia sudah lama di cafe itu untuk mengecek data data perusahaan sehingga dia lupa waktu untuk kembali ke rumah sakit.
Riko segera bergegas ke rumah sakit dan segera menemui dokter William untuk melihat hasil pengecekan laboratorium kesehatannya.
Riko bertemu dengan dokter William kemudian dokter William memberikan hasil tes laboratorium nya dan menjelaskan sesuai dari hasil yang didapatkan. Riko terdiam dengan hasil tes laboratorium nya dan mencerna semua perkataan dari dokter.
Setelah mendengar penjelasan dari dokter William, Riko mengakhiri pembicaraan dengan dokter William dan segera pamit keluar. Dokter William menepuk bahu Riko berharap lebih tenang untuk menjalani semuanya.
Kembali ke parkiran menuju mobilnya, meletakkan hasil tes laboratorium nya di kursi penumpang dan dia mulai mengemudi menuju arah pulang ke apartemennya.
Hari ini Riko dalam keadaan tidak baik bukan hanya kesehatannya yang semalaman begitu pusing tapi perasaannya juga tidak terlalu baik hari ini.
Riko melamun tapi dia mempercepat laju kendaraannya walaupun tergolong tidak terlalu cepat melewati jalanan di Amsterdam.
Di perempatan jalan, Riko yang masih melamun ya tentu saja dia masih merasa tidak nyaman jika dia dari rumah sakit. Dia harus memikirkan bagaimana caranya agar dia tidak merasa sendirian di Amsterdam setidaknya ada yang memperhatikan kesehatannya karena aktifitasnya yang terlalu banyak sehingga selama ini dia mengabaikan kesehatannya.
__ADS_1
Karena Riko mengendarai mobil sambil melamun dia pun tidak sadar melewati perempatan jalan dan disitu ada pengendara motor yang sedang melintas.
Bruakkkk....
Kendaraan Riko menabrak seorang pengendara motor. Riko yang berada di dalam mobil kepalanya terkena setir mobil mengakibatkan kepalanya berdarah, namun kecelakaan itu tidak membuat Riko terluka parah.
Dia keluar dari mobilnya dan mengecek kendaraan yang dia tabrak.
Berjalan menuju pengendara yang ditabraknya, dan membuka helm pengendara tersebut. Dia merasa mengenal wajah di balik helm itu, dan Riko pun langsung tersadar siapa sosok yang sedang tergeletak yang sudah ditabraknya, dia adalah teman satu kampusnya, Alex.
"Alex! ya Tuhan, Alex...Alex...bangun!" jerit Riko.
Riko menggoyangkan badan Alex namun tidak ada respon. Orang-orang berdatangan untuk membantu Riko dan Alex.
Riko ikut dengan mobil ambulance dan berada disebelah Alex, Riko begitu panik, selalu memegang tangan Alex karena dia begitu khawatir dan merasa bersalah sesekali dia mengecek detak jantung Alex.
Deg...Deg...Deg...
Jantungnya masih berdetak, itu yang membuat Riko menjadi lebih tenang. Bunyi sirine ambulan terus berbunyi memecah jalanan Amsterdam.
Kendaraan Riko dan kendaraan Alex dibawa ke kantor polisi untuk diamankan. Riko akan mengurusnya setelah dia selesai mendampingi Alex.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah sakit Riko mengikuti Alex yang dibawa dengan emergency bad/tandu ranjang menuju UGD.
Dokter William yang menerima pasien yang baru datang karena kecelakaan segera menanganinya.
Polisi datang untuk mengecek korban, dan memberi beberapa pertanyaan pada Riko. Beberapa waktu dokter William keluar dari ruang UGD.
"Keluarga tuan Alex?"
Riko segera mendekati dokter William,"Ya dok".
"Riko, apa kau keluarganya?"
"Bu..bukan dok, saya yang menabraknya dan ternyata dia teman kuliah satu kelas dengan saya, dan dia tidak ada keluarga disini" jelas Riko dengan terbata-bata.
"Ya Tuhan Riko apa yang sedang menimpamu!" dokter Willian terdiam dan segera melanjutkan penjelasannya.
"Begini Riko, pasien di bagian luar tidak mengalami banyak luka namun karena benturan di perutnya ginjalnya mengalami kerusakan.... dua-dua nya"...
"Ya Tuhan,ke duanya?" tanya Riko. Dokter William mengangguk.
Riko begitu kaget mendengarnya. "Bagaimana orang bisa bertahan jika tanpa ginjal?" batin Riko terlihat gusar.
Like tiap part ya....
__ADS_1