
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Clara tau apa efek obatnya, segera dia menuju resepsionis untuk membuka kamar Riko dengan alibi sebagai saudaranya yg sedang ada dikamar hotel dan ketinggalan kuncinya, namun karena petugas sudah mendapatkan mandat dia tidak mau membuka pintu kamar yang digunakan oleh Riko.
"Sial an!" Clara begitu kesal, karena rencananya tidak berhasil untuk mendapatkan Riko karena petugas tidak mau membukakan pintu.
Riko yang ada didalam kamar begitu tersiksa dengan efek obat itu, dia masuk kamar mandi dan berendam di bathtub untuk menghilangkan efeknya. Entah ini berhasil atau tidak tapi hanya itulah yang dia lakukan. Semalaman dia sangat tersiksa karena efek obat untuk menjebaknya
flashback off
Rasa tersiksa seperti dulu kini dirasakannya lagi. Dia yang masih berada diruang yang sama dengan teman-temannya mengedarkan pandangan sambil melihat kira-kira siapa yang menjebaknya, beberapa kali ada yang melihat Riko. "Mungkinkah dia?" batin Riko.
__ADS_1
Riko berusaha mengepalkan tangannya, dia berusaha untuk menahannya, kalau sudah tidak tahan mungkin dia akan pergi.
Gelagat aneh ditunjukan oleh orang yang ada diseberangnya yaitu Adelia, Riko tetap mengawasinya mengecek minuman yg diminum sama dengan Riko. Gerak tubuhnya sudah tidak karuan, dia merasa sangat gerah. Adelia berjalan keluar dan melewati Alex.
"Kak Alex" lirih Adelia, dan memegang lengan Alex. Alex melepaskan tangan Adelia.
"Kamu ga papa?"tanya Alex.
"Ga papa kak" Tapi Adelia segera keluar dari bar berjalan menuju luar dan pelayan bar yang melihatnya tentu saja tau efek dari obat yang ditambahkan pada minumannya.
Setelah sudah memesan kamar, pelayan bar segera meninggalkan hotel dan kembali ke tempat kerjanya. Riko mengikuti Adelia, saat akan menutup kamar, pintu kamar hotel ditahan oleh Riko.
"Kak Riko" ucap Adelia.
"Adel, kayaknya ada yang menjebak kita"
"Rasanya menyiksa! Gimana cara ngilangin" Adelia mulai memegang kedua lengan Riko obatnya sudah mulai bereaksi. Adelia memeluk Riko, Riko sebenarnya juga tidak tahan dengan efek obatnya namun dia berusaha menahannya. Riko melepaskan Adelia dari pelukannya dan membawanya ke kamar mandi untuk berendam di bathtub dengan ukuran besar untuk dua orang.
__ADS_1
Riko mengisi bathub dengan air dingin dan mereka berendam masih menggunakan baju. Adelia dan Riko melepas kacamata mereka. Riko benar-benar hanya ingin membantu Adelia melewati efek obat itu, karena dulu dia pernah berhasil melewatinya saat dijebak oleh Clara.
Adelia sesekali mencoba untuk memeluk Riko, dan sesekali suaranya sudah seperti mende sa*. Riko tetap berusaha menahannya dan tidak ingin merusak Adelia.
Karena begitu lama mereka berendam, terlihat Adelia sudah menggigil kedinginan begitu juga dengan Riko, akhirnya mereka mengakhiri proses berendam.
"Adel kamu udah menggigil"
Adelia segera beranjak dari bathup, karena efek obat yang begitu menyiksa dan kedinginan dia langsung melepaskan bajunya, dan mengganti dengan handuk kimono yang tersedia di hotel.
Riko tentu saja kaget dengan kelakuan Adelia namun dia sadar bahwa kelakuan Adelia sudah diluar kendalinya.
"Oh my god Adel!" pekik Riko.
Tentu saja sebagai seorang lelaki tidak munafik untuk tergoda melihat pemandangan yang seperti itu.
__ADS_1