
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Dalam pertemuan itu mereka saling bersenda gurau dan suasana sangat hangat. Adelia sangat senang tentu saja karena ada Alex dan juga memiliki teman-teman seperti mereka walaupun Adelia lebih muda dari mereka.
setelah makanan semuanya telah Indang sesuai dengan pesanan ya masing-masing kini waktunya menikmati hidangan yang ada.
"Mari makan"
Mereka menikmati hidangan yang ada dan sambil bercengkrama. Sesekali Adelia mengamati Alex yang sedang menikmati makanannya.
"Ugh sumpah cakep banget, kulitnya bening banget, hidungnya mancung, aaah semuanya suka bikin hati gue meleleh gini. Mom, dad makasih kalian is the best cari jodoh buat anak kalian" batin Adelia sampai tidak sadar mukanya sampai berona merah.
Sesekali dia melirik ke Alex
Bukan rahasia lagi kalau seseorang sedang jatuh cinta biasanya akan terlihat dari tatapan matanya, sesekali melirik. Karena Adelia sudah tau dia dijodohkan dengan Alex, baginya wajar saja jika ingin menikmati keindahan yang dikirim Tuhan untuknya sebagai jodohnya.
Adelia melihat di bibir ada makanan yang menempel, "Kak ini tisu ada .." Adelia menunjukan ada makanan dengan menunjuk pada mukanya agar Alex mengerti letak makanan yang menempel di mukanya.
"Oh iya,makasih" Alex mengambil tisu dan membersihkan mukanya.
__ADS_1
Seseorang terus menggerakkan tubuhnya untuk berada di dekat dengan orang yang ditargetkan walaupun yang dilakukan Adelia hanya memberikan tisu, jelas dia tertarik pada Alex, jika ada yang memperhatikan Adelia pasti akan keliatan.
Yang tidak diketahui Adelia, semua yang dilakukan Adelia masih dalam pengawasan Marsha. Dan Marshapun berdecih melihat Adelia yang terus mencuri pandang ke arah Alex.
"Norak banget sih! Anak cupu begitu berharap terlalu tinggi!" batin Marsha.
"Kenapa lihat-lihat Alex aja, lu suka?" tanya Marsha sengaja dikeraskan agar semua yang disitu dengar dan membuat Adelia malu.
Adelia segera tersadar dan mengalihkan pandangannya ke Marsha.
"Eh nggak kok, gue cuma bingung cara makan makanan ini, kebetulan pesanannya sama jadi gue liat kak Alex gimana cara makannya, maaf ya kak maklum anak kampung" alasannya.
Semua orang yang ada di situ juga mewajarkan Adelia yang terlihat seperti orang kampung tidak mengerti bagaimana caranya untuk memakan makanan di restoran. namun yang dirasakan oleh Marsha dia tetap harus hati-hati dengan kehadiran Adelia yang menatap Alex dengan begitu tajam.
Marsha mencoba untuk terus mengobrol dengan Alex.
Alex tetap menjaga diri, namun terlihat Marsha yang terus agresif itu menurut analisa Adelia, dan diapun agak merasa tenang kemungkinan Alex dan Marsha tidak berpacaran tetapi hanya dekat saja.
Riko mencoba untuk mengobrol dengan Adelia, terlihat mereka memiliki style yang sama yaitu penampilan cupu.
"Adelia ya?"
"Iya kak"
"Eh lu kok telat tadi?"
__ADS_1
"Iya kak, kebetulan gue belum paham daerah sini"
"Bukannya sebelum memilih kuliah di Amsterdam udah cari-cari tau Amsterdam?"
"Kebetulan dulu mendadak pilih kuliah disini, jadinya bahasanya juga masih terbatas kak, sampai kesini udah Alhamdulillah perjuangan banget hehehhe"
"Pasti pengen dapet jodoh orang bule jadi nekat kuliah disini ya hehheh?"
"Ih nggak kak"
"Lho dari tadi kok manggilnya kak terus bukannya kita seangkatan?walaupun beda jurusan?"
"Dulu gue ikut akselerasi kak, kemungkinan kakak pasti lebih tua dari gue?"
"Lha emang sekarang umur berapa?"
"Kemarin baru dapet KTP"
"Masyaalah bocil hahhahah" dan merekapun tertawa.
Mereka terlihat bisa akrab, tentu saja terlihat oleh orang yang ada disitu. Namun Adelia sebenarnya masih berusaha melirik Alex yang masih mengobrol dengan Marsha.
"Dua orang itu cocok banget! tampilannya sama-sama cupu tentu saja mereka se tipe. Kayaknya perlu gue bikin akrab biar ga ngelirik Alex terus!" pikir Marsha.
#Buang jauh-jauh pikiran lu Marsha, mereka udah dijodohin!
__ADS_1
#Like, komen, giftnya yak...Kak Fizhi perjuangan banget nulis novel ini padahal lagi perjalanan keluar kota, ngumpulin ide dan mood tentu saja susah, karena efek bau kendaraan dijalan (hanya yang suka mabok kendaraan yang bisa ngerasain) dan dorong-dorong koper tentunya bikin kepala nyut-nyutan, tapi demi reader tercinta jempol terus bergoyang ngetik teruuus..jangan lupa giftnya ya hehehhe