Penguntit Jodoh

Penguntit Jodoh
Merasa Menang


__ADS_3

#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....


#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...


#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...


#Happy reading


Sementara itu Marsha yang melihat Adelia dan beberapa saat Riko mengikutinya, Marsha juga mengikuti kemana arah Adelia dan Riko. Pergerakan Marsha memang sangat hati-hati.

__ADS_1


Marsha yang telah membayar pelayan untuk menambahkan minuman dengan obat yang dipesannya dan juga mengantarkan Adelia ke sebuah hotel.


"Semua sesuai rencana!"pikir Marsha dan dia merasa sudah menang bisa menyingkirkan Adelia dari Alex dengan menghancurkan Adelia dengan Riko, pastinya setelah ini dia tidak berani mengejar Alex lagi!.


Setelah mengikuti Adelia dan Riko dan memastikan mereka masuk ke dalam kamar, Marsha segera kembali ke bar dan mencoba minum-minuman keras dengan teman-temannya. Teman-teman Marsha tentu saja tidak tau apa yang dilakukan Marsha, Manda taunya Marsha besok-besok mau mencoba untuk jadi mak comblang buat Adelia dan Marsha dengan cara yang wajar bukan dengan cara instan seperti itu.


Marsha dan teman-temannya terlihat sangat mabuk, Alex tentu saja tidak mabuk karena dia hanya bisa minum jus. Mau ga mau melihat temen-temennya sudah mabuk artinya tugas Alex menjaga mereka dan tidak bisa meninggalkan mereka padahal dia sudah sangat bosan ditempat itu. Alex mengedarkan pandangan tetapi tidak menemukan Riko dan Adelia.


Akhirnya dia bertanya ke pelayan penginapan untuk teman-temannya. Dan pelayan menawarkan hotel yang bisa dipesan jika ada yang mabuk berat dan tidak bisa pulang. Tentu saja hotel ini sama dengan hotel yang dipesan oleh Adelia.

__ADS_1


Alex mengantarkan Marsha dan teman-temannya ke hotel, mereka memesan kamar dengan kasur yang besar atau family room agar semua bisa beristirahat dalam satu kamar. Setelah semua sudah didalam kamar Alex segera beranjak pergi. Namun tiba-tiba Marsha yang sudah sangat kacau efek dari minuman keras mencoba untuk memeluk Alex dan meracau tidak jelas.


"Alex...Alex gue cinta banget sama lu, liat gue! apa lu gak bisa ngerasain betapa besar cinta gue ha? gue sampai rela ngikutin lu ke Amsterdam, karena gue ga mau jauh dari lu,lihatlah cinta gue sekali aja bIar lu bisa ngerasain apa yang gue rasa!" racau Marsha. Tak lama setelah itu .Marsha melepaskan pelukannya dan tertidur.


Alex hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Marsha karena memang Alex tidak ada perasaan kepada Marsha.


Alex segera meninggalkan kamar hotel, dan segera menelepon Riko namun tidak diangkatnya lalu mengirimi pesan ke Riko bahwa dia pulang dulu dan menitipkan kunci mobil ke resepsionis hotel X. Alex pulang menggunakan taksi ke apartemen Riko.


"Kenapa pertemuan jadi kacau begini?kalau memang tidak kondusif lagi kalau ada pertemuan lebih baik gue gak ikut lagi!" gumam Alex. Setelah sampai di apartemen, dia mengedarkan ke segala ruangan, "sepi! berarti Riko emang belum pulang untung gue titipin kunci mobil di resepsionis hotel". Alex membersihkan diri dan segera beristirahat.

__ADS_1


Dia merasa Marsha dan teman-temannya dalam keadaan aman istirahat di hotel, Adelia mungkin pulang dulu dan Riko mungkin ada urusan dengan perusahaannya sehingga dia segera pergi. Dan disinilah Alex yang bersiap beristirahat.


__ADS_2