Penguntit Jodoh

Penguntit Jodoh
Mengikuti


__ADS_3

#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....


#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...


#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...


#Happy reading


Setelah kelulusan Marsha dan Alex jarang berkumpul mereka sudah sibuk dengan urusan masing-masing dalam melakukan pendaftaran kuliah nya. Alex yang akan meneruskan kuliah ke Amsterdam, sedangkan Dev dia pun akan berkuliah namun tetap di Indonesia karena dia harus membantu orang tuanya menghandle perusahaan dan menemani bundanya.


Dev semakin penasaran kemana tujuan Marsha melanjutkan kuliahnya. Selama ini Marsha belum mau bicarakan ke mana dia akan meneruskan kuliahnya.


Dev semakin penasaran karena keadaan ini membuatnya bingung, yang dia pikirkan adalah bagaimana hubungan selanjutnya dengan Marsha.

__ADS_1


Saat masih sekolah dan mereka selalu bersama mungkin tidak akan ada rasa bingung tentang keadaan mereka walaupun hubungan mereka belum pasti. Tetapi jika terpisah maka ceritanya beda lagi, Dev belum mau berandai-andai jika Marsha tidak berada di sampingnya lagi.


"Lebih baik gue tanyakan aja ke Marsha" dan Dev segera pergi ke rumah Marsha. Saat sudah di rumah Marsha, Dev membawa Marsha ke suatu tempat dan tentunya dia meminta izin dulu ke bundanya Marsha.


Disinilah mereka berada di sebuah taman di perbukitan. Di taman ini begitu indah dan dapat melihat pemandangan perkotaan yang luas yang dapat dilihat dari ketinggian. Mereka menikmati suasana di taman itu. Hari ini di taman terbilang sepi, sengaja mengajak Marsha ke taman ini karena dia ingin berbicara hal serius dengan Masha.


"Marsha lu jadinya kuliah di mana?"


"Gue...emmm...gue .. kuliah di Amsterdam Dev!"


"Apa sebegitunya lu ngejar Alex sampai lu harus mengikuti dia kayak gitu Marsha!" Dev begitu kacau mengungkapkan itu, dia masih belum berpikir realistis. Namun dia harus mampu untuk mengendalikan dirinya dan akhirnya dia berfikir lebih tenang agar dapat menghadapi persoalan ini dengan lebih bijak.


"Apa lu harus ngikutin Alex terus seperti itu? Marsha itu bukan cinta tapi itu hanya kebiasaan selalu bersama, lu sama Alex itu ibarat telur menetas lihat induk ayam dan anak ayam itu seakan-akan ingin selalu mengikuti induk ayam itu. Mungkin lu sama Alex sudah terbiasa bersama tapi apa iya lu harus ngikutin dia terus Marsha? apa lo enggak merasakan apa yang dirasakan Alex kalau lu tetep ada di sekelilingnya?"

__ADS_1


"Apa lu nggak bisa lihat gimana perasaan gue? gue yang cinta mati sama lu nggak kelihatan sama sekali. Gue cinta banget sama lu Sha, lu ingat gue yang cinta mati sama lu. Dan suatu saat gue berharap lu bakal ngerti perasaan gue" lanjut Dev.


"Dev... gue ngerti perasaan lu sama gue, ngerti banget, tapi perasaan gue terhadap Alex itu hadir lebih dulu. Gue masih mau berusaha untuk mendapatkannya!"


"Gue mau ngingetin sama lu perjanjian kita masih berjalan, gue nggak rela jika tiba-tiba lu mengabaikan perjanjian kita! Gue bakal ikhlasin lu ngejar Alex tetapi sekali lagi jika waktunya berakhir lu nggak dapatin Alex lu harus ingat apa yang harus lu lakukan, cobalah untuk menerima gue dan mencintai gue"


"Iya, gue pasti konsisten dengan perjanjian kita Dev". Begitu tegasnya Marsha menjawab itu membuat Dev tidak galau lagi karena dia sudah tahu Marsha akan menepati janjinya.


Membayangkan apa yang akan terjadi kedepan dia akan jauh dari Masha membuat hatinya sangat berat namun dia harus berusaha mengikhlaskan karena untuk saat ini dia bukan siapa-siapa yang bisa melarang Masha. Da danya bergemuruh sangat hebat bukan sakit tetapi begitu menyesakkan da da membayangkan hidupnya tanpa Marsha beberapa tahun lagi karena masih mengambil kuliah S1 kemungkinan waktu yang diperlukan selama 4 tahun.


Setelah mereka mengungkapkan perasaannya masing-masing, Dev mendekati Masha, memegang tangannya, melihat ke dalam matanya dan Marsha pun juga melihat kedalam mata Dev. Mereka saling berpandangan, menggenggam tangan.


Masha melihat cinta yang begitu dalam dari mata Dev namun dia berusaha mengingkarinya tidak mau mengakui itu karena egonya yang ingin mendapatkan Alex lebih besar..

__ADS_1


#Mo ngapain Dev? Kak Fizhi lagi duduk juga di taman situ sambil makan cimol, lu ga malu apa pacaran ada Kak Fizhi disitu, kalau lu nyosor Kak Fizhi lempar sandal deh ganggu kenikmatan Kak Fizhi makan cimol aja...Awas lu jangan sampe Kak Fizhi keselek cimol bumbu pedas, tampol beneran dah...hihihi...Eh monggo lanjut aja ga papa,lumayan tontonan gratis .😚😚


__ADS_2