Penguntit Jodoh

Penguntit Jodoh
Ketemu


__ADS_3

#Dukung Author dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....#


#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...


#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...#


#Happy reading


.........


Hari sudah berganti menjadi senja dan tak lama menjadi gelap itu tandanya sudah malam.


Seisi rumah Alex begitu panik menyadari Alex tidak ada di rumah.


"Pah Alex kemana pah?huuuuu huuuuuu?"


Mamah Alex, Cindy namanya hanya bisa menangis mencari anaknya. Dia mencari disekitar komplek perumahan karena terakhir Alex berpamitan akan keluar membeli pempek kesukaannya yang biasanya berjualan di taman dekat rumahnya.


Sepanjang jalan diluar komplek Mamah Cindi berjalan bersama suaminya Pak Desta begitu kalut karena anak satu-satunya tidak pulang ke rumah dan hari sudah gelap.


Jam 10 malam, akhirnya Mamah Cindi dan Papah Desta pulang ke rumah, masih menangis tanpa henti.


"Ya Tuhan bagaimana jika anakku hilang?sedangkan aku gak bisa punya anak lagi..hik hik"

__ADS_1


Ya dulu setelah melahirkan Alex, Mamah Cindi diangkat rahimnya karena ada penyakit dan pilihan terakhir adalah rahimnya harus diangkat.


"Pah apa bisa lapor ke polisi pah?"


"Kayaknya belum bisa mah karena laporan orang hilang biasanya jika sudah hilang minimal 24 jam"


Sementara itu Alex dan Adelia tetap bersembunyi di rumah pohon yang terletak di belakang rumah Alex. Alex dan Adelia kecil begitu ketakutan mengingat orang gila tadi yang mengejar dan berteriak-teriak ke arah mereka seakan-akan akan menangkapnya sehingga mereka tidak berani keluar dari persembunyian. Memang saat terakhir mereka keluar dari persembunyian yang pertama di gardu poskamling akhirnya mereka dikejar orang gila.


kriuuuukk....kriuuukkkk....perut Adelia berbunyi.


"Kaak aku lapaaar..."


"Nanti ya...takut kalau keluar nanti dikejar lagi!"


Adelia tambah menangis tersedu-sedu mengingat mommynya....


"Cup...cup jangan nangis dek, eh iya siapa namamu?" Alex menenang Adelia sebisanya.


"Ajel....huhuuhuhu...huuuuuu".


Adelia memang biasa mengenalkan namanya dengan Ajel, karena dia kesulitan mengucapkan Adelia.


Melihat Adelia yang menangis terus, Alex memasukan tangannya ke saku celana dan menemukan permen coklat dan memberikan ke Adelia.

__ADS_1


Sayup-sayup terdengar suara tangisan anak kecil.


"Pah denger suara anak kecil ga?kayak suara tangisan?hiiii jadi merinding gini dengernya,horor banget seh?" Mamah Cindi mendengar sayup-sayup ada suara tangisan anak kecil.


"Eh iya,ayo coba kita cari mah"


Mereka mendekati arah suara, pelan-pelan mereka melangkahkan kaki dan setelah dekat dengan sumber suara mereka mendongakkan kepalanya ke arah rumah pohon yang ada di belakang rumahnya.


"Kita emang lupa nyari dibelakang rumah ya pah karena tadi Alex tadi pamitnya ke taman,ayo pah kita cek keatas".


Suara tangisan semakin terdengar.


"Hhuuuuuuu...huuuuuu...."


Mereka pelan-pelan membuka rumah pohon. "Astaga apa itu pah dipojokkan?".


Papah dan mamah Alex begitu kaget melihat dua anak kecil yang bersembunyi ketakutan.


Dan anak-anak melihat kearah orang yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah pohon. Suasana dirumah pohon memang gelap karena Alex tidak berani menyalakan lampu. Papah Desta menyalakan lampu, ceklik...dan lampu pun menyala..


"Ya Tuhaaaan Alex kenapa kamu seperti ini?". Mamah Cindi yang melihat Alex begitu ketakutan sangat kaget.


#Jangan lupa like komen ya sayangkuuu

__ADS_1


Langsung scroll oke


__ADS_2