
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Kehidupan Riko berjalan dengan sangat lancar dia bisa mengikuti perkuliahan dan sambil bekerja, melaksanakan kontrol terhadap cabang perusahaannya. Perusahaan cabang yang dipegang oleh Riko dapat berkembang sangat pesat tentu saja ini tidak lepas dari tangan dinginnya karena dia sudah terlatih dalam berbisnis dia belajar bisnis semenjak kecil dan dia sudah diajarkan oleh orang tuanya.
__ADS_1
Biasanya setelah kuliah dia melanjutkan untuk pergi ke perusahaan. Walaupun dia berada jauh dari orangtua dan tanpa pengawasan tetapi dia tidak berusaha untuk hidup bebas di negara orang. Dia merasa harus bertanggungjawab kepada orang-orang yang harus di gaji setiap bulan dan menggantungkan hidup kepada perusahaannya.
Itu yang menjadikan dia tetap semangat untuk menjalankan perusahaannya dan memastikan orang-orang yang bekerja di bawah naungannya dapat digaji sesuai dengan haknya.
Riko bekerja sangat keras karena dia juga termasuk workaholik. Bekerja dan berkuliah itu adalah kegiatan Dia setiap harinya dan dia menikmatinya.
Kegiatan Riko yang menyita banyak waktunya membuat mengabaikan kesehatannya, disaat anak muda yang lain banyak bermain dan bersenang-senang tidak dengan Riko waktu yang dipergunakan adalah berkuliah dan bekerja, dan terkadang pada jam makan dia sampai lupa waktu untuk makan. Untuk urusan makan jika dia lapar dan mengingat kalau dia lapar maka dia akan makan tapi jika dia tidak ingat makan maka dia pun sering melewatkan jam makannya.
Malam hari dia masih berada di perusahaan untuk mengecek beberapa dokumen yang harus dilakukannya review dan beberapa berkas yang harus ditandatangani. Berada di kursi singgasananya di ruang kerja CEO, Ruang kerjanya dibuat sangat nyaman dan Riko sangat betah di ruangannya. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 11 malam namun Riko belum ingin pulang beristirahat.
__ADS_1
Tiba-tiba kepalanya sangat pusing dia berfikir bahwa mungkin dia hanya kelelahan, kecapean atau bisa aja dia masuk angin karena dia lupa makan. Riko memegang kepalanya,terkadang rasa pusing tiba-tiba datang namun setelah istirahat itu akan sembuh dengan sendirinya. Tapi berbeda dengan hari ini rasa pusingnya lebih dari rasa pusing yang biasanya.
Rico berjalan untuk mengambil minuman, Dia membuat teh hangat berharap setelah meminumnya dia akan menjadi lebih baik. Riko meminum teh yang sudah dibuatnya, dan tiba-tiba darah segar keluar dari hidungnya.
"Ya Tuhan!" Rico begitu kaget darah mengucur dari hidungnya. Dia segera mengelapnya dengan tisu yang ada diruangannya.
Riko masih menganggap darah yang keluar dari hidungnya adalah hal yang sangat wajar, karena dia waktu kecil juga sering mengalami mimisan. Seiring berjalannya waktu mimisan itu mulai menghilang.
Setelah darah mengalir dari hidungnya rasa pusing yang dirasakan oleh berangsur menghilang.
__ADS_1
“Mungkin gue terlalu keras bekerja sampai kepala sangat berat mungkin lebih baik gue pulang dan beristirahat”. Setelah dia merasa lebih baik Riko Pulang ke rumah, Riko berjalan menuju basement tempat mobilnya diparkir di perusahaan itu dan setelah masuk dalam mobil dia segera melajukan mobilnya ke apartemen. Karena kondisinya tidak baik dan tidak ada yang orang lain yang akan membantunya pada saat dia sakit di apartemen dia berpikir yang dibutuhkan adalah beristirahat walaupun sebenarnya perutnya terasa sangat lapar. Riko segera kekamar dan merebahkan badannya di ranjang yang seharian ini ditinggalkan.