
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....#
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...#
#Happy reading
Marsha yang di jam istirahat tidak ke kantin merasa begitu lapar karena pagi-pagi dia tidak sarapan di rumah biasalah bundanya tidak menyiapkan makanan untuknya dan dia tadi pagi tidak sempat untuk membuat sarapan.
Seperti biasa saat pulang sekolah mereka bertiga berjalan ke arah parkiran bersama-sama.
"Kriuk...kriuk...kriuk"perut Marsha berbunyi, dia sangat malu tapi mau gimana lagi perutnya ga bisa kompromi.
"Sha lu lapar apa?Ampe bunyi gitu?hihihi" tanya Alex.
"Iya kayaknya gue lapar akut nih"
"Ya udah yuk cepat pulang biar bisa makan di rumahku,mamah pasti udah masak".
Dev hanya mendengarkan mereka berdua. Kalau tidak tau kedekatan mereka berdua pasti udah menyangka mereka ada sesuatu sampai sedekat itu.
"Gimana kalau makan diluar Lex?"tiba-tiba Marsha mendapatkan ide untuk berduaan dengan Alex Tapi yang dipikirkan Alex berbeda,dia mencoba mendekatkan Dev dengan Marsha.
__ADS_1
"Ok"jawab Alex,Marsha begitu gembira, Dev melihat raut muka Marsha "Dasar bucin salah alamat lu" batin Dev. Dev melihat kearah Alex mukanya benar-benar mupeng alias muka pengen diajak. Alex tersenyum, "Dev lu ikut juga ya kayaknya seru nih! dari pada cuma berdua yang ketiga setan"
"Gila lu ngatain gue setan,ya ok lah!daripada kalian berduaan gue siap jadi satpamnya ngawasin lu berdua biar ga macam-macam"
"Bisa aja lu yang berduaan, gue yg jadi nyamuknya" bisik Alex pada Dev. Dev tersenyum mengerti maksud Alex.
Padahal Marsha udah baper banget dengan pembahasan tadi, "Kalau berduaan berarti yang ketiga setan..berarti gue dan Alex yang berduaan ihhhh..Abang Alex jadi malu gini ih" dalam hati Marsha.
"Yuk cemon lah"
Mereka pergi ke restoran yang Marsha inginkan. Setelah sampai mereka memesan makanan, namun karena mereka belum menunaikan sholat akhirnya mereka sholat berjamaah. Alex sebagai imam,"Ya Alloh, imamku ganteng banget!" batin Marsha. Setelah selesai solat Marsha menyalami Alex dan mencium tangannya, ini sebenarnya biasa dilakukan jika Marsha dan keluarga Alex solat berjamaah. Dev melongo melihat Marsha yang langsung menyalami Alex, dan Dev juga mengulurkan tangannya berharap juga dicium tangannya."Ih apaan sih kan bukan muhrim!"
"Ah lu pilih kasih, sama Alex cium tangan sama gue ciuman eh maksudnya cuman gitu..ih pilih kasih deh lu!"
Meja yang dipilih Marsha meja lesehan, pengen suasana agak santai. Karena menggunakan meja lesehan,mereka harus membuka sepatunya. Karena kepanasan Marsha menguncir rambutnya dan Alex melihat tanda lahir itu lagi.
Dev seakan-akan menjadi pengawas disitu,dia sudah tau arah pandangan Alex. Dan secara reflek dia mengambil makanan dan akan menyuapi Marsha.Marsha yang sedang mengambil tissue wajah di tas tidak melihat Alex yang akan menyuapinya. Dev yang melihat Alex akan menyuapi Marsha setelah melihat tanda lahirnya dileher Marsha langsung berdehem, "Ehemmm...Ehemmm". Alex pun kaget dan langsung berhenti ingin menyuapi Marsha dan memasukan makanan ke mulutnya.
Mereka duduk santai dan menikmati makanan sambil bersenda gurau. Dev yang mengikuti kegiatan Alex dan Marsha semakin dekat dengan Marsha. Saat mereka sedang asik mengobrol Alex melihat jari kaki Marsha.Jari kakinya terlihat normal,dan tidak seperti jari kepiting,maka fix dia bukan princess yang Alex cari.
Author: beeeeh coba kalo tau ada ciri kaki princess jarinya kayak kepiting,langsung bengkokkan jari kaki tuh Marsha,langsung masuk rumah sakit bedah tulang minta dibengkokkan!waduh ekstrim banget..secara dong kemaren dia bikin tato,walaupun sakit dia tetap maju pantang mundur, kalau ceritanya jari bengkok gimana mental lu Marsha?yuk mari sini author siap nemenin ke RS..katanya cinta?yuk mari bengkokkan jari😁😁lanjut ya ceritanya yak.
Lho kok kayak Cinderella beneran nyari princess sesuai bentuk kaki hihihi
__ADS_1
Setelah selesai makan Alex dan Dev cuci tangan,ditempat cuci tangan Alex membuka obrolan.
"Marsha bukan princess gue Dev!"
"Kok lu tau?"
"Iya ada ciri-ciri lain selain tanda lahir dileher,dan Marsha ga punya itu!"
"Syukurlah,gue seneng dengarnya,berarti gue bisa lanjut ya... Emang bener yang lu bilang kemarin, lihat tanda lahir dileher langsung aja lu pengen suapin gitu untung ada gue,kalau ga bisa baper akut tuh Marsha!"
Setelah selesai makan,mereka segera pulang,namun baru sampai parkiran Mamah Cindi menelepon agar Alex menjemput nya ditempat neneknya.
"Sorry Sha,gue gak pulang ke rumah,disuruh ketempat nenek, Dev tolong anterin Marsha pulang ya!"pinta Alex."Pengertian aja lu Lex"bisik Dev.
"Tapi...." Marsha tidak meneruskan perkataannya karena Alex sudah berlalu ke mobilnya.
"Tenang lu aman sama gue, diam-diam gini gue sopir profesional heheheh" Dev terkekeh.
Dev berjalan menuju mobilnya,membukakan pintu mobil untuk Marsha. "Silahkan tuan putri Marsha".
"Ih ga usah lebay deh" Dev mengantar Marsha kerumahnya.
#Kayanya bagus juga cerita Dev dan Marsha dibuat novel sendiri ya...kapan-kapan kalau Kak Fizhi udah punya ide langsung eksekusi deh..
__ADS_1