Penguntit Jodoh

Penguntit Jodoh
Diantar


__ADS_3

#### Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....


#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...


#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...


#Happy reading


Adelia masih berumur 15 tahun namun dia sudah duduk dikelas 3 SMA. Karena kepintarannya dan mengikuti kelas akselerasi atau percepatan dia bisa mempercepat sekolahnya. Dia termasuk muda untuk ukuran kelas 3 SMA, tentu saja teman-temannya lebih dewasa dibanding dengan Adelia. Adelia masih terlihat seperti anak-anak terkadang teman-temannya suka menggodanya mereka seperti memiliki adik kecil di kelasnya namun mereka juga baik dengan adelia karena dia selalu bersedia membantu menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya.


Kecantikan Adelia tentu saja membuat hati para lelaki yang baru puber disekolahnya terasa begitu meleleh hanya dengan melihatnya.


"Adik kecil sini dong, ada permen nih, mau!" goda Vino pada Adelia.

__ADS_1


"Ihhh kak Vino! Adel bukan bocil lagi lho!" Adelia sebal jika digoda seperti bocil.


Vino merupakan siswa kelas 3 namun berbeda kelas dengan Adelia. Vino berusaha untuk mendekati Adelia selama ini, namun karena bingung bagaimana mendekati Adelia terkadang yang keluar dari mulutnya saat Adelia berada di dekatnya, Vino sering meledeknya. Adelia memang sulit untuk didekati karena dia termasuk kutu buku, dan tidak seperti anak kelas 3 yang lainnya yang suka nongkrong bersama temannya.


Hidupnya sangat tertib, sepulang sekolah dia pasti akan di jemput oleh keluarganya atau dengan sopirnya. Jika ada kegiatan diluar pasti dia akan ditemani. Mungkin ini karena keluarga Adelia sangat trauma dengan tragedi penculikan yang dialami oleh Adelia di waktu kecil.


"Susah banget mau deketin Adelia, huh!" lirih Vino yang selalu melihat Adelia selalu dijemput sepulang sekolah.


Hari ini Mommy dan Daddy pergi keluar kota dengan sopirnya, tentu saja tidak ada yang menjemputnya. Awalnya Mommy akan menyuruh salah satu pegawai di kantor suaminya untuk menjemput. Tapi Adelia menolaknya karena dia ingin mencoba pulang sendiri, entah dengan taksi, bus, angkot atau yang lainnya. Bagi Adelia menaiki kendaran umum merupakan sesuatu yang belum pernah dilakukan, setidaknya dia ingin mempelajarinya.


Adelia menunggu bus di halte depan sekolahnya, teman-teman sekolahnya sudah pulang dan sudah naik bus. Adelia terlihat sendirian di halte. Dia tidak ikut naik bus, sebenarnya karena dia bingung harus naik bus jurusan mana? dia takut salah bus dan berhenti di tempat yang tidak dia kenal.


Vino melihat Adelia yang duduk sendiri di halte bus. "Tumben" gumam Vino.

__ADS_1


"Ahaaa...ini dia kesempatan gue buat deketin si bocil cantik jelita hihihii!" Vino tersenyum melihat cewek buruannya sendirian, hihihii cewek buruan emang lagi berburu bang? Vino segera mendekati Adelia dengan motor sportnya.


"Hi Adel...kok sendirian?"


"Iya, lagi ga ada yang jemput! dady sama mommy keluar kota soalnya, pengen nyoba naik bus"


"Lha dari tadi busnya udah lewat kok ga naik-naik?


"Emmmmm....emmmm....gue malu ngomongnya kak!"


"Lha kenapa malu"


"Sebenernya gue gak tau mau naik bus jurusan apa buat pulang ke rumah!"

__ADS_1


"Ya ampun Adelia! lu bener-bener anak rumahan beneran deh, dah sini gue anterin! bisa-bisa lu disini ampe malem gak naik bus!atau bisa-bisa lu diturunin di negara entah barantah gara-gara salah naik bus"


Dengan mempertimbangkan kata-kata Vino, akhirnya Adelia menyetujui bantuan yang ditawarkan oleh Vino.


__ADS_2