
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....#
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...#
#Happy reading
Hari ini Marsha mendapatkan jadwal piket di sekolahnya jadi dia harus berangkat lebih pagi dari hari biasanya. Di hari lain dia akan berangkat dengan Alex namun kali ini dia harus berangkat sendiri karena harus berangkat lebih pagi dari biasanya.
Bersama teman-temannya yang piket di kelas nya, Marsha ikut membersihkan kelas. Dev yang sudah tahu jadwal piket Marsha sudah terbiasa ikut berangkat lebih pagi mengikuti jadwal Marsha piket. Kebiasaan ini sudah dilakukan sejak lama sebenarnya, tujuannya agar dia bisa dekat dengan Marsha namun Marsha tidak terlalu menganggap adanya Dev di sekelilingnya.
__ADS_1
Dev masuk ke kelas melihat Marsha yang sedang membersihkan kelas, terlihat dia sedang menyapu lantai namun ada yang berbeda dengan raut mukanya begitu cerah ceria dan sangat gembira. Perasaan senang Marsha menular ke Dev,Dev pun ikut tersenyum melihatnya.
"Ngapain lu bocah senyum-senyum sendiri bahagia banget cuman nyapu doang!"tanya Dev.
"Mau tau aja lu"
"Tuh di rumah gue banyak tuh yang perlu di sapu gue terima kok tukang sapu kaya lu"
"Sembarangan! jelas gue bahagia banget dong!" Marsha mendekati Dev dia duduk disebelah kursi Dev. Kebetulan di dalam kelasnya sedang sepi, teman-temannya yang lain sudah menyelesaikan piketnya lalu pergi ke kantin.
Mungkin karena merasa sudah terbiasa melihat Dev di sekelilingnya namun sebenarnya mereka tidak terlalu dekat. Bisa juga karena dia perlu mencurahkan perasaan gembiranya karena dari semalam dia merasakan rasa bahagianya sendiri dan seperti mau meledak karena dag-dig-dug nya.
__ADS_1
Dev mendengarkan cerita Marsha begitu syok mendengarnya karena dari pembicaraannya di kantin dengan Alex dia yakin bahwa Alex memberikan kesempatan pada Dev untuk mengejar Marsha, tapi kenapa Alex seperti itu dan membuat Marsha begitu kegirangan.
Alex yang sudah berada disekolah langsung menuju kelasnya,dia memasuki kelas dan melihat interaksi Dev dan Marsha,Marsha begitu ceria dan sangat bahagia. "Wow lu hebat banget Dev bisa ngebuat Marsha bahagia lahir batin" pikir Alex.
"Cieeee" Alex meletakan tasnya di mejanya yang sama dengan Dev karena dia semeja dengan Dev artinya Alex meletakan di meja yang kursinya dipakai Marsha.Marsha yang melihat Alex mendekati meja dimana Marsha berada begitu tambah dag-dig-dug. Dev melihat Marsha begitu salah tingkah hanya bisa menghela nafasnya menahan sesak di da da.
Setelah tasnya diletakan Alex segera keluar kelas. Alex merasa tidak enak jika harus mengganggu kebersamaan mereka. Alex memberi waktu untuk Dev bisa dekat dengan Marsha.
Marsha heran dengan Alex yang meletakan tas dan tidak mengucapkan apa-apa lagi lalu kemudian pergi,"Apa gue salah?atau dia cemburu sama Dev?"karena menyadari dia sedang disebelah Dev."Oh my God,ya ampun kok bisa gue berduaan sama Dev dikelas jelaslah kalau Alex cemburu". Karena Marsha yakin perasaannya juga dibalas oleh Alex sebab dengan perhatian yang diberikan oleh Alex semalam."Gue harus jelasin ke Alex jangan sampai dia salah paham!"
#Serasa kaya punya cowok cemburuan ya Marsha? Ga tau apa yang sakit hati malah orang yang lagi dengerin curhatan lu..Alex itu ga sakit hati tapi sakit perut mau ke telolet eh toilet..☺️☺️☺️
__ADS_1
#Butuh like,komen,gift,vote...biar jempol makin lincah ngetiknya
#Kak Fizhi masih pantau nih reader yang suka ngintip-ngintip episode baru,hehheheh sok kepedean banyak readernya gapapa ya hihihi...bukan kepedean sih,cuma halu aja banyak reader ya hahhahha...