
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Adelia sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh mommynya. Dia agak bingung dengan kata kunci yang diberikan oleh mommynya yaitu 'masa depan'. Semakin berpikir keras dia semakin tidak mempunyai jawaban kira-kira apa yang mau dikatakan oleh mau mommynya.
"Ah daripada penasaran mending cepetan aja mandinya sama makan, itu kan syaratnya untuk membuka kunci rahasia cerita mommy yaitu mandi dan makan! hehehehh kayanya terlalu mudah"
Dia segera menyelesaikan kegiatan mandi dan makanya dengan cepat dan segera mendekati mommy Angelica.
"Mom?" terlihat wajah Adelia sangat penasaran.
"Sayang apa kamu enggak penasaran kenapa mommy yang seharusnya honeymoon harus pulang secepat ini?"
__ADS_1
"Makanya kemarin ngumpet-ngumpet perginya! ternyata mau honeymoon?"
"Eh emang kamu tau honeymoon?kok enteng gitu jawabnya?" mommy sambil mengecek pertemanan Adelia karena diusia 15 tahun dia bisa membahas tentang honeymoon se enteng itu.
"Ya tau lah mah honeymoon, honeymoon itu orang tua pengen pergi jalan-jalan ga diikuti sama anak-anaknya, jahat juga sih orang tua jalan-jalan sendiri!, kan Adelia suka baca novel yang kadang pakai istilah honeymoon, apalagi novelnya Kak Fizhi, keren-keren lho mah, nanti aku pinjemin novelnya deh!" ucap Adelia.
Kak Fizhi:hahhahah makasih sayangku Adelia ternyata kamu penggemar setia novel Kak Fizhi hihihi...ok lanjut ceritanya .. cekidot..
Adel kemarin mama liat di CCTV kamu dianterin pulang sama cowok mommy nggak tahu cowok itu siapa, tetapi lebih baik kamu tidak terlalu dekat dengan lelaki, boleh berteman tapi tidak boleh lebih dari pertemanan.
"Sayang harusnya mommy belum cerita sama kamu harusnya mommy cerita sama kamu waktu kamu berusia 17 tahun, namun karena sekarang sudah ada lelaki yang mulai mendekati kamu, mau nggak mau mommy harus cerita".
Adelia memperhatikan cerita mommy yang disampaikan.
"Adel waktu kecil kamu pernah diculik oleh orang gila dan diselamatkan oleh seorang anak laki-laki bernama Alex, Alex Ferdinand nama lengkapnya. Dan pada akhirnya kami menjodohkanmu dengan Alex. Karena kita sudah sepakat untuk menjodohkan kalian jadi kami akan menceritakan tentang perjodohan ini saat usia anak-anak sudah menginjak 17 tahun. Karena ada lelaki yang medekatimu mau nggak mau sebelum usia 17 tahun mommy harus cerita ke kamu Nak! kita berhutang budi dengan Alex namun kamu yang lebih berhutang budi dengannya karena dia benar-benar menjaga kamu dengan baik waktu kalian tinggal bersama".
Mommy Angelika terus menceritakan tentang kebersamaan Adelia dan Alex di waktu kecil di mana Adelia yang selalu ingin bersama dengan Alex, dan lucunya Adelia kecil ingin menikah dengan Alex dan itu yang menjadi latar belakang para orang tua akhirnya menjodohkan mereka di waktu kecil.
__ADS_1
Adelia terus mendengarkan apa yang diceritakan oleh mommy Angelica. Mommy Angelica memperlihatkan video yang waktu Adelia bermain bersama Alex waktu kecil.
Sebenarnya Adelia tidak begitu mengingatnya hanya samar-samar saja dan tidak terlalu jelas mengingatnya namun tentu saja dia sangat kagum dengan Alex yang telah menyelamatkannya di waktu kecil.
"Sekarang kamu sudah tahu harus bersikap seperti apa kepada laki-laki yang mendekatimu".
"Iya mom" ucap Adelia, Adelia berpikir sejenak.
"Mom sebentar lagi kan aku kuliah, bolehkah aku mencari tahu tentang Alex terlebih dahulu? karena aku harus tahu kehidupan dia sebelum aku ditemukan dengannya?" lanjut Adelia.
"Apa kau yakin? mommy rasa dia anak yang baik,Tapi kalau kamu penasaran....emmm" Mommy masih memikirkan mau setuju atau tidak.
"Mom aku memang tidak menolak perjodohan ini, tapi setidaknya izinkan aku untuk mengenalnya lebih dekat, ya setidaknya aku nggak penasaran hidup dia sebelum kita benar-benar bersama, dan semoga apa yang aku temukan hasilnya tidak mengecewakan".
Mommy tentu saja memikirkan apa yang dikatakan oleh Adelia.
"Gimana ya? emmm .." Mommy Angelica memegang kepalanya sambil memikirkan baik buruknya jika ide anaknya disetujui.
__ADS_1