
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
"Eh..Eh ..itu kan Adelia sama Riko?" ucap Manda.
"Mana..mana?"mereka bersautan dan sangat penasaran.
"Iya, oh my god! gosip paling hot kayaknya!"
Marsha dan geng nya melihat dari jarak jauh, setidaknya selain Marsha tidak memiliki niat jahat pada Adelia. Marsha juga berusaha biasa saja karena tidak ingin ada yang tau Adelia sampai berakhir menginap di hotel dengan Riko. Sama-sama dewasa tentu mereka paham apa yang barusan mereka lakukan.
Melihat Adelia dan Riko dengan tampilan cupu nya walaupun sudah mengenakan baju baru dari butik. Teman-temannya tidak mendekati karena ingin menjaga perasaan Adelia dan Riko takut jika mereka malu jika kepergok oleh mereka.
Adelia yang membawa tas didepan da danya untuk menutupi karena tidak mengenakan b r a. Mereka segera berlalu ke tempat parkir. Setelah Adelia dan Riko selesai checkout Marsha dan teman-temannya juga checkout.
"Oh my god! gue ga percaya beneran, padahal Adelia keliatan lugu begitu bisa-bisanya mereka check-in di hotel"
__ADS_1
"Atau mereka sudah ada hubungan ya?apa gue ketinggalan berita? atau ada gosip yang gak gue denger?"
"Ya gue ga tau" jawab Marsha keliatan cuek, agar tidak keliatan mencurigakan.
"Mungkin kayaknya mereka emang jodoh, dari tampilan dan gayanya hampir sama, ya kan?"
Dan semua orang mengangguk. Mereka pun berlalu dari hotel dan pulang ke tempat masing-masing.
Sementara itu Adelia yang diantar oleh Riko, awalnya mereka agak canggung.
"Adel, lu mau beli makan apa?"
"Ga usah kak, Adel mau pulang aja, lagian Adel juga malu" sambil menutup da danya dengan tas.
Adelia cemberut memonyongkan bibirnya.
"Idih manyun gitu, manyun itu sebenarnya berasal dari kata "man, sun" .... berasal dari bahasa campuran Inggris dan Jawa, yang artinya 'cium donk', jadi mau dicium lagi? hehhehe" Riko meledek sambil mengelus rambut Adelia.
Melewati restoran Riko berhenti dan meninggalkan Adelia di mobil dan dia memesan makanan untuk dibungkus karena Adelia tidak bisa makan ditempat karena malu.
Di mobil, Adelia sebenarnya bingung apa yang harus dilakukan, dia baru menginjak dewasa dan berani sampai tidur dengan laki-laki.
__ADS_1
"Mau marah sama Riko? yang benar saja! gue juga menyerahkan diri" dan jelas dalam ingatannya jika diapun semalam seakan-akan sangat menginginkan Riko tentu saja ini membuatnya sangat malu.
Setelah Riko mendapatkan makanan dan kembali ke mobil dan melajukan mobilnya ke apartemen Adelia.
Setelah sampai apartemen, Riko memarkirkan di basement.
"Makasih kak udah diantar!" ucap Adelia.
Adelia membawa baju basah Adel dan Riko dari hotel, sedangkan Riko juga ikut turun membawa makanan nya.
"Lho kak Riko ga langsung pulang?" tanya Adelia karena Riko mengikutinya masuk dalam lift apartemennya.
"Lu dianterin aja bilang makasih, masa gue yang udah di servis ga tau terimakasih heehhe" ledek Riko.
"Ih kakak, Awww..."Adelia masih kesakitan berjalan karena semalam terlalu heboh.
Riko memapah Adelia, "Ih jangan gini kak, nanti ada yang liatin, nanti malah ketahuan!"
"Jalan lu ngangkang gitu orang juga udah pada tau". Riko berjalan disebelah Adelia dan menggandeng tangan Adelia. Deg...deg mulai ada getaran diantara keduanya walaupun karena kejadian yang menggemparkan buat hidup mereka.
#Kak Fizhi juga makin bergetar tangannya, yang makin ngetik ga sesuai skenario awal yaitu menjodohkan Alex dan Adelia. Mau ga mau bikin Kak Fizhi berfikir keras gimana hidup mereka dalam dunia khayal Kak Fizhi. Maafkeun Kak Fizhi yang kadang ga cepet up karena harus memikirkan apa yang jari-jari ketik dan akhirnya kepala Kak Fizhi yang harus mikir. Dunia khayal dan dunia nyata sama-sama bikin pusing juga Yach...
__ADS_1
#Mungkin karena Kak Fizhi masih penulis amatir jadi perlu waktu buat cari ide.😊
#like, komen, vote, gift buat supportnya ya ..