
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Malam hari Dev selalu memikirkan Marsha, lalu Dev akhirnya bergegas pergi ke rumah Marsha. Mengetok pintu rumah Marsha, dan akhirnya dibuka oleh Marsha. Terlihat Marsha mengenakan hotpant dan kaos t-shirt, rambutnya dikuncir terlihat leher jenjangnya.Dev begitu terpesona dengan apa yang dilihatnya.
"Dev? Ngapain kesini Dev?" Marsha begitu kaget ternyata yang datang kerumahnya adalah orang yang belakangan ini dia hindari. Marsha mempersilahkan Dev duduk di ruang tamu, "Sebentar gue buatin minum ya". Marsha segera ke dapur untuk mengambil minum.
Dev berjalan kedalam rumah, Dev sudah biasa main ke rumah Marsha makanya orang tua Marsha juga taunya Dev adalah kekasih Marsha. "Sha kok sepi bunda kemana?"
"Lagi keluar kota Dev"
Dev berjalan ke taman belakang karena disana ada teras yang dekat dengan kolam renang. Marsha berjalan mendekati Dev dan memberikan minuman yang dibuatnya. Dev menerima minuman tadi dan meminumnya,setidaknya dia ingin memulai pembicaraan dengan Marsha tanpa tenggorokannya kering biar lebih lancar berdebat jika ada perdebatan. Dev menaruh minuman dimeja, mereka berdiri ditepian kolam. Dev memulai pembicaraan dan suasana terlihat sangat serius, Marsha sudah salah tingkah dia tau kenapa Dev ekspresinya seperti itu pastinya karena dia menghindari Dev selama ini.
Sha, lu ngehindar dari gue?
Enggak kok? emang lu ngerasa gitu?"
__ADS_1
"Iya"
Glek..Marsha menelan slavinanya, bingung mau ngomong apa untuk menyanggahnya karna memang benar adanya.
"Sha perjanjian kita masih berjalan, lu ga bisa ngehindar dari gue karena jika lu ga dapetin Alex lu bakal jadi milik gue!"
"Dev gue keliru buat perjanjian itu sama lu, gue ga berfikir realistis saat itu!"
"Janji adalah janji Sha, janji itu utang!" sesaat Marsha dan Dev terdiam.
"Sha apa lu ga bisa ngerasain apa yang gue rasa ha? gue sayang sama lu, gue tau lu suka banget sama Alex, gue pun mau nungguin lu walaupun perlu waktu 1 tahun lagi! Gue mau Sha nungguin lu yang lagi ngejar-ngejar pujaan hati lu. Tapi apa lu ga bisa lihat hati gue, selama ini gue yang selalu perhatian sama lu...."
Dev melihat Marsha yang hanya terdiam, melangkahkan kakinya mendekati Marsha. Tiba-tiba dengan mengumpulkan keberaniannya memeluk pinggang Marsha dengan satu tangannya dan tangan lain memegang tengkuk Marsha. Dev menci um Marsha dengan sangat lembut, dia melihat ekspresi Marsha. Dev sebenarnya sudah bersiap-siap jika Marsha marah.
Marsha begitu kaget dengan perlakuan Dev yang tiba-tiba menci umnya, jantungnya berdebar sangat kencang dan sulit mengaturnya. Berada dalam pelukan Dev membuat Marsha begitu tenang dengan wangi alami dev yang begitu menghipnotisnya.
Dev yang masih menci umnya, melihat Marsha memejamkan mata membuat Dev tersenyum dan meneruskan ciumannya. Marsha mengalungkan tangannya ke leher Dev, mencoba membalas ci uman yang diberikan oleh Dev. Ci uman keduanya masih begitu kaku namun sama-sama belajar untuk menikmati ci uman mereka. Suasana benar-benar sangat mendukung rembulan bersinar terang, lampu kolam renang membuat suasana begitu romantis.
Ciu man itu berlangsung agak lama, mereka sama-sama menikmati ci uman itu, setelah kehabisan nafas mereka melepaskan ci uman dan keduanya baru tersadar, mereka melakukan sesuatu yang akhirnya membuat mereka kikuk.
"Maaf" ucap Dev.
__ADS_1
"Dev! lu udah nyuri ciuman pertama gue!" Marsha berlari kekamarnya dan meninggalkan Dev.
Dev mengejar Marsha kekamarnya tapi Marsha mengunci kamarnya. "Sha maafin gue, gue tau lu denger apa yang gue bilang, Sha buka pintu..." Dev terus mengetuk kamar Marsha, sampai Marsha begitu risih dan akhirnya membuka pintu.
"Jangan ganggu gue!"
"Sha maafin gue, tapi perjanjian kita masih berjalan. Maafin gue udah nyuri ci uman pertama lu itu juga pertama buat gue, gue cuma pengen lu tau gue bener-bener sayang sama lu. Tapi lu juga menikmatinya kok sampe merem gitu hehehhehe, ya kan?" Dev malah ingin menggoda Marsha.
Marsha begitu malu dan memukul-mukul dada bidang Dev. "Udah sana pergi" usir Marsha. Dev menangkap tangan Marsha yang dari tadi memukul-mukul manja ke Dev, Dev memeluknya dengan sangat sayangnya.
"Sha dengerin gue, gue sayang sama lu, dan gue bakal tetap nungguin lu satu tahun lagi, terserah lu mau ngejar Alex tapi gue begitu yakin lu bakal jadi milik gue "
Dev yang awalnya memeluknya tapi Marsha juga ikut memeluk Dev. "Gue tau lu masih pengen nyium bau ketek gue, tapi gue mau pergi tolong lepasin pelukan lu" Dev tersenyum namun sebaliknya Marsha begitu malu mukanya merah. "Lu kalau lagi jatuh cinta mukanya merah gitu Sha!tuh ngaca muka lu merah!"
"Lu tuh juga suka sama gue cuma lu belum sadar aja karena keinginan lu yang masih mengejar Alex."
"Kepedean lu!"
"Jantung lu dagdigdug deket gue! ya sudah gue pulang", Dev mencium kening Marsha dan meninggalkan Marsha yang masih berdiri bengong dengan perlakuan Dev terhadapnya.
Uang jajan masih dikasih orang tua mainannya cium-cium anak orang, dasar anak jaman now
__ADS_1