
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Dev memperhatikan Marsha yang tertidur di kamar Alex.
Dev menyenggol Alex dengan lengannya,dan menunjukan Marsha yang tengah tertidur dikamar Alex.
"Gapapa, dia udah biasa tidur disitu tapi dulu waktu kecil bro,ga usah cemburu lu!pas udah gede ga pernah,baru kali ini,tenang aja bro!"
Dev menjadi lebih tenang. Setelah lama bermain PS,mereka menyudahinya dan bersamaan itu juga Marsha terbangun.
"Maaf ketiduran.."
__ADS_1
"Iya gapapa" jawab Alex.
"Elap dulu tuh iler..!" ucap Dev jail.
Marsha begitu malu dan langsung mengelapnya,"Tapi kok kering!"batin Marsha. Terdengar Dev yang terkekeh melihat Marsha yang mengelap mulutnya.
"Ih jail!!!"Marsha melempar bantal ke arah Dev. Tapi Dev berlari keluar kamar!
"Awas lu!" Marsha langsung mengejar Dev. Alex hanya geleng kepala melihat dua sejoli itu dan mengikuti mereka.
Marsha masih mengejar Dev ,tapi di ruang keluarga Dev berhenti berlari karena ada Mamah Cindy yang masih berada di dapur.
"Ehem..lu masih masih pengen nyium bau gue?"
"Ehemmm" Alex dan Mamah Cindy berdehem. Alex yang dari tadi berjalan mengikuti mereka, dan Mamah Cindy yang keluar dari Dapur melihat posisi Marsha dan Dev yang...
Marsha langsung melepaskan dirinya dengan Dev dia begitu kikuk. Berbeda dengan Dev yang berusaha tetap cool. Karena sudah lama bermain di rumah Alex, Dev dan Marsha berpamitan pulang.
__ADS_1
"Dev anterin Marsha pulang ya!" pinta Mamah Cindy.
"Iya Tante"
"Kan Deket mah,ga perlu dianterin!"
"Kan biasanya dianterin Alex,sekarang kamu udah punya Dev ya sekarang Dev yang nganterin".
"Tapi Dev kan..."
"Udah yuk gue anterin" Dev memeluk bahu Marsha mengajaknya pulang. Mamah Cindy tersenyum melihat kebersamaan mereka."Dasar bocah bucin"pikir Mamah Cindy.
Dalam perjalanan pulang ke rumah Marsha.
"Lu gimana sih?Mamah Cindy kan jadinya mikir kita ada apa-apa!"
"Ya kalau mau akting sekalian aja yang profesional,jangan cuma pura-pura!" jawab Dev enteng.
__ADS_1
"Huh..bisa berabe rencananya kalau begini Dev, Mamah Cindy mikir kita ada apa-apa terus gimana sama Alex?". Karena jarak yang dekat, mereka cukup berjalan kaki dan akhirnya sampai di rumah Marsha. "Dadah sayang ketemu besok lagi ya sayang" Dev tersenyum manis lalu mengelus rambut Marsha. Seperti biasa Marsha sudah sering mendengar Dev memanggilnya seperti itu dan dia selalu mengabaikannya. Dev memastikan Marsha masuk rumahnya, Dev begitu bahagia,yaaa saat ini orang yang paling bahagia adalah Dev yang bisa bersama orang yang disukainya selama ini.
Makin bahagianya Dev jadi pacar pura-puranya Marsha, gratis tanpa bayaran alias sukarela dia hanya perlu perjuangan untuk mendapatkan hati Marsha. Sama juga kayak Kak Fizhi yang harus berjuang dengan jempol montoknya Kak Fizhi untuk tetap menulis novel yang mengharap reader dengan sukarela like, komen,vote dan giftnya...sajen-sajen!hihihiihi....