
"Sebentar, apa kamu anaknya perempuan tadi?"
Adelia kecil yang berusia 4 tahun menggeleng, karena dia sudah diajari oleh mamah kandungnya nama orang tuanya, dan dia biasa memanggil orang tuanya dengan sebutan mommy dan daddy tentu saja yang dia panggil mama beberapa hari ini bukanlah mommy nya.
Alex segera menyadari itu daaaaan ....
"Ayo kita lari dan sembunyi sebelum perempuan tadi datang lagi,ayo lari nanti aku kasih pempek ya!"
Merekapun bergegas lari dan bersembunyi.
Alex yang sudah hafal dengan tempat persembunyian yang ada di daerah tersebut langsung membawa Adelia kecil ke tempat sembunyi yang paling dekat dengan taman yaitu di gardu poskamling yang ada pintunya.
Alex tidak bisa membawa Adelia lebih jauh sembunyi ya karena dia sepintas tadi melihat perempuan gila itu kembali ke taman sebelum mengajak Adelia berlari.
"Kak, kenapa kita kesini " tanya Adelia.
"Stttt diamlah nanti kamu tertangkap wanita gila itu lagi"
Adelia spontan menekuk kedua kakinya dan berjongkok. dia membenamkan kepalanya pada kakinya. Dia menangis namun tak bersuara. Alex melihat pergerakan dari wanita gila itu .
Wanita gila itu menghampiri kursi taman dimana tadi dia meninggalkan Adelia kecil dengan membawa sisa makanan yang tidak layak dimakan sebenarnya.
Dia begitu kaget ternyata 'anaknya' sudah tidak ada lagi,dia mengedarkan pandangan ke semua penjuru taman namun tidak ada.
"Anakuuuuu.. dimana anakuuuu ..sayang kembalilah".
__ADS_1
Dia berjalan kesana kemari seperti orang gila, lha emang dia udah gila Kak Fizhi? tapi level gilanya otomatis bertambah karena lebih stress kehilangan 'anaknya'.
Alex yang dari tadi melihat pergerakan wanita gila sudah pergi,segera menengok Adelia, melihatnya begitu kasihan terlihat begitu ketakutan.
"Nih makanlah" Adelia kecil langsung mengambil pempek dan mereka makan bersama.
"Enak sekali kak,aku suka pempek".
Alex pun tersenyum, lalu melihat keluar dirasa sudah aman mereka keluar dari gardu poskamling.
Mereka berjalan berdampingan.
"Adek kecil lucu sekali" batin Alex.
Alex berusia 5 tahun dan Adelia 4 tahun, memang terlihat mudah berkomunikasi karena umur mereka yang tidak terlalu jauh. Mereka berjalan menuju rumah Alex .
"Anakuuuuuuu.....sini anakuuuu ..ini mama!kembali kesini!" perempuan gila itu melihat Adelia.
Adelia diam tidak tahu harus bagaimana.
"Ayo Adelia,Lariii nanti kamu tertangkap"
Mereka berlari dan tetap dikejar orang gila itu.
"Ayo kabur Adelia,kamu harus kuat berlari"
__ADS_1
"Iya kak"
Dari kejauhan....
"Anakku jangan tinggalin mama".
Alex dan Adelia terus berlari dan menyeberang jalan karena harus menunggu kendaraan lewat untuk menyeberang membuat jarak orang gila itu semakin dekat, akhirnya mereka bisa menyeberang, mereka terus berlari tanpa menengok kebelakang.
Saat orang gila itu terus berlari dan menyeberang.
Braaak..brakkkk...kretek..kretek...wuih suara tulang kretek kretek...
Orang gila itu tertabrak kendaraan dan keadaannya sangat parah, dia segera dibawa ke rumah sakit.
Alex dan Adelia benar-benar tidak tahu jika orang gila itu tertabrak karena mereka ketakutan dan terus berlari dan saling bergandengan tangan tanpa menengok kebelakang.
Mereka bersembunyi di rumah pohon dibelakang rumah Alex dan melepaskan pegangan tangannya.
Kak Fizhi:Ihhh babang Alex kecil-kecil main rumah-rumahan sama Adelia
Kak Fizhi:Kak Alex bawa kabur anak cewek, masih kecil lho..udah berani bawa kabur anak orang.
Pletokkk...eh jidat gue,sembarangan main pletok pletok.
__ADS_1
Reader: ya iya lah dibawa kabur, lha emang nolongnya harus dibawa lari kan.
#Hai sayang reader,boleh ga Kak Fizhi minta like dan komennya...biar jadi mood boster Kaka nulis ..emmm makasih banyak ya...tambah semangat nih nulisnya.