Penguntit Jodoh

Penguntit Jodoh
Sepotong ingatan


__ADS_3

#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....#


#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...


#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...#


#Happy reading


Mamah Cindy merasa tidak tenang karena Marsha yg dititipkan oleh bundanya karena saat ini bundanya Marsha pergi keluar kota, dan semakin tidak tenang lagi karena tadi saat lewat depan rumah Marsha keadaan rumahnya masih gelap. Mamah Cindy berusaha untuk mengetuk pintu rumahnya namun tidak ada orang yang membukakan pintu. Karena memang Marsha tidur sangat lelap karena tadi dia kelelahan setelah mencari tukang tato yang berada agak jauh dari rumahnya.


Alex sedang berada di kamarnya bermain handphone mencari beberapa informasi yang dibutuhkannya nya, melihat foto-foto yang ada di sosial media mamahnya dan sedikit-sedikit dia mencari di dunia maya kali aja ada orang yang mirip dengan foto yang pernah diunggah oleh mamahnya.


Mamah Cindy menghampiri kamar Alex."Alex tolong antarkan makanan ke Marsha mamah khawatir soalnya tadi mamah lewat depan rumahnya masih gelap dan diketok Marsha nggak keluar, takutnya ada apa-apa lagian dia juga belum makan sekalian aja nganterin makanan ya!"


"Ya mah" Alex segera berhenti memainkan handphonenya dan dia bersiap untuk ke rumah Marsha. mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh mamahnya.


"Hati-hati ya Lex jangan lama-lama disitu mama sendirian di rumah papah belum pulang!"


"Iya mah" Alex berjalan kaki menuju rumah Marsha.


Alex mendekati rumah Marsha dan memang terlihat rumahnya gelap. Marsha memang sudah bangun dari tidurnya karena tadi sedikit terganggu dengan pintu yang terus diketok oleh Mamah Cindy, namun saat akan membukakan pintu ternyata mama Cindy sudah pulang. Alex mengetuk pintunya beberapa kali dan akhirnya Marsha membuka pintu rumahnya.


Terlihat Marsha yang baru bangun dari tidurnya, dia masih menggunakan celana hotpant dan kaos tanktop, Alex memang sudah terbiasa melihat Marsha menggunakan pakaian seperti itu tetapi itu dulu waktu Marsha masih kecil, tapi sekarang Marsha sudah dewasa jadi Alex sedikit tidak terbiasa melihat Masha dengan pakaian seperti itu. Ada yang berbeda kali ini ini biasanya Marsha akan menggerai rambutnya namun kali ini marsha mengikat rambutnya. sebenarnya bukan kesengajaan dia ingin mengikat rambutnya tapi karena dia merasa risih setelah di tato jika terkena rambutnya.


Alex seorang laki-laki,tidak munafik bahwa dia begitu terkesima dengan wanita yang tumbuh dewasa didepannya, namun dia berusaha untuk tidak memikirkannya.

__ADS_1


"Kenapa Lex?"tanya Marsha yang masih menyipitkan matanya karena dia masih sangat mengantuk.


"Ini dititipin makanan sama mama takutnya kamu belum makan, bunda lu tadi nelpon sama mamah gue katanya nggak pulang, jadi mamah ngirim ini buat lu"


"Iya makasih" Masha menerima bingkisan makanan dan meletakkannya meja depan TV. Alex mengikuti Marsha dan mereka menonton televisi, Alex dan Marsha memang sudah terbiasa bersama. Saat menemani Marsha Alex berusaha untuk tidak terlalu memandang Marsha karena baju yang dikenakan Marsha begitu mengganggu pandangannya.


"Marsha makanannya dimakan, tadi kata mamah tempatnya suruh dibawa makanya gue tungguin nih" Alex melihat Marsha yang berada di sampingnya namun agak jauh.


Ada yang berbeda dari Marsha karena memang tidak biasa rambutnya diikat, terlihat lehernya yang jenjang dan disitu ada semacam tanda lahir. Alex belum terlalu ingat namun dengan tanda lahir itu tiba-tiba Alex mulai bergerak membuka tempat makan dan langsung menyuapi Marsha karena dari tadi Marsha belum memakannya.


Alex belum 100% mengingatnya namun seakan-akan pada saat melihat tanda lahir itu dia begitu ingin menyuapi orang yang memiliki tanda lahir di leher. Mungkin ini karena dulu Adelia yang memiliki tanda lahir,dan Alex yang selalu menyuapinya selalu melihat tanda lahir Adelia pada saat menyuapi.


Marsha begitu kaget dengan perlakuan Alex yang tiba-tiba menyuapinya, dan sangat perhatian.


"Dimakan ya.." pinta Alex dengan nada lembut.


Alex terus menyuapi Marsha sampai makanannya habis. Setelah makanan habis Alex baru menyadari bahwa yang ada di hadapannya adalah Marsha.


"Maaf..."


"Nggak papa Lex gue seneng kok"


"Ini makanan udah abis gue pulang aja ya!"


"Enggak nonton dulu Lex?"

__ADS_1


"Enggak tadi disuruh mamah suruh cepetan pulang, mamah sendirian".


Alex mengemasi tempat makan yang tadi dibawa dan setelah berpamitan dengan Marsha dia pulang. Marsha mengantarnya ke depan pintu dan menutup pintunya setelah Alex pergi dari rumahnya.


Masha segera berlari ke kamarnya karena jantungnya berdetak dengan sangat kencang dan tidak tahan untuk tersenyum,senyumnya begitu merekah. Marsha sangat senang bahwa Alex memperlakukannya seperti itu. Bagi Marsha perlakuan Alex begitu sangat lembut dan dia merasa bahwa perasaannya juga dibalas oleh Alex.


Marsha begitu kegirangan dan dia selalu tersenyum malam itu. Melihat dirinya di cermin melihat betapa bahagianya dia saat ini di cermin. Dan saat ia melihat bayangannya di cermin di situ terlihat tato yang dia buat. Ternyata tidak sia-sia usahaku tadi buru-buru membuat tato walaupun harus bersakit-sakit dulu ternyata benar-benar menggerakkan Alex seperti itu menjadi begitu romantis menyuapiku makan.


"Pasti kali ini Alex akan merasa kalau gue adalah princess yang dicarinya!"ucap Marsha kegirangan.


Sementara itu Alex yang baru keluar dari rumah Masha berjalan menuju rumahnya dengan sangat pelan. Dia heran dengan dirinya sendiri kenapa dia tiba-tiba ingin menyuapi Marsha setelah melihat tato yang ada di lehernya. "Selama gue bersama Marsha kayaknya gue belum pernah melihatnya?"


Alex sudah sampai di rumahnya, Mamah Cindy yang sedang berada di ruang TV melihat kedatangan Alex. Mamah Cindy melihat ekspresi Alex yang agak sedikit kebingungan.


"Alex kenapa kok gitu mukanya?"


"Kenapa mah mukanya Alex? muka Alex ya kayak mamah kan anak mamah, emang Alex cakep banget apa mah kok sampai di liatin begitu hehehe".


"Ya cakep dong siapa dulu mamahnya!ga nonton Lex?


"Ga mah" jawabnya dan segera berlalu ke kamarnya. Sedangkan mamahnya melanjutkan nonton televisi sambil menunggu suami kesayangannya pulang.


# GR banget pasti Marsha, nikmati dulu jatuh cintanya situ...kak Fizhi kasih kesempatan biar bisa ngerasain dag-dig-dug jatuh cintrong deh...


#Alex jangan galau dong coba diingat-ingat lagi jangan sampai salah mengenali orang ya

__ADS_1


#Ayok reader jangan lupa gerakan jempolmu...klik like,vote,komen,gift...sajen apa aja boleh lah ane tampung...ngarep.com kak Fizhi nya hihihi


.


__ADS_2