
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Marsha terus mencari keberadaan Alex walau bagaimanapun Masha selama ini dekat dengan Alex jika Alex tidak ada maka Marsha akan segera menyadarinya. Marsha begitu khawatir mengenai keadaan Alex, dia sudah ke apartemen Alex berkali-kali namun apartemennya dalam keadaan kosong dan jika Alex ditelepon juga tidak pernah aktif handphone nya. Walaupun Marsha begitu khawatir dengan Alex dia belum berani untuk mengabari Mamah Cindy.
Sementara itu Adelia yang juga penasaran dengan keberadaan Alex beberapa kali dia tetap mencari ke apartemen Alex namun hasilnya juga di nihil.
__ADS_1
"Kemana ya kak Alex, kok gak pernah ada? apa sebenarnya dia ada di dalam tapi takut berhubungan dengan orang karena dalam kondisi pandemic seperti ini mungkin dia takut ketularan virus covid-19?" batin Adelia.
Akhirnya dia terbiasa dengan ketidakhadiran Alex yang selalu dipandangnya dari jarak jauh, hari-harinya dilalui dengan rutinitas kuliahnya yang dilaksanakan secara daring.
Marsha menghubungi Dev, " Dev, Alex ga pernah ada di apartemennya, sepertinya udah lama, semenjak dia telepon nyuruh gue nyelesein masalah sama lu, terus 2 hari setelah itu gue ke apartemen dia udah sepi, gue ga berani ngasih kabar ke mamahnya, gimana ya Dev?"
"Terakhir gue telepon dia juga baik-baik aja Sha, mungkin dia ada keperluan atau ada tugas dari kuliahnya, tapi tetap berusaha hubungi Alex ya, cuma lu yang sama-sama di Amsterdam".
Suatu saat Marsha ke apartemen Alex namun dia melihat barang-barang Alex dikeluarkan dari apertemennya oleh beberapa orang tentu saja dia begitu panik melihat hal itu. "Apa yang terjadi dengan Alex? kenapa banyak yang dia tutupi padahal biasanya kita selalu terbuka tentang segala hal" pikir Marsha.
Marsha tetap berusaha menghubungi Alex, dan dia mengirimkan pesan dan pesan itu statusnya terkirim yang artinya Alex mengaktifkan handphone nya, tentu saja Marsha tidak mau kehilangan kesempatan untuk menghubunginya.
__ADS_1
“Halo Sha? Ada apa?”
“Alex lu di mana Gue udah nyari lu berhari-hari, di kampus di apartemen lu tapi nggak pernah ada batang hidungnya, kemana aja sih susah banget dicari! “Terdengar nada Marsha yang sewot menuntut Sebuah Jawaban.
“Gue sama temen gue Riko lu tahu kan orang yang kadang ikut pertemuan kalau mahasiswa Indonesia pada ngumpul?"
“Oh iya…Riko, Iya gue ingat.. lah terus sekarang lu di mana? tadi gue lihat ada orang ngeluarin barang-barang lu di apartemen waktu gue nyari lu di apartemen lu! Ya ampun Alex lu tahu nggak gue sampai ketakutan melihat orang-orang pada beresin barang-barang lu kali aja lu utang ke rentenir kagak bisa bayar terus barang-barang lu diambilin semua!
“Haahhaha…nggak segitunya kali Sha, gue sekarang tinggal bareng Riko kebetulan dia sendirian di apartemennya dan kebetulan lagi dia juga satu jurusan dan satu kelas sama gue”.
Walaupun Alex menerima teleponnya tapi "Nada bicaranya tidak seperti biasa seperti....entahlah, yang jelas sekarang gue tau dia dimana jadi gue lebih tenang" pikir Marsha.
__ADS_1