
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Setelah Alex mempertimbangkan anjuran dokter William yang sangat detail panjang kali lebar persis kayak dosen yang mengisi kuliah Alex akhirnya setuju tinggal di apartemen Riko.
Riko dan Alex keluar dari rumah sakit dibantu dengan orang kepercayaan Riko yaitu Beniqno.
Sebelum mereka pulang ke apartemen Riko, mereka pergi menuju kantor polisi terlebih dahulu.
Atas kecelakaan yang terjadi antara Riko dan Alex dan posisi Alex yang lebih tragis luka-lukanya, namun melihat Riko yang sangat bertanggung jawab terhadap Alex, Alex pun tidak menuntut kepada Riko di kantor polisi, sehingga proses untuk mengakhiri kasus kecelakaan ini agak sedikit lebih mudah. Karena semuanya bisa dikomunikasikan dengan baik antara korban dan penabraknya.
__ADS_1
Setelah selesai mengurus segala sesuatunya di kantor polisi mereka segera pulang menuju apartemen Riko. Setelah sampai di apartemen Riko yang terdapat 2 kamar,
"Lex yang itu kamar buat lu ya, kalau gue kamarnya dekat dengan tangga ini" sambil Riko menunjukkan kamar Alex dan kamarnya.
"Tapi barang-barang gue masih di apartemen gue"ungkap Alex.
"Tenang aja nanti diambilin sama Beniqno, ya kan Beniqno?tanya Riko.
Beniqno yang sedang menaruh beberapa barang dari rumah sakit langsung menganggukkan kepalanya menandakan dia setuju untuk mengambil barang-barang di apartemen Alex.
"Awwww ..lu ya! sembarangan banget gue bales baru tau rasa deh!" balas Alex.
Sebelum membalasnya Riko segera berjalan, tentu saja mereka tidak bisa berlari mengejar karena mereka harus berjalan dengan lambat agar tidak melukai jahitan di perut mereka.
"Hahahahha...awas kau Riko!" akhirnya mereka tertawa karena merasa lucu mengejar Riko namun mereka tidak bisa berlari sama saja seperti siput mengejar siput yang lain.
__ADS_1
Setelah puas bercanda dengan Riko, Riko dan Alex kembali ke kamarnya masing-masing.
Riko merebahkan badannya di ranjang yang sudah beberapa hari ditinggalkan, memejamkan mata sambil memikirkan banyak hal yang terjadi belakangan ini. Hidupnya kini sudah berbeda. Riko menarik nafasnya sangat dalam dan mastikan bawa semuanya adalah kenyataan.
"Setidaknya apa yang gue lakukan bisa membantu orang untuk bertahan hidup" batin Riko dan lama kelamaan diapun memejamkan mata dan terlelap dalam tidurnya.
Di kamar yang baru ditempati, Alex mencoba mengedarkan pandangannya ke setiap sudut yang ada di kamarnya. Tentu saja dia menyukai kamar yang ditempatinya sekarang karena terbilang sangat mewah untuk sebuah apartemen, dibanding dengan apartemen yang biasa dia tempati selama ini yang termasuk sederhana. Alex merebahkan badannya sama seperti Rico Alex pun memikirkan kejadian-kejadian yang menimpanya dan merubah hidupnya menjadi seperti sekarang ini.
"Gue nggak tahu apa gue harus marah sama Riko atau enggak, karena dia memang yang nabrak gue. Tapi gue juga salah, karena gue juga menelpon Marsha sambil berkendara dan gue juga buru-buru untuk mengumpulkan tugas. Mungkin orang lain bakal marah jika kecelakaan ini terjadi dan pastinya mereka akan marah sama orang yang menabraknya. Tapi Riko juga sangat bertanggung jawab dia merelakan dan mengikhlaskan ginjalnya sedangkan orang lain belum tentu mau memberikan ginjalnya pada orang yang sudah ditabraknya. Jika ada rasa tidak terima kehilangan 2 ginjal akibat ditabrak tentu saja gue ngerasa nggak terima, tapi sekali lagi gue melihat kebaikan yang luar biasa dari Riko tentu saja kemarahan itu gue abaikan lebih baik gue berdamai dengan hati gue menerima apa yang terjadi sekarang".
Drrrt ..Drrrt ..
Alex melihat layar telepon dan terlihat ada Marsha yang sedang menghubunginya.
"Apa gue harus angkat teleponnya? rasanya gue masih trauma telepon sama Masha karena setelah telepon dengan Marsha Gue kecelakaan!"
__ADS_1
#iya nih gara-gara Marsha sama Dev yang ga bisa nyelesein sendiri masalahnya jadi babang Alex kecelakaan....hehehhe...Kak Fizhi jadi kompor deh.