Penguntit Jodoh

Penguntit Jodoh
Keputusan


__ADS_3

#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....


#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...


#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...


#Happy reading


Mommy tentu saja memikirkan apa yang dikatakan oleh Adelia.


"Gimana ya? emmm .." Mommy Angelica memegang kepalanya sambil memikirkan baik buruknya jika ide anaknya disetujui.


"Baiklah, tapi kamu harus jaga diri baik-baik" ucap mommy.


Adelia terdiam setelah permohonannya disetujui oleh mommy nya


"Apa mommy tau kabarnya sekarang?"


"Tidak, dulu mommy terhubung dengan facebook mamahnya, tapi beberapa tahun ini mamahnya sudah tidak aktif di facebooknya lagi".


"Siapa tadi namanya mom?"


"Alex Ferdinand".


"Ok, yaudah mom, Adel ke kamar dulu.. rebahan time!" Adelia segera berlalu meninggalkan mommynya.


"Dasar kaum milenial hobby nya rebahan!"


Di kamarnya Adelia mulai mencari mengenai Alex Ferdinand, yang umurnya tidak jauh dari Adelia.

__ADS_1


Pencariannya terbilang sangat simpel, karena hanya mengetikan nama di mesin pencarian dengan kata kunci namanya. Dan banyak sekali data mengenai Alex Ferdinand. Adelia memfilter data-data yang ada dan akhirnya mengerucut pada data Alex Ferdinan yang dicarinya. Alex memiliki sosial media dan Adelia mulai mempelajari profil Alex.


"Cakep juga jodoh gue hehehhe" tak terasa Adelia senyum-senyum sendiri.


Adelia melihat postingan Alex, dengan gambar ticket ke Amsterdam dan foto depan kampus impian Alex waktu dia mempersiapkan kuliahnya dengan caption "Semoga berjodoh🤠"


Dan beberapa pengikutnya di sosial media membalas dengan komen-komen yang membuat Adelia mengernyitkan dahi nya.


"I do" komen pengikut 1.


"Gue juga berharap kita berjodoh", komen pengikut 2.


"Kutunggu dirimu menghalalkanku!", komen pengikut 3.


"Eh jangan macem-macem lu pada, lu dah tau gue siapanya Alex kan!" komen Marsha pada postingan Alex.


Adel hanya menggelengkan kepala, "Ternyata banyak yang suka sama kak Alex. Padahal cuma posting semoga berjodoh sama kampus di Amsterdam, dasar cewek-cewek agresif!" gumam Adelia. Namun ada 1 komen yang menyita perhatiannya yaitu dari Marsha. Adelia melihat profil dan foto Marsha di sana banyak foto kedekatan Alex dan Marsha dari kecil. "Ternyata mereka dekat dari kecil". Tapi Adelia hanya mengabaikannya.


"Oh..kak Alex pengen kuliah di sana?gue kira cuma di Indonesia aja kuliahnya, waduh mesti gerak cepat persiapan juga kuliah di sana! mana bahasa asing gue ewes-ewes lagi! terpaksa gue harus cepat mempersiapkan diri!" pikir Adelia.


Adelia dalam beberapa bulan mencari tahu mengenai kampus impian Alex dan dia juga mulai mendaftar ke kampus tersebut.


Keesokan harinya Adelia berangkat sekolah dan pulang dijemput oleh sopir. Vino sering mencarinya namun Adelia selalu membatasi dirinya agar tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan Vino. Tapi hari ini Vino menunggunya saat istirahat. Adelia yang berjalan menuju kantin, ditarik tangannya dan membawanya ke atap gedung.


"Kak Vino?" tanya Adelia begitu heran.


"Mau kemana kak?" lanjutnya bertanya namun Vino tidak menjawabnya. Setelah mereka diatas gedung, vinopun membuka pembicaraan.


"Adel lu sengaja jauhin gue?"

__ADS_1


"Ga kok kak?"


"Yakin?" Adelia langsung mengangguk.


"Gue kira lu..emmm sudah lah, tapi kenapa dari kemarin susah dicari?"


Mereka duduk di bangku yang ada di atap gedung, lebih nyaman ngobrol dari hati ke hati.


"Benernya gue sama mommy disuruh jaga diri jangan deket-deket sama cowok kak!"


"Lha nanti lu ga punya cowok lho kalau membatasi deket sama cowok" Vino mulai penasaran.


"Gue dijodohin jadi ga boleh deket sama cowok lain"


"Hahhahahahha" Vino tétawa mendengarnya "Lu setuju?" dan Adelia langsung menganggukkan kepalanya.


"Seyakin itu?" Adelia langsung mengangguk.


"Ga pengen lari dari perjodohan?" Adelia menggeleng.


"Eh kita ga lagi pemanasan olahraga kali Del! lu dari tadi angguk-angguk geleng-geleng".


"Ih..kak Vino jangan ngeledek deh!"


Karena Adelia merasa nyaman dengan Vino untuk curhat, Adelia menceritakan kepada vino bagaimana kisahnya sampai akhirnya dia dijodohkan.


Vino menghela nafasnya mendengar Adelia yang ternyata telah dijodohkan oleh keluarganya. Awalnya dia berharap pada Adelia yang bisa...


#Bisa apa Vino? itu Adelia jodoh orang lho! ga usah mikir aneh-aneh!.

__ADS_1


Vino:Kak Fizhi, mau ga bikin novel dengan judul batal menikah atau lari dari perjodohan, Vino siap jadi pemain utamanya yang siap bawa kabur Adelia!


Kak Fizhi: pemain ga bisa nawar ya! ga bisa mengubah tatanan cerita!titik! baru kali ini ada pemain figuran minta jadi pemain utama!


__ADS_2