
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
Marsha hanya bisa menangis tanpa suara. "Lex lu pergi dulu ga papa". Alex meninggalkan Marsha agar dia bisa menenangkan diri.
Dev yang melihat Marsha tetap dilantai atas gedung sekolah segera menghampirinya,dia tidak tega melihat Marsha terus menangis.
Dev sungguh tidak tega melihat Marsha yang begitu sedih. Tapi dalam hatinya dia juga sangat senang Alex menolaknya. Semua sudah seperti dugaan Dev jika Marsha berani menyampaikan perasaannya kepada Alex.
Saat jarak sudah dekat dengan Marsha.Marsha yang terus terisak menangis dengan sangat menyayat hati mendengarnya melihat Dev yang ada dihadapannya langsung memeluknya.
"Lex gue mesti berterimakasih banget sama lu hihihi!" batin Dev tersenyum sedikit namun dia harus kembali dalam mode berkabung lagi.
Marsha memeluk Dev dengan sangat Erat, Dev juga membalas pelukannya. "Menangis lah Sha kalau itu bisa membuatmu tenang" Marsha masih tetap menangis karena begitu syok apa yang dibayangkan yaitu Alex menerimanya namun hasilnya malah sebaliknya
"Hik..hik..hik...Alex nolak gue Dev, gue benar-benar cinta sama dia Dev. Apa kebersamaan kita belum cukup untuk menuju yang lebih serius Dev?Apa dia cemburu sama lu! karena tadi dia bilang ga mau merusak persahabatan bisa aja dia ga mau merusak persahabatan sama lu dikira lu suka ama gue karena beberapa kali dia liat kita ngobrol berdua.Dia pasti ga enak sama lu Dev! hik..hik...hik..padahal gue cinta banget sama dia Dev"
Dev hanya mendengarkan apa yang Marsha curahkan.
"Nggak mungkin cemburu Sha",Dev masih memeluk Marsha dan membelai lembut rambut Marsha. Perlakuan Dev membuat Marsha menjadi lebih tenang. Marsha menangis air matanya terus mengalir sampai membuat baju Dev basah dengan air matanya.
__ADS_1
Selang beberapa lama setelah Marsha berfikir, Marsha melepaskan pelukannya pada Dev. "Dev,mungkin ini ide konyol" ungkap Marsha. Dev penasaran dan dia terus mendengarkan.
"Mungkin Alex belum sadar tentang perasaannya sama gue,nyatanya dia cemburu kalau liat kita lagi berduaan. Gimana kalau lu bantu gue buat menyadarkan dia kalau perasaannya ke gue juga sama".
"Bantu gimana?" tanya Dev.
"Jadi cowok gue Dev?tapi cuma pura-pura! biar dia sadar dengan kecemburuannya dia bisa menyadari kalai dia cinta sama gue. Tapi sekali lagi ini cuma pura-pura Dev!"
"Gila ni bocah,gue aja belum nembak lu,malah lu yang ngajak gue jadi cowok lu,gue ikutin ide gila lu deh,nanti suatu saat pasti lu bakal jadi milik gue seutuhnya" batin Dev.
"Ok gue mau bantu lu" mendengar Dev yang mau membantunya dia begitu senangnya dan saking senangnya.
"Tapi ada syaratnya, gue kasih waktu satu tahun kalau lu belum mendapatkan Alex jadi pasangan lu,lu harus jadi cewek gue beneran!,deal?"Dev begitu semangat menyampaikan syaratnya.
"Ok,sekarang tanggal 14 Februari,dan tahun depan kalau lu gagal pastikan hati lu buat gue"
"Ehhhh...ehhh...kok gitu"Marsha baru menyadari kebodohannya membuat perjanjian dengan Dev.
"Tenang aja gue pasti dapatkan hati Alex,ga bakal gue jatuh ke hati lu Dev"
"Liat aja nanti sayang".
"Ih geli ah denger gitu".
"Hehheheee nanti lu juga bakal terbiasa, yuk balik ke kelas".
__ADS_1
"Tapi...gue malu sama Alex"
"Ga papa kan sekarang gue cowok lu"
"Iya tapi pura-pura, kalau gue dapetin Alex perjanjian kita berakhir!"
"Iya sayang,yuk!"
Mereka berjalan menuju kelasnya."Dev lu pakai parfum apa?" Tanya Marsha.
"Lu suka?" Marsha mengangguk "Lu beli dimana Dev? wanginya agak lembut,bikin gue agak tenang kayak tadi pas gue nangis bombay heheheh"
"Ga usah beli gue kasih deh kalau lu mau!"Dev tersenyum.
"Iya gue mau dong satu"
"Gue gak pakai parfum Sha, itu wangi alami gue heheheh...kalau lu lagi mau nyium wangi alami gue biar lu tenang, gue suka rela ngasih deh, seberapapun lu mau gue rela, nih coba lagi" Dev mengangkat keteknya.
"Ih ga mau ya" Marsha berlari dan tertawa.
"Akhirnya kamu tertawa Sha" Dev jadi penasaran dengan bau badannya Dev mengangkat keteknya dan mencium baunya..namun dia tidak bisa membaui bau badannya sendiri.
#Saat kita ga nyaman dengan bau badan seseorang, bila kita harus berkomunikasi dengan orang itu kita bisa menemukan ketidakcocokan,dan tidak betah berlama-lama ngobrol dengannya,bukan karena baunya yang mengganggu kita tapi pembahasan yang sering tidak nyambung dengan kita.
Saat kita nyaman dengan bau badan seseorang,maka dari berbagai hal kita bisa cocok dengan orang itu, ngobrol juga lebih nyambung,dan kita betah berlama-lama didekatnya karena kita nyaman itu yang dulu pernah Kak Fizhi lihat di TV mengenai penelitian bau badan, jadi reader setuju ga?. Hayooo coba dicek reader,jodohnya bau ketinya cucok ga...
__ADS_1