Penguntit Jodoh

Penguntit Jodoh
Tak Tahan


__ADS_3

#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....


#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...


#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...


#Happy reading


Tentu saja sebagai seorang lelaki tidak munafik untuk tergoda melihat pemandangan yang seperti itu.


Adelia segera keluar dari kamar mandi dan segera ke kamar, diikuti oleh Riko yang juga sudah mengganti bajunya dengan handuk kimono.


Adelia dan Riko saling pandang dan setelah berendam air terlihat sangat berbeda dengan tampilan pada hari-hari biasanya. Adelia begitu cantik jelita dan Riko begitu tampan.


"Gila cantik banget Adelia" pikir Riko.


"Cakep banget kak Riko!" ucap Adelia tanpa sadar dan terdengar oleh Riko.


Tanpa sadar Riko mendekati Adelia, mengelus mukanya, efek obat yang masih menguasai mereka mau tidak mau menuntun mereka berbuat lebih.

__ADS_1


Riko melihat Adelia begitu sempurna, bibirnya yang mungil membuatnya tak tahan untuk menge cupnya, Adelia terdiam dan memejamkan matanya. Menik mati kecu pan Riko dan mulai membalasnya. Gerakannya semakin menuntut dan sangat agresif karena pengaruh dari obat. Melihat tak ada penolakan, Riko dan Adelia semakin bergerilya. Riko mulai menge cup leher Adelia dan membuka handuk kimono yang mereka kenakan. Dulu Riko bisa menahan rasa siksaan karena obat itu, tapi sekarang dia sudah mencoba bertahan tapi karena ada partner yang sama-sama terkena efek obat dan terlalu menggoda dia pun tidak bisa menjamin tidak terjadi apa-apa.


Terlihat pemandangan yang baru pertama dilihatnya dan begitu menggoda, Riko tak tahan dan menci umnya dan Adelia membelai rambut Riko. Menciumi setiap lekuk tubuh Adelia. Adelia berharap lebih. Pengaruh obat itu membuatnya menginginkan selalu bersentuhan dengan Riko.


Saat senjata Riko sudah tidak bisa dikendalikan, Adelia berada dibawah Kungkungan Riko, Riko membisikan sesuatu "Maafin gue, gue akan tanggung jawab".


Adelia sudah tidak bisa mendengarkan apa yang diucapkan Riko karena naf sunya yang sudah tinggi.


Riko mengarahkan senjatanya membobol pertahanan terakhir Adelia dengan susah payah karena ini yang pertama buat Adelia dan Riko.


"Sempit banget"


"Gue pelan ya.."


Riko mencoba untuk meng go yangkan badannya, dan membuat Adelia tidak dominan merasakan sakit tapi rasa yang lain. Adelia semakin meracau. Panggil nama gue Adel.


"Riko...Riko..Riko" ucap Adelia terengah-engah.


Setelah beberapa saat Riko mengalami pelepasan. Riko memeluk Adelia.

__ADS_1


"Maafin gue" ucap Riko.


Semalaman efek obat yang terlalu tinggi membuat aktifitas panas mereka bukan hanya sekali dua kali. Efek obat yang sudah mulai menghilang dan mereka yang sangat kelelahan dengan bergu mulan mereka akhirnya merekapun tertidur sambil berpelukan.


Saat memastikan Adelia tidur, Alex melihat tas Adelia dan mencari tahu data dirinya.


"Adelia Xavier? keluarga Xavier kayaknya pernah dengar!"


Lalu Riko juga mengecek handphone Adelia mencari kontak yang dibutuhkan, dan menyimpan kontak Adelia di handphone Riko, karena dia tidak mau hilang komunikasi dengan Adelia. Riko juga mengambil kontak daddynya, namun saat menyimpannya kontak itu sudah ada di handphone Riko, dengan nama Rifki Xavier.


"Oh my god, Adelia putrinya pak Xavier? pemilik perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Liandro?" pikir Riko. Riko memilih tidak memikirkannya sekarang karena dia juga begitu lelah. Riko kembali ke kasur dan melihat bidadari cantik yang ada di ranjang, Riko kembali memeluk Adelia. Adelia begitu nyaman dipeluk oleh Riko.


"Kak Alex..Kak Alex" Adelia mengigau. Riko terheran kenapa Adelia memanggil nama Alex.


"Mungkin dia memanggil saudaranya" pikir Riko.


Akhirnya mereka berdua terlelap, entah seperti apa reaksi mereka besok.


#berat juga nulis part begini😎

__ADS_1


__ADS_2