Penguntit Jodoh

Penguntit Jodoh
Setelah Operasi


__ADS_3

#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....


#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...


#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...


#Happy reading


Selang beberapa lama Riko sudah tidak bisa melihat apa-apa lagi, karena matanya terpejam setelah dokter menyuntikan obat bius dan akhirnya Riko sudah tidak sadarkan diri karena efek obat bius sudah mempengaruhi tubuhnya.


Operasi dilaksanakan selama 5 jam untuk ke dua orang pasien yaitu Riko dan Alex yang ditangani oleh tim dokter yang sangat profesional di bidangnya.


Tidak ada keluarga yang menunggu di luar ruang operasi karena memang baik keluarga Riko dan Alex tidak ada yang diberitahu. Hanya polisi yang mengurusi kecelakaan antara Riko dan Alex yang tetap mengawal kedua orang ini. Polisi tetap memberikan informasi pada kantor kepolisian mengenai hal-hal yang terjadi antara Riko and Alex, dimana Riko dengan sukarela memberikan organ ginjalnya kepada korban yaitu Alex.


Setelah proses operasi selesai kedua orang yang sudah dioperasi masih berada di ruang operasi menunggu sampai mereka tersadar.


Riko mulai tersadar dari obat bius saat dia dioperasi, badannya begitu sangat nyeri dibagian yang sudah dioperasi yaitu perut sebelah kiri. Alex juga perlahan mulai sadarkan diri dan dia melihat sekelilingnya, tapi dia bingung dengan ruangan yang dilihat pertama kali saat membuka mata. Melihat Alex yang begitu bingung, Riko berbicara kepadanya.

__ADS_1


"Lu di rumah sakit, lu habis operasi ginjal karena ginjal lu rusak, Riko maafin gue karena gue udah nabrak lu di jalan!" Terlihat Riko yang benar-benar menyesal dan minta maaf atas kejadian yang menimpa mereka hari ini.


"Apa lu juga terluka?" tanya Alex.


"Nggak" Rika masih menutupi kalau dia juga merasa sakit pasca operasi.


"Kenapa lu juga ada di ruang operasi kalau lu nggak sakit?" tanya Alex penasaran.


Sebelum dijawab oleh Riko Alex merasakan badannya sangat sakit, "Awwww ..Awww" Alex meringis menahan sakitnya.


Setelah Riko dan Alex dipindahkan ke ruang rawat, polisi meninggalkan rumah sakit, dan dan memberitahu Riko jika sudah baikan agar mengurus ke kantor polisi setempat.


Setelah berada di kamar rawat inap, dokter William melakukan pengecekan terhadap pasien. Pertama dia mengecek keadaan Riko.


"Riko, semoga kamu nggak menyesal dengan apa yang sudah kamu putuskan, sekarang kamu benar-benar harus bisa menjaga diri menjaga kesehatan, berbeda dengan dulu waktu ginjalmu masih lengkap".


"Baik dok".

__ADS_1


Karena berada di ruangan yang sama tentu saja Alex dapat mendengar pembicaraan antara dokter William dan Riko. "Apakah Riko kehilangan ginjalnya?" batin Alex.


Dokter melanjutkan pemeriksaan kepada Alex. Riko karena lukanya tidak terlalu parah dia meninggalkan ruangan dan berjalan ke toilet.


"Dok,apa yang terjadi dengan Riko?tadi dokter menjelaskan tentang 'berbeda dengan dulu waktu ginjal yang masih lengkap', apa..?"


Dokter William tersenyum, "Iya dia mendonorkan ginjalnya untukmu"


"Ya Tuhan!bagaimana dia berfikir seperti itu" Alex masih begitu kaget dengan apa yang didengarnya.


Setelah sudah selesai melakukan pemeriksaan, dokter William segera meninggalkan ruangan. Riko setelah dari toilet dia kembali ke ranjang pasien.


"Apa lu nggak terlalu bodoh melakukan hal ini Riko?!!"


#Jangan ribut, aduh...aduh...masih baru luka operasi nya, ga usah tonjok-tonjokan luka oprasi dicolek dikit aja udah pada meringis kesakitan...


# Like tiap part tetep ya say ..

__ADS_1


__ADS_2