
#Dukung Kak Fizhi dengan biasakan like, sebelum membaca ya guys, like itu gratis lho....
#Biar tambah semungut nulisnya hehehhe...
#Dan biasakan komen setelah membaca, ok..ok...ok...
#Happy reading
"Begini Riko, pasien di bagian luar tidak mengalami banyak luka namun karena benturan di perutnya ginjalnya mengalami kerusakan.... dua-dua nya"...
"Ya Tuhan,ke duanya?" tanya Riko. Dokter William mengangguk.
Riko begitu kaget mendengarnya. "Bagaimana orang bisa bertahan jika tanpa ginjal?" batin Riko terlihat gusar.
Riko diam sejenak, dipikirannya benar-benar sangat kacau dengan apa yang terjadi hari ini, rasa bersalah yang begitu besar tentunya.
Flashback on
Riko menunggu Alex yang masih berada di ruang UGD untuk dilakukan penanganan. Tim medis di rumah sakit sangat sigap menangani pasien.
Tentu saja dengan keadaan begini Riko sangat gusar. Kecelakaan ini merupakan kesalahan Riko yang pertama dan paling fatal selama hidupnya.
Sambil menunggu penanganan dokter di UGD, Alex mengecek tas yang dibawa oleh Alex dan disana terlihat ada tugas yang harus dikumpulkan dan dompet milik Alex. Riko mengambil kartu identitas Alex dan melihat nama lengkap Alex.
__ADS_1
"Alex Ferdinand" gumam Alex.
Setelah mengetahui nama lengkap Alex dia segera mencari tahu di internet mengenai Alex Ferdinand. Setelah menemukan data yang diperlukan, Riko mengetahui bahwa Alex merupakan anak tunggal keluarga Ferdinand.
"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan Alex merupakan anak tunggal sama juga denganku tentu saja orang tuanya tidak mau kehilangan anak satu-satunya!" pikir Riko.
"Ini salahku, dan aku harus membantunya!".
Melihat tumpukan tugas yang ada di tas, tentu saja Rico mengenal tugas yang dilihatnya, karena Rico pun sudah mengumpulkannya tadi pagi sebelum datang ke rumah sakit.
"Jadi dia mau mengumpulkan tugas?" gumamnya.
Riko segera menghubungi orang kepercayaannya di perusahaan yang bernama Beniqno. Beniqno begitu kaget melihat keadaan bosnya. Namun Riko tetap tenang, dan dia menyampaikan ke Beniqno agar tidak memberi kabar kecelakaannya kepada orang tuanya karena hanya luka ringan. Beniqno pun mengiyakan permintaan dari bosnya tersebut.
Lalu Riko memberikan informasi ke dosen tersebut bahwa tugas Alex akan dititipkan ke orang kepercayaannya untuk dikumpulkan. Untungnya dosen tersebut mau untuk menerima tugas dari Riko.
"Beniqno tolong kamu antarkan tugas ini ke kampus, kebetulan dosennya lembur jadi sekarang masih ada di sana".
"Baik tuan" Beniqno segera pergi meninggalkan rumah sakit karena dia melihat Riko baik-baik saja jadi dia tenang meninggalkan rumah sakit.
Urusan mengumpulkan tugas sudah diselesaikan oleh Riko.
Flashback off
__ADS_1
"Dok, ambil ginjal saya!" terdengar Riko yang begitu tegas menyampaikan itu.
Polisi yang masih berada tidak jauh dari Riko dan dokter William yang mendengar permintaan Riko begitu kaget.
"Pikirkan baik-baik Riko!" pinta dokter William.
"Sudah saya pikirkan dok!"
"Yakinkan dirimu boy!"
"Saya sudah yakin sebelum anda menanyakannya!kalau bisa secepatnya untuk membantunya".
Dokter William diam sejenak menghela nafasnya dan memerintahkan tim medis untuk melakukan observasi terhadap Riko, mengecek kecocokan antara Riko dan Alex dalam proses pendonoran ginjal.
Setelah dilakukan observasi yang dibutuhkan dalam proses pendonoran ternyata hasilnya semua cocok.
Kini Riko dan Alex berada di ruang operasi untuk melakukan prosedur pendonoran ginjal.
Riko dan Alex dengan posisi tidur di masing-masing ranjang oprasi dan bersebelahan. Riko melihat ke arah samping ranjangnya yaitu ranjang Alex, Riko melihat wajah Alex untuk memberikan kekuatan dan meyakinkan dirinya bahwa dia akan melakukan donor untuk orang yang telah ditabraknya.
"Ya Tuhan semoga hamba tidak salah mengambil keputusan ini, hambalah yang bersalah menabraknya, setidaknya hamba juga harus bertanggung jawab, ya Tuhan... hamba salah telah menabrak orang adalah kesalahan hamba yang paling fatal dan semoga hamba mendonorkan ginjal bukan merupakan sebuah kesalahan tetapi keputusan yang tepat untuk saat ini"
Selang beberapa lama Riko sudah tidak bisa melihat apa-apa lagi, karena matanya terpejam setelah dokter menyuntikan obat bius dan akhirnya Riko sudah tidak sadarkan diri karena efek obat bius sudah mempengaruhi tubuhnya.
__ADS_1
#Like tiap part ya....