Penyidik Hati Azahra

Penyidik Hati Azahra
Dibuat Bingung


__ADS_3

Zahra merasa jika udara di luar mulai menusuk ketulang nya,ia menggosok lengannya dengan telapak tangan agar merasa lebih hangat,iapun segera melangkah masuk kedalam, kalau tidak ia akan mati kedinginan.


Saat melewati pintu nampak Rama yang sudah tertidur ditikar ruang tamu yang sengaja disiapkan pak RT untuknya, sementara Zahra akan tidur dikamar kosong milik anak pak RT yang sedang marantau kekota.


Sementara pak RT dan Bu RT sudah beristirahat dikamar mereka,memang warga disini sudah terbiasa tidur sore setelah isya',makanya meskipun baru jam 9 malam,suasana kampung sudah sangat sepi.


Zahra menutup pintu,karena ia orang yang terakhir masuk kedalam rumah.


Ia melangkah perlahan melewati Rama,entah kenapa langkahnya terhenti dan menatap pria yang sedang berbaring sembari bersendakap itu.


"Apa dia kedinginan?" Batin Zahra sembari menatap tubuh Rama yang mengisyaratkan hal itu.


Zahra mengambil selimut yang sudah disiapkan Bu RT diatas meja,lalu memasangkannya ketubuh Rama agar membuatnya lebih hangat.


Zahra tercekat dan langsung ambruk saat melihat Rama membuka matanya,ia sangat terkejut karena mengira Rama sudah tertidur.


"Apa yang kamu lakukan," Rama mendudukkan tubuhnya melihat perempuan yang duduk dihadapannya itu.


Zahra terdiam dengan wajah memerah menahan malu.


"Apa itu kebiasaanmu, mendekati orang yang sedang tidur?" Tanya Rama dengan tatapan penuh curiga.


Zahra mengerutkna dahinya, tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Rama.


"Kamu melakukan nya juga semalam saat aku tidur kan?" Tanya Rama lagi yang lebih tepatnya menuduh.


Zahra terdiam dan teringat bagaimana saat Rama mengigau semalam dan Zahra membiarkan Rama tidur dipundaknya.


"Soal semalam,itu karena...."


"Karena itu memang kebiasaanmu,apa kamu melakukan hal ini pada semua pria?" Ucap Rama yang langsung membuat mata Zahra membelalak menatapnya.


"Apa maksud mu?"


Rama menyungging kan bibirnya, "Apa masih perlu dijelaskan lagi,apa kamu begitu bodoh hingga tidak mengerti apa yang aku maksud?" Rama justru sengaja membuat Zahra kesal.


Zahra menatap tajam kearah pria yang berada didepan nya itu, "Kenapa kamu sangat suka menuduh ku seperti itu,apa aku begitu terlihat rendah dimatamu?" Tanya Zahra dengan mata berkaca-kaca.


Rama terdiam saat melihat ekspresi Zahra seperti itu.


"Bukan kah aku masih seorang perempuan yang bisa saja tersinggung dengan ucapanmu itu, tidak bisa kah kamu menghargaiku sedikit saja,aku tahu kamu sangat membenciku karena kasus Hana dan aku menerima nya,tapi tentang hal ini,apa aku tidak pantas membela diri?" Ucap Zahra dengan air yang jatuh dari pelupuk matanya.


Rama memalingkan wajahnya, "Lagi-lagi dia menangis karena aku," batin Rama yang terlihat sedikit menyesal dengan ucapannya.


"Ini sudah malam, tidurlah, jangan mengganggu penghuni rumah yang lain," ucap Rama lalu kembali berbaring memunggungi Zahra yang masih duduk ditempatnya.


Zahra menunduk, menenggelamkan wajahnya diantara dua lutut yang ia angkat,lalu menagis tanpa suara karena tidak ingin didengar oleh orang lain.

__ADS_1


"Kenapa dia begitu cepat berubah,kadang membuat ku melayang setinggi langit dengan perhatian nya lalu membanting ku dengan begitu kasar hingga membuat seluruh tubuhku hancur, Apa yang diinginkan pria ini sebenarnya?" Batin Zahra.


Meskipun tak bersuara,Rama masih mendengar suara tangisan itu,Rama juga tidak mengerti dengan perasaannya, kadang ia simpati kadang ia begitu membenci,kadang cemas kadang marah,Zahra benar-benar membuat Rama tidak bisa mengendalikan emosi nya sendiri,bahkan Rama seperti tidak mengenal jiwanya yang sekarang, dulu sangat pantang baginya menyakiti seorang wanita,tapi sekarang ia selalu membuat Zahra menangis karena ucapan nya.


Malam berlalu begitu saja, dengan konflik yang masih terjadi diantara Rama dan Zahra,membuat mereka kesulitan tidur meskipun sudah memejamkan mata.


"Apa? Masih belum ketemu?" Bimo terlihat marah saat berbicara lewat telepon.


"Maaf bos,tapi sepertinya mereka berada di perkampungan warga,kita tidak berani masuk kesana, Bisa-bisa warga mengeroyok kami," jawab Ajudan Bimo.


Bimo diam menahan emosi dan berpikir "Kalau begitu biarkan mereka,aku akan beri pelajaran ketika mereka sudah sampai disini," ucap Bimo.


"Baik bos," jawab Ajudan itu.


Bimo mematikan ponselnya, "Kalian gak akan bisa lolos karena sudah membuat ku sangat marah," gumam Bimo dengan seringai tajamnya.


Fatma tidak sengaja mendengar percakapan Bimo itu,tapi ia tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Bimo, karena Bimo tidak menyebutkan nama,tapi rasa curiga itu tetap ada,apakah itu Zahra, putrinya?


Usai subuh,pak RT sudah bersiap untuk mengantarkan Rama dan Zahra kepos polisi.


Rama dan Zahrapun sudah siap, tapi hanya ada satu penumpang lagi didepan,dan seorang lagi harus duduk dibelakang.


Rama melihat Zahra, "Kamu aja didepan," ucap Rama dan ia segera naik kebak belakang.


Zahra terdiam,ia ragu untuk naik dan masih melihat kearah Rama.


Wajah Zahra menjadi merah mendengar ucapan pak RT dan terlihat sedikit salah tingkah.


"Saya didepan aja deh pak," ucap Zahra yang ingin naik.


"Yakin?" Pak RT masih memastikan sembari melirik kearah Rama.


Zahra kembali ragu, "Kalau begitu saya dibelakang," ucap Zahra menutup pintu depan lalu naik kebak belakang menghampiri Rama.


Pak RT tersenyum melihat tingkah anak muda jaman sekarang yang malu-malu tapi mau.


"Ngapain kamu disini?" Tanya Rama.


"Didepan panas," jawab Zahra dengan alasan yang sangat basi,bagaimana udara sedingin ini dia bilang panas.


Rama hanya diam dan tak ingin mulai berdebatan lagi yang ujungnya pasti membuat Zahra menangis.


Mobilpun mulai melaju perlahan,membawa dua orang ini menuju ketempat asal mereka setelah hampir dua hari terjebak ditempat yang begitu asing.


Zahra mulai terlihat kedinginan hingga keluar asap dari mulutnya,iapun mulai mengusap-usap lengannya seperti biasa.


"Mau pindah,didepankan panas?" Tanya Rama dengan nada menyindir.

__ADS_1


"Gak perlu," jawab Zahra cuek.


Rama membuka jaket kebesarannya dan melemparkannya kearah Zahra, "jangan sampai mati kedinginan, apalagi didepanku," ucap Rama.


Zahra melihat luka Rama yang masih terbuka dan pasti akan lebih parah jika terkena udara sedingin ini.


"Tapi Lukamu?"


"Aku tidak akan mati karena luka kecil ini,aku tidak lemah sepertimu," ucap Rama kemudian mengalihkan pandangannya dari Zahra.


Lagi dan lagi,sikap Rama benar-benar membuat Zahra bingung,apa ia sudah melupakan ucapan yang begitu menyinggungnya semalam.


Zahra justru diam menatap pria didepannya itu,Rama menatap balik Zahra.


"Kenapa?"


"Bingung," jawab Zahra lalu memakai jaket itu.


Rama mengerutkan dahinya, tidak mengerti dengan jawaban Zahra, Zahrapun enggan menjelaskan jawabannya pada Rama.


Keduanya sama-sama diam sembari menikmati perjalanan ditengah hutan pagi itu.


Hampir satu jam perjalanan,jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh,tapi jalanan yang sedikit sulit membuat mobil berjalan cukup lambat.Akhirnya mereka pun sampai dipos polisi.


Rama melihat mobilnya yang masih terparkir didepan,Iapun segera turun disusul oleh Zahra.


Fatir langsung menghampiri mereka dan memberikan pelukan lega untuk Rama karena Rama kembali dengan selamat.


"Akhirnya kamu sampai disini," ucap Fatir.


"Maaf sudah membuatmu khawatir," ucap Rama sembari menepuk pundak rekannya itu.


Zahra hanya diam,Rama mengucapkan terima kasih pada pak RT yang sudah repot mengantarkan nya,pak RT pun berpamitan untuk kembali pulang.


Fatir melihat luka Rama yang masih terbuka karena memang tidak ada peralatan dirumah pak RT ,jadi dia hanya membersihkannya dengan air.


"Kamu terluka?"


"Cuma luka kecil," jawab Rama.


"Kalau begitu kalian istirahatlah dulu,aku akan siapkan makanan," ucap Fatir lalu segera masuk kedalam.


Rama melihat kearah Zahra,Zahra membuka jaket dan mengembalikannya pada Rama.


"Hubungi seseorang agar menjemputmu," ucap Rama membuat Zahra mendengus kesal,padahal Rama membawa mobil apakah ia begitu tidak ingin satu mobil dengan Zahra.


Zahra tidak ingin berdebat,iapun mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.

__ADS_1


Sementara Rama masuk kedalam mobilnya untuk menaruh barang-barang serta beberapa bukti yang sudah ia temukan.


__ADS_2