Penyidik Hati Azahra

Penyidik Hati Azahra
Dia Adalah Istriku


__ADS_3

"Aku akan bawa bukti itu secepatnya, bersabarlah sebentar," ucap Rama sembari mengusap punggung Fika.


Entah kenapa meskipun Fika belum mengingat sama sekali tentang Rama,namun mendengar itu,ia merasa sangat lega seperti seekor burung yang akan lepas dari sangkarnya.


Fika melepaskan pelukannya, keduanya saling menatap dengan begitu dalam,hingga tanpa disadari bibir mereka sudah bertemu,Rama begitu merindukan hal seperti ini,sungguh bibir Fika benar-benar membuatnya candu,Fika juga menikmati setiap sentuhan yang Rama berikan,ia meremas pundak Rama untuk menahan setiap hasrat yang muncul dari dalam hatinya,ia sadar perbuatannya ini tidaklah benar,namun sungguh ia juga tidak bisa menolaknya.


Fika mendorong perlahan tubuh Rama dan melepaskan pautan mereka,lalu menunduk dengan wajah malunya.


Rama tersenyum,Fika memang belum mengingat,namun jiwanya sudah membuatnya menjadi Zahra kembali,ia menempelkan dahi mereka berdua.


"Aku mencintaimu," ucap Rama membuat Fika memejamkan matanya,sungguh kata itu langsung menusuk kejantung Fika dan membuatnya seakan melayang.


**Usai pertemuan romantisnya dengan Fika,Rama langsung menuju keRumah sakit,ia menunggu didepan lab,hingga petugas memanggilnya dan memberikan sebuah amplop.


Rama membukanya dengan penuh harap,dan hasilnya benar-benar membuatnya tersenyum karena sesuai dengan harapannya.


Itu adalah hasil tes DNA antara Fika dan Zahra,hasilnya 99% mereka adalah orang yang sama,Rama memang sengaja melakukan ini untuk memperkuat bukti jika memang Fika adalah Zahra,ia mengambil sampel rambut Zahra saat kemarin datang kerumahnya.


Setelah mendapatkan bukti konkret,Rama menelefon seseorang, "Tolong buat surat penangkapan untuk Saka Wirawan," ucapnya dengan seringai tajam,ia sudah tidak tahan lagi, apalagi melihat istrinya menangis karena pria itu.


** Fika sedang menonton tv sendirian usai menidurkan Mita,ia tersenyum sendiri ketika melihat adegan romantis yang ia tonton, membuatnya teringat pada Rama,astaga ia benar-benar sudah dibuat gila oleh pria itu.


Pintu terbuka, menampakkan pria yang paling tidak ingin Fika temui saat ini.


Fika ingin beranjak dari tempatnya,namun Saka dengan cepat menahan langkahnya.


"Maafkan aku," ucapnya sembari memegang lengan Fika,ia benar-benar menyesal sudah berbuat kurang ajar kepada Fika siang tadi.


Fika hanya diam dan melepaskan tangan Saka dari lengannya lalu melanjutkan langkahnya.


"Ting tung,"


Saka membuka pintu dan terkejut saat melihat siapa yang datang.


Fikapun berhenti saat sudah didepan kamar dan menoleh kearah pintu karena merasa penasaran.


"Kami dari kepolisian,membawa surat penangkapan untuk saudara Saka Wirawan," polisi itu menyerahkan surat pada Saka.


Saka tidak mengerti kenapa dirinya tiba-tiba ditangkap seperti ini,apa kesalahan yang sudah dia lakukan,iapun membuka surat itu dengan cepat dan membacanya dengan cermat.


Fika menghampiri Saka dengan wajah panik, "Ada apa?"


Saka terdiam,sudah bisa menebak jika Rama yang melaporkannya, karena hanya dialah orang yang tahu mengenai identitas palsu istrinya.


"Harusnya aku tidak mempercayainya," gumamnya pelan dengan wajah yang dipenuhi amarah.


"Ikutlah dengan kami untuk menjalankan pemeriksaan," ucap salah satu petugas dengan baik-baik.


Fika benar-benar tidak menyangka Saka harus sampai ditangkap seperti ini,sungguh ia hanya ingin berpisah dari Saka,namun sama sekali tidak berniat sampai seperti ini.


Saka melihat kearah Fika, "Jaga Mita,aku akan menyelesaikan ini secepatnya," Sakapun ikut petugas untuk pergi kekantor polisi.

__ADS_1


Sementara Fika mulai terlihat gelisah,ia mengambil ponsel dan menelfon seseorang,namun tidak diangkat membuatnya semakin bingung harus melakukan apa.


** Dikantor polisi,Saka sedang berhadapan dengan Rama diruangan interogasi, keduanya saling menatap tajam seperti akan saling membunuh.


Rian masuk dan memberikan berkas kepada Rama, Ramapun memeriksa berkas tentang Saka tersebut.


"Apa kamu sengaja menjebakku?" Tanya Saka dengan begitu tegas.


Rama menatap kearah pria yang duduk didepannya itu, "Benar,"


"Kenapa kamu melakukan ini,apa yang kamu inginkan sebenarnya,apa untungnya bagimu melakukan semua ini," Saka merasa jika Rama terlalu ikut campur dengan masalahnya.


"Zahra, perempuan yang kamu jadikan istri selama 3 tahun itu bernama Zahra," ucap Rama dengan tegas sembari memberikan salinan tes DNA kepada Saka.


Saka membaca hasil tes itu,bahkan Rama sudah sejauh ini menyelidiki tentang Fika.


"Dan kamu tahu siapa Zahra,?"


Saka menatap Rama dengan pertanyaan yang memenuhi kepalanya.


"Dia adalah istriku yang hilang dalam kecelakaan 3 tahun lalu,tuan Saka Wirawan," ucap Rama dengan penuh penekanan.


Duar.....


Seperti tersambar petir saat mendengar ucapan Rama,matanya terbelalak benar-benar tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar,jadi selama ini,dia menyembunyikan istri Rama,astaga,ini akan benar-benar akan menjadi masalah yang serius.


"Kamu menyembunyikan seorang korban kecelakaan, memalsukan identitasnya, memisahkan dia dari keluarganya,tindakanmu sudah sangat keterlaluan," Rama tidak akan melepaskan Saka kali ini.


"Sayangnya,aku tidak menerima alasanmu itu,aku sudah punya semua bukti,jadi kami akan menahanmu," Rama beranjak dari tempat duduknya.


"Tidaklah kamu memikirkan tentang Mita?" Saka masih berusaha agar ia tidak ditahan.


Rama menghentikan langkahnya dan menatap kearah pria itu, "Jika aku tidak memikirkan putri kecilmu itu,mungkin aku sudah melenyapkanmu saat ini juga!" Jawab Rama lalu melanjutkan langkahnya.


Saka terlihat begitu kesal,ia merasa sudah benar-benar ditipu oleh Rama,ia segera menghubungi asistennya untuk mengurus semua kasus ini dan menyewa pengacara terbaik agar segera bisa bebas.


** Fika masih mondar mandir dengan wajah gelisah menunggu kabar tentang Saka,sungguh ia tidak ingin hal seperti ini terjadi,ia hanya memikirkan Mita, bagaimana jika ia tahu tentang ini,pasti Mita akan merasa sangat sedih.


"Ting tung..."


Fika terburu membuka pintu dan berharap mendapatkan kabar baik,ia terdiam saat melihat Rama yang berdiri didepan pintu.


"Kenapa dia harus ditangkap?" Tanya Fika dengan wajah kecewa.


Rama tahu Fika pasti terkejut atas penangkapan Saka karena dari awal Rama tidak pernah menceritakan hal ini padanya.


"Dia bersalah,dan harus bertanggung jawab," jawab Rama.


Fika terdiam,ia masuk kedalam rumah dan diikuti oleh Rama karena tidak ingin membahas masalah ini diluar.


"Aku tahu,tapi aku tidak ingin melakukan sejauh ini,aku hanya ingin berpisah darinya,hanya itu," Fika berusaha menjelaskan agar Rama memahami keinginannya.

__ADS_1


Rama menatap Fika yang begitu terlihat gelisah usai penangkapan Saka.


"Kamu mencemaskannya?"


Fika melihat Rama,ia menggelengkan kepalanya, "Tidak,aku hanya memikirkan Mita, bagaimana jika ia tahu soal ini,Mita sangat menyayangi papanya,ia pasti akan merasa sangat sedih," Fika tidak bisa membayangkan betapa kecewanya Mita jika mengetahui papanya harus ditahan.


Rama mendekati Fika lalu mengusap lembut kepalanya,ia sangat mengerti jika Fika sangat menyayangi Mita,makanya dia bersikap seperti ini, "Aku tahu,aku akan memikirkan cara bagaimana menjelaskan semuanya pada Mita," jawab Rama yang membuat Fika merasa lebih tenang.


"Jadi,benarkah aku adalah Zahra?" Tanya Fika mendongak menatap wajah Rama yang lebih tinggi darinya itu.


Rama menangkup wajah Fika lalu mencium bibirnya sekilas,membuat Fika memejamkan matanya.


"Aku punya semua buktinya," jawab Rama mengukir kelegaan diwajah Fika, benar-benar tidak menyangka hal ini akan terjadi dalam kehidupannya.


Bagaimana bisa ia selama ini hidup dengan orang asing,Saka sudah menipunya dengan begitu kejam,ia bahkan tega memisahkan Zahra dari keluarganya,dan memalsukan setiap cerita tentang masa lalunya.


Rama memeluk erat istrinya yang akhirnya kembali, meskipun belum mengingat namun Zahra bisa merasakan rindu yang begitu besar dihatinya, sungguh ia mencintai Rama bahkan saat ia merasa dirinya masih menjadi Fika.


** Keesokan harinya,Saka sedang bertemu dengan asisten dan Pengacaranya usai menginap satu malam dikantor polisi, pengacara Saka menjelaskan bukti yang dimiliki Rama terlalu kuat dan real,akan sulit untuk bisa lepas dari kasus ini,apalagi jika Fika bisa mengingat semuanya,posisi Saka akan semakin terpojok dan kemungkinan kalah akan semakin besar.


Saka mendengus kesal,Rama benar-benar membuatnya marah, "Aku tidak peduli,keluarkan aku secepatnya dari sini, bagaimanapun caranya," Saka tetap kekeh tidak ingin terlalu lama ditahan.


"Papa..." Suara itu langsung membuat Saka menoleh,melihat putri kecilnya yang datang,iapun langsung memeluk Mita dan menciumi wajah Mita dengan penuh kerinduan.Fika hanya berdiri diam melihat hal itu,ia sengaja membawa Mita kemari karena tidak ingin membohongi Mita tentang Saka, meskipun kecewa namun Mita juga harus tahu semuanya.


"Sayang,maafin papa ya?" Saka benar-benar tidak tega harus melihat Mita mengalami hal seperti ini.


"Mita sayang sama papa,papa harus cepat keluar ya," Mita kembali memeluk papanya itu,Saka melihat kearah Fika yang langsung memalingkan wajahnya.


Saka meminta Aryo membawa Mita keluar, karena ia ingin berbicara berdua dengan Fika.


Keduanya hanya diam untuk beberapa saat, "Demi Mita,mintalah kepada Rama untuk mencabut semua tuntutannya," ucap Saka memecah keheningan.


Fika terdiam,bahkan tidak ada penyesalan sama sekali diwajah Saka setelah apa yang sudah ia lakukan padanya.


"Aku hanya tidak ingin Mita bersedih,aku melakukan semua ini hanya untuk Mita,"


"Apakah termasuk mengorbankan diriku?" Tanya Fika dengan tatapan tajamnya.


"Iya,apapun itu," jawab Saka.


Fika benar-benar tidak menyangka, betapa tidak berartinya dia sebagai manusia sehingga Saka tega melakukan semua ini padanya, meskipun itu demi putri kecilnya tetap saja perbuatannya sama sekali tidak manusiawi.


"Aku tidak akan mencabut tuntutan itu," ujar Fika membuat Saka terkejut, bisa-bisanya Fika sendiri ingin jika dirinya dihukum.


"Aku menyelamatkanmu dari maut 3 tahun yang lalu,kalau bukan karena diriku,kamu pasti sudah pergi kealam lain," ucap Saka yang mulai terpancing emosi.


Fika mende ngus, "Kalau begitu kenapa kamu menolongku, karena aku akan memilih mati daripada harus bertemu dengan pria sepertimu," balas Fika yang kali ini tidak akan membiarkan Saka menindasnya lagi,iapun beranjak pergi dari ruangan itu.


Saka terlihat kesal hingga menggebrak meja dengan kekuatannya ,"Hah ...."


Fika keluar dan melihat Rama yang sedari tadi mendengar pembicaraannya dengan Saka,Fikapun langsung memeluk suaminya itu,ia benar-benar merasa sangat tertekan selama ini harus hidup dengan pria asing yang mengaku sebagai suaminya, memperlakukan dirinya begitu dingin dan menjadikannya orang lain.

__ADS_1


Rama mengecup dahi Fika, berusaha memberikan ketenangan yang selama ini tidak pernah bisa ia berikan pada istrinya.


__ADS_2