Penyidik Hati Azahra

Penyidik Hati Azahra
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Diyayasan sedang riuh suara anak-anak yang bersholawat bersama Tiara dan juga Arman,Kebahagiaan terpancar dari wajah anak-anak yatim piatu itu,dan suara merdu mereka sangat menenangkan jiwa.


Begitupun Tiara yang kadang salah tingkah saat tanpa sadar Arman memergoki Tiara yang selalu memperhatikannya.


Zahra berguling kesana kemari ditempat tidur,kebosanan mulai menghampirinya,ia mengambil ponsel dan menelfon seseorang.


"Halo Ra?" Jawab Tiara sedikit menjauh dari tempatnya mengajar.


"Aku bosen neh dirumah,aku kesana ya,kamu lagi gak sibukkan?" Tanya Zahra.


"Ya udah kamu kesini aja," jawab Tiara.


Zahra terlihat bersemangat, "Oke,aku kesana nanti aku bawa makanan yang banyak buat anak-anak,"


"Iya,aku tunggu," ucap Tiara lalu mematikan ponselnya,ia kembali melihat kearah Arman yang sedang mengajar mengaji,bibirnya tersenyum entah kenapa tapi Arman membuat hati Tiara serasa berbunga-bunga setiap kali menatapnya.


Rama memarkirkan mobilnya didepan yayasan,lalu iapun turun dan meminta penjaga membantunya menurunkan barang-barang yang ia bawa untuk membawanya masuk kedalam.


Iapun hanya membawa satu kardus kecil dan masuk untuk menemui ibu panti.


"Assalamualaikum Bu," sapa Rama pada Bu Siti,kepala panti.


"Waalaikumsalam nak Rama," jawab ibu panti yang terlihat sumringah menyambut kedatangan Rama.


Rama sudah sering datang berkunjung keyayasan bersama Hana,jadi ibu panti pun sudah mengenalnya dengan baik.


"Ini adalah Al-Quran yang dibeli Hana untuk souvenir pernikahan kita,tapi karena Hana..." Rama tidak melanjutkan ucapannya,wajahnya terlihat menahan sedih.


"Kita turut sedih atas kepergian Hana,kamu yang sabar ya," ucap Bu Siti yang paham betul dengan kondisi Rama.


Rama berusaha tersenyum, "Yah,jadi biar Al-Quran ini bisa di buat mengaji disini,gak papakan Bu?" Tanya Rama memastikan jika Bu Siti tidak keberatan.


Siti tersenyum, "Kami justru bersyukur dan sangat berterimakasih bisa mendapatkan Al-Quran sebanyak ini, insyaallah,Allah akan menjadikan ini amal jariyah untuk Hana," ucap Siti.


"Amin," jawab Rama.


Rama menaruh kardus yang ia bawa kemeja,


"Bu,saya mau jalan-jalan sebentar ya,"


"Baik silakan," jawab Siti.


Ramapun keluar dari ruangan Siti dan menuju taman yang berada dibelakang Yayasan,taman dengan pemandangan kolam ikan dan juga pepohonan rindang yang menyejukkan mata.


Rama sering menghabiskan waktu ditaman ini bersama Hana dulu,tempatnya begitu nyaman hingga membuat hati Rama jauh merasa lebih baik.


Beberapa saat,Zahra sampai diYayasan,ia masuk dengan tangannya yang keberatan membawa banyak Snack untuk anak-anak.


Tidak lupa selendang untuk menutupi kepalanya.


Ia menemui Tiara yang sedang mengajar.


"Assalamualaikum," ucap Zahra.


"Waalaikumsalam," jawab mereka serentak membuat senyum diwajah Zahra.


Arman sedikit terkejut dengan kehadiran Zahra,begitupun Zahra yang tertegun melihat Arman.


Tiara membantu Zahra membawa barang-barangnya masuk.


"Siapa yang mau snack,?" Tanya Tiara yang membuat anak-anak bersemangat.


"Saya..." Jawab mereka serentak.

__ADS_1


Tiara dibantu Zahra dan Arman membagikan Snack itu pada anak-anak panti dan membuat mereka tersenyum bahagia.


Zahra melihat kearah Arman, "Jadi kamu pengajar disini juga?" Tanya Zahra.


Tiara merasa heran melihat Zahra yang sudah mengenal Arman.


"Iya,baru mulai hari ini," jawab Arman dengan senyum manisnya saat menatap wajah Zahra.


"Kalian udah kenal?" Tanya Tiara.


"Kemarin kita gak sengaja ketemu dijalan,kebetulan Arman yang nolongin aku," ucap Zahra membuat Arman menunduk malu.


Tiara menganguk, "Oh,"


Tiara dan Arman harus lanjut mengajar,karena tidak ingin mengganggu Zahra memutuskan untuk keluar dan melihat kolam ikan yang sedari tadi sudah mencuri perhatiannya.


Iapun berjalan dipinggir kolam yang luas dan sepertinya cukup dalam.


Udara disana begitu sejuk membuat pikiran Zahra merasa lebih tenang.


Rama masih memejamkan mata sembari menikmati desiran angin yang menerpa wajahnya,ia duduk dikursi panjang depan kolam.


Zahra menghentikan langkah saat melihat pria yang ia kenal sedang duduk itu.


"Dia disini?" Gumam Zahra.


Zahra tidak ingin mencari masalah karena jika mereka bertemu pasti akan terjadi keributan,iapun buru-buru berbalik tapi malah tidak sengaja terpeleset.


"Akh..." Zahra berpegangan pada kayu yang ada dipinggir kolam dan berhasil menyelamatkan tubuhnya agar tidak tercebur kekolam.


Rama yang mendengar teriakan seseorang langsung membuka matanya.


Ia tercekat saat melihat perempuan yang ia benci berada dipandangan matanya.


Zahrapun melihat kearah Rama dengan wajah yang mulai gugup.Iapun bergegas untuk segera pergi dari tempat itu tapi Rama dengan cepat menyegatnya,Rama berdiri didepan Zahra sehingga ia harus berhenti melangkah.


"Aku...aku cuma main," jawab Zahra tanpa menatap wajah pria yang terus maju mendekatinya hingga membuat kaki Zahra terus melangkah mundur.


Rama menyunggingka bibirnya, "Main,ini bukan tempat main,dan perempuan seperti kamu tidak pantas berada ditempat seperti ini," ucap Rama dengan langkah yang terus maju.


Zahrapun terus mundur dan mulai mendekat kekolam, "Perempuan seperti apa yang kamu maksud?" Zahra mulai terpancing dengan perkataan Rama yang kembali mengintimidasinya.


Rama menyunggingkan bibirnya saat melihat kaki Zahra yang sudah menginjak bibir kolam.


"Akh..." Tubuh Zahra oleng tapi Rama dengan cepat memegangi satu tangan Zahra agar Zahra tidak jatuh.


Zahra melihat kolam yang berada tepat dibelakang tubuhnya,jika Rama melepaskan pegangan tangannya pasti Zahra langsung terjun kedalam kolam.


Zahra menatap wajah Rama yang begitu senang setelah berhasil membuatnya ketakutan.


"Kenapa?kamu begitu takut air?" Tanya Rama yang melihat dengan jelas ketakutan diwajah Zahra.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku?apa kamu ingin melenyapkanku?kalo begitu lakukan saja,aku tidak akan menuntut apapun," ucap Zahra dengan nafasnya yang memburu.


Tangan Rama masih memegang erat tangan Zahra.


Rama menyunggingkan bibirnya, "kalau kamu mati sekarang,kamu tidak akan pernah merasakan hukum karma dari Allah,jadi nikmati saja hukumanmu itu,"


Rama dengan santai melepaskan pegangan tangannya.


"Byurr....." Tubuh Zahrapun tercebur keair kolam yang cukup dalam itu,Zahra berusaha sekuat tenaga untuk berenang tapi dia memang tidak bisa berenang.


Sedangkan Rama justru melangkahkan kaki menjauh dari kolam dan membiarkan Zahra.

__ADS_1


"Tolong.." Teriak Zahra yang hampir kehabisan nafas.


Rama berhenti,ia berbalik dan melihat Zahra yang kelabakan didalam air.


"Apa dia tidak bisa berenang?" Rama mulai terlihat cemas,ia ingin menolong tapi tiba-tiba Arman berlari mendekat dan segera terjun kekolam untuk menyelamatkan Zahra.


"Zahra," Pekik Tiara yang terlihat cemas dan berlari menghampiri Arman yang berhasil membawa Zahra keluar dari kolam.


Nafas Zahra terengah,dia benar-benar hampir mati.


"Kamu gak papakan?" Tanya Arman dengan cemas.


Zahra menggelengkan kepalanya,sementara Rama masih terdiam menatapnya.


"Kamu kok bisa kecebur sih?" Tanya Tiara sembari mengusap rambut Zahra yang basah kuyup.


Zahra menatap kearah Rama, "Kepeleset," jawab Zahra membuat Rama mengerutkan dahinya.


"Ya udah,yuk kita ganti baju," ajak Tiara yang membantu Zahra berdiri.


Tiara sekilas melihat Rama tapi ia tidak menyapa karena sedang menuntun Zahra.


Armanpun melewati Rama begitu saja.


Rama mengusap wajahnya, "Astaghfirullahaladzim," sebut Rama penuh sesal karena terbawa emosi dan hampir saja menghilangkan nyawa seseorang.


Kasus Hana sudah disidangkan dimana sopir yang menjadi pelaku utama mendapatkan vonis 4 tahun penjara karena telah melanggar lalu lintas serta secara tidak sengaja menghilangkan nyawa seseorang.


Ana yang saat itu hadir di persidangan pun menerima keputusan itu,ia sebelumnya sudah berjanji akan membiayai semua kebutuhan keluarga sang sopir sebagai imbalan atas pengorbanannya.


Rama yang sedang dikantor juga sudah mendengar kabar tentang vonis itu.


Meskipun terlihat belum ikhlas,ia tidak bisa melakukan apapun tanpa bukti,jadi ia akan tetap mencari bukti dan akan membuka lagi kasusnya begitu menemukan bukti itu.


Rian melemparkan berkas kemeja Rama, "Kasus dihotel Borneo,pembunuhan yang dilakukan suami pada istrinya,"


Rama membuka berkas itu dan masih banyak bukti yang diperlukan dalam persidangan.


"Aku akan kesana sore nanti untuk penyidikan" ucap Rama.


Rian menganguk dan kembali kemejanya.


Zahra sedang melakukan fotoshoot disalah satu hotel yang terkenal untuk mempromosikan lagi hotel itu setelah terjadi sebuah tragedi.


Ia melakukan pekerjaan ini bersama Farel,dan berfoto dibalkon hotel dengan pemandangan yang indah disore hari.


Apalagi kecantikan Zahra begitu terpancar dengan gaun sexy yang ia kenakan.


Farel mengacungkan jempol pada Zahra,sebagai tanda jika pemotretan selesai.


Zahra tersenyum dan segera duduk untuk beristirahat dan minum.


Seorang lelaki dengan jas putih dan kacamata hitam sedang duduk sembari memperhatikan tubuh sexy Zahra yang menggoda birahinya.


Iapun berbisik pada seorang waiters dan memberikan sejumlah uang padanya lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Weiters itu menghampiri Zahra, "Maaf mbak Zahra,anda ditunggu mas Ana dikamar 143," ucap Weiters itu pada Zahra sembari memberikan kartu kamar yang disebut.


Zahra sedikit bingung pasalnya Ana bilang dia tidak akan ikut kesini.


Agar lebih yakin,iapun menelfon Ana tapi tidak diangkat.Zahrapun menghampiri Farel yang masih sibuk mengedit foto.


"Aku mau ketemu Ana dulu," ucap Zahra.

__ADS_1


"Ya udah,aku tunggu disini ya,nanti pulang bareng aku aja," jawab Farel.


"Okey," Zahrapun berjalan menuju tempat yang disebutkan Weiters tadi yang sudah mengenalnya dan juga mengenal Ana karena mereka memang sering berkunjung kehotel tersebut.


__ADS_2