Perfect Killer

Perfect Killer
BAB 19 "White"


__ADS_3

Didalam suatu hubungan kadang kala kita akan merasa semua yang kita lalui adalah sebuah permulaan, ada juga beberapa dari kita yang menganggap hubungan juga perlu di akhiri. Hari ini Ana pergi mengantar bunga di sebuah acara, karena kali ini adalah suatu pesta pernikahan, Ana pun mengirim banyak sekali bunga, diantar Ralin dan membawa mobil pribadinya.


Kebetulan yang menikah adalah salah satu sahabat Ralin pemilik dari toko bunga ini.


Kami saat ini memasukki tempat yang akan di gunakan resepsi. Besok adalah hari dimana pesta pernikahan tersebut di gelar. Maka kali ini Ralin menata semua dekorasi bunganya.


Mulai dari hal yang terbesar hingga mulai yang terkecil sekalipun. Ralin sangat ahli dalam hal ini. Tema pernikahannya adalah pesta kebun, maka ruangan indoor di hias sedemikan rupa menyerupai luar ruangan.


Taman dalam ruangan hampir selesai, Ana yang semakin sibuk membantu Ralin kali ini bola matanya tertuju kepada seorang wanita, dia berjalan mendekat seraya dengan gerak jalan yang anggun. Wanita itu kian mendekati kami. Akhirnya dia tiba berdiri di dekat kami.


"Ralin, terimakasih ya, kau sangat baik sekali aku harap suatu hari nanti kau pun juga bisa menyusulku ,cepat menikah ya....." ucapnya.


"Ehm Andien, mau menikah dengan siapa? tapi aku tak punya pasangan..." ucap Ralin dan ia tersenyum sambil menatap wajah Andien terlihat makin cantik, wanita itu saat ini menggunakan dress warna cream, dengan hiasan mutiara di sekitar pinggangnya.


Lalu Ana mulai menjauh karena tidak mau mengganggu percakapan mereka berdua.


Dia memilih beristirahat di dekat sebuah air mancur, dan meminum segelas air putih .


Sambil mengamati suasana di dalam gedung yang sangat indah, seperti taman bunga yang di penuhi dengan mawar putih.


Arti warna putih dari bunga mawar itu adalah kesucian, dan keabadian. Mungkin pasangan pengantin yang akan menggelar acaranya itu, berharap cinta mereka berdua akan abadi dan tak lekang oleh waktu.


"Wah, cantik sekali... Ralin memang sangat pandai, aku kira acara pesta ini pasti akan sempurna besok." ucap Ana lalu ia meminum air putihnya lagi.


🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅


Hari ini Ferdy sedang beristirahat memakan makan siangnya di bawah pohon rindang ia menikmati sengatan sinar mentari bersama sejuknya angin yang tertiup sepoi-sepoi.


Namun makanan yang ia bawa kini tumpah seketika, karena ada beberapa siswa yang datang mengerjainya.


"Oew maaf Ferdy kami tak sengaja..." ucap salah satu pria itu dan tersenyum miring.


"Sudahlah, aku tak mau mencari gara-gara, pergilah kalian..." ucap Ferdy dan menatap makan siangnya jatuh dan berserakkan di tanah dengan perasaan kecewa.


"Ehm, apa kau mau memakan makanan yang sudah jatuh ini?" tanya salah satu siswa lain.


Dia memberi tanda kepada beberapa teman nya agar mengerjai Ferdy.


"Ayo, lihatlah ini video syur adikmu..." ucap salah satu siswa memperlihatkan video di ponsel miliknya kepada Ferdy.

__ADS_1


Ferdy pun tercengang, menatapnya dan dia menundukkan kepalanya.


"Dengarkan, makanlah makanan itu jika kau tidak mau hal ini menyebar layaknya udara." ancam siswa itu dan mendorong kepalanya ke arah makanan yang sudah berserakan di tanah.


"Ayolah makan, aku hanya menyuruhmu ini saja, kenapa kau keberatan?" ucapnya dan menyeringai ke arah Ferdy.


"Aku harap kalian jangan mengganggu adik ku, kalian bebas semau kalian mengerjaiku tapi berhentilah mulai saat ini jahat kepada adikku." ucap Ferdy memohon.


"Ayo makanlah makanan di tanah itu." ucap salah satu siswa dan menginjak makanan yang sudah berserakan di tanah itu.


Ferdy tetap saja memakan makananan itu, dia melahapnya seolah semua makanan yang jatuh tidak masalah sama sekali.


Mereka semua yang saat ini melihat kejadian itu tertawa terbahak-bahak menikmati semua kesusahan Ferdy. Bahkan psycopath gila tak akan melakukan hal yang sehina itu.


Ferdy memakan, melahapnya dengan nikmat seolah makanan itu adalah masakan Ferda baginya.


"Ha...ha...ha...." tawa mereka dengan kompak, menikmati keadaan yang saat ini mereka lihat


"Bodoooohhh !!!"


"Pria bodoh !!!"


🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅


"Sialaaaan, dasar Jimmy, aku nila setitik yang merusak susu sebelanga..." ucap Alan.


"Yang benar adalah susu sebelanga , merusak nila setitik." ucap Alan lagi sebal.


Dia melahap makan siangnya, saat ini pria yang berprofesi sebagai seorang polisi ini sedang menikmati makan siangnya di kantin.


"Hei Alan, kenapa kau menggerutu sendirian disini?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba duduk di dekat Alan, lalu menaruh makanan tepat di atas meja.


"Tidak, aku tanya padamu, apa aku seorang polisi yang bodoh?" tanya Alan tiba-tiba.


Wanita itu hanya menggelengkan kepala dan mengacuhkan Alan.


"Apa yang kau katakan?, ckkk"


"Aku serius..."

__ADS_1


"Hmm, habiskan makananmu jangan banyak bicara." ucap wanita itu, lalu mulai melahap makanannya.


"Aku merasa kalau aku tidak begitu bodoh." ucap Alan menghibur dirinya sendiri, sangat percaya diri.


"Kau mau aku jujur padamu." ucap wanita itu dan menaruh sendok di piringnya.


"Tentu saja, ayolah katakan padaku." ucap Alan semakin penasaran atas jawaban dari wanita yang berada di sebelahnya itu.


Bak menantikan sebuah wahyu yang akan turun dari atas langit, Alan menunggunya dengan tidak sabar, semua kata yang akan keluar dari bibir wanita itu, di simak dengan cermat oleh Alan.


"Dengarkan baik-baik, kau itu pelupa, dan kau juga sangat lamban sekali, jika aku menyuruh mengambil barang atau sesuatu, pastilah kau salah mengambilnya, kau tak peka, tidak bisa membaca situasi, kondisi, kau amat bodoh, jika mengambil tindakan sangat gegabah."


" Dan lagi, kau tidak pandai dalam segala hal dan jika kau sampai detik ini masuk di dalam sini hanya untuk cadangan, semua kasihan kepadamu Alan, kau puas masih banyak lagi kau mau aku membicarakannya disini." ucap dari wanita itu sambil melahap makan siang.


"Kau tega sekali, aku jadi tak berselera makan semua orang sama menganggapku payah." ucap Alan kecewa.


"Memang kau payah, jadi nanti jika kau sudah bertemu seorang gadis buta, segera nikahi dia agar tak kabur darimu, selagi dia belum sadar Alan." ucapnya sambil tersenyum meledek ke arah Alan.


"Sialaaaan..." umpat Alan semakin kecewa.


Suasana kantin saat ini amat ramai, jadi tak ada yang mendengarkan obrolan mereka .


🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅


Ana yang duduk di dekat air mancur melihat seorang pria dengan tubuh atletis, hidungnya mancung, dengan kaki jenjangnya melangkah mendekati Ana, lalu dia menyapanya.


"Hai, Ana..."


"Iya, ada apa?"


"Kau tak ikut mengobrol dengan Ralin?"


"Aku sedang ingin duduk disini, beristirahat sejenak."


Bersambung...


Dari huruf menjadi sebuah kata, dan berubah lagi menjadi kalimat, namun semua yang ada butuh proses, nikmati saja tanpa beban, jika kau mau membuatnya menjadi sebuah frasa ataupun sebuah cerita.


Pungkies.

__ADS_1


__ADS_2