Perfect Killer

Perfect Killer
BAB 7 "Fiory"


__ADS_3

Hari ini Ana menjaga toko bunga dan sangat sibuk banyak pelanggan berdatangan, secara bersamaan. Mereka membeli banyak bunga.


Lalu tiba-tiba pintu terbuka masuklah gadis sang pemilik toko ini dengan berjalan ke arah Ana.


Saat jam makan siang Ralin masuk kedalam toko membawa beberapa makanan, dan dia juga membawa camilan untuk Ana.


"Selamat siang Ana, apakah ramai toko hari ini?" tanya Ralin mendekatinya dan memberi semua makanan kepadanya.


"Siang, ramai sekali, hingga aku baru saja bisa menyeduh secangkir kopi hitam ini." ucap dari Ana, menyeruput kopi hitam pahit miliknya


"Bisakah kau itu berhenti Ana, dan merubah kebiasaan burukmu, jangan minum itu, sekali- kali makanlah ini makanan yang baik untuk pencernaanmu." ucap Ralin, lalu ia membuka bungkusan makanannya.


Ternyata yang Ralin bawa adalah puding buah salad buah, dan juga bubur ayam hangat, lalu ia menyuapi Ana dengan cepat, satu suap pun mendarat sempurna di mulut Ana.


Ana pun terpaksa mengunyah dan menelan, walaupun semua yang di belikan oleh Ralin bukanlah makanan kesukaan dari Ana sama sekali.Ralin yang perhatian bagaikan saudara Ana kandung selalu memberi perhatian pada nya. Namun Ana yang dingin itu sering sekali mengabaikannya.


"Ayo kunyah Ana, makan semua ini ok, lalu bagaimana enak bukan?" ucap Ralin lalu ia menyingkirkan secangkir kopi milik Ana, dan tersenyum licik.


"Haa, kenapa nona menyingkirkannya?" tanya Ana kecewa melihat kopi yang belum selesai ia minum disingkirkan oleh pemilik toko. Dia pun pasrah tak bisa berbuat apa-apa.


"Untuk hari ini saja, jika kau merasa kalau aku adalah saudaramu maka jangan meminum kopi ya." ucap Ralin memohon kepada Ana .


"Tapi Nona tidak tahu aku kecanduan, jika aku tak meminumnya kepalaku sangatlah pusing." jawabnya Ana, lalu ia menggaruk rambutnya.


"Haa, maka dari itu, makanlah makanan yang sehat agar tidak pusing." ucap Ralin dan dia membuang kopi Ana di wastafel, setelahnya ia mendekati Ana.


"Aduuuuh, benar-benar tidak bisa di ajak kompromi, "ucap Ana dan ia mengunyah bubur ayamnya dan tak berselera.


"Habiskan semuanya, oh iya ehm, aku dengar gosip dari beberapa pegawai lainnya, kau itu punya pacar baru??" tanya Ralin kepo, kepada Ana, dan tersenyum miring lalu mendekatkan wajahnya di wajah Ana. Mengamati ekspresi wajah Ana dengan seksama.


"Ha, oh itu." jawab Ana singkat dan dia pun melanjutkan makan bubur ayamnya.


"Sudahlah kalau kau tak mau cerita, aku akan menunggumu untuk bercerita ok tenang saja, jika dia tampan maka ok lah, aku dengar kau di jemput olehnya kemarin." telisik Ralin lagi.

__ADS_1


Namun pertanyaan Ralin tidak mendapatkan respon dari Ana, di karenakan ada satu gadis masuk dan akan membeli bunga.


"Selamat siang Nona, selamat datang di Fiory Flowers Shop, " ucap Ana sopan dan ramah, pada pelanggan itu berdiri dan menghampiri nya.


"Iya terimakasih, saya mau, satu buket bunga untuk teman saya yang baru datang dari luar negeri, bukankah yang ini bagus??" tanyanya sambil menunjukkan satu buket bunga warna warni kepada Ana.



"Boleh Nona, silahkan mau ambil yang ini?" tanya Ana dengan sopan.


"Ok,ehmm lalu aku juga mau setangkai bunga mawar pink untuk seseorang." ucapnya lalu ia pun membayarnya lalu segera pergi.


"Jangan harap kau selamat kali ini, ayolah Ana siapa pria yang kemarin?" tanya Ralin yang semakin penasaran .


"Ehmmm, begini biarkan aku menghabiskan makanan ini." ucap Ana beralasan karena ia tak mau bercerita dengan pemilik toko, dan sekaligus gadis yang hampir seperti seorang saudaranya ini.


"Aish, gadis ini membuat penasaran orang saja, aku hampir mati Ana, apakah dia pria yang tampan?, kau tak mau mengenalkannya kepadaku??" tanya Ralin dan semakin dekat.


🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅


"Haaaa...." menghela nafas panjang.


"Sialaaaaan..." mengumpat


"Kenapa tak selesai-selesai?, aku sangatlah pusing, kepalaku hampir saja pecah !!" ucap Jimmy dan mengacak-acak rambutnya yang rapi kini berubah berantakan.


Seseorang masuk ke dalam ruangannya, dia adalah seorang wanita cantik, dengan rambut sebahu, memakai baju kantoran. Rapi, cantik dan elegan. Berjalan mendekati Jimmy.


"Pak Jimmy anda hari ini punya janji dengan salah satu client, apakah jadwal anda tidak berubah?" tanya wanita itu sambil menaruh beberapa berkas di meja Jimmy.


"Bilang aku sedang sibuk, undurkan saja ya, nanti kamu aku hubungi hari apakah aku bisa bertemu dengannya." ucap Jimmy dengan lesu, karena pekerjaannya yang tak kunjung selesai.


"Baiklah, kalau begitu aku undur diri." ucapnya sambil berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


"Sebentar." ucap Jimmy menahan wanita itu.


"Ada apa Pak?," tanya wanita itu lalu ia pun berhenti.


"Belikan aku makanan ringan, juga buatkan kopi Rena. Yang enak dengan sedikit gula, ehm makanan ringannya jangan berminyak." ucap Jimmy dan meneruskan pekerjaannya.


"Siap Pak, aku pamit dulu." dan keluar pintu.


Semantara kini Jimmy masih teringat akan kejadian malam tadi, kenapa ada kematian dalam acara launching produk baru dari salah satu perusahan ternama, tapi tak ada sama sekali beritanya.


"Siapa dalang dari semua ini?, dan apakah ini semua perbuatan mereka??" gumam Jimmy.


🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅


Di toko Ana yang di hujani pertanyaan Ralin, bingung harus menjawab apa. Karena Ana tak bisa menjawabnya dengan jujur.


"Ana, kau pelit sekali, bisakah kau berikan aku sedikit tips, agar aku tidak menjomblo." ucap Ralin, mengerucutkan bibirnya ke arah Ana .


"Aku tidak tahu Nona, maafkan aku." ucap Ana


"Dasar kau ini Ana, kenapa kau amat pandai sekali ?, dalam urusan asmara , bahkan aku tak pernah punya teman dekat pria bahkan satu sekalipun dalam hidupku ini." ucap Ralin kesal dan mengerucutkan bibirnya.


Padahal Ralin adalah gadis manja dari salah satu keluarga terpandang. Dia anak seorang petinggi di kota ini. Namun tidak tahu kenapa Ralin tidak pernah mendapatkan satu teman dekat pria dalam hidupnya.


Ana mendengar keluhan Ralin terhenyak.


"Nona kau kan cantik, elegan, dan juga kau berpendidikan tinggi, aku rasa pilihlah salah satu pria yanh tepat, dengan semua kriteria yang anda milikki mustahil para pria tidak mau menerimanya." ucap Ana tulus, dan ia tersenyum agar Ralin tidak sebal.


"Apakah kau sedang meledekku?, kalau aku gadis yang tak laku..." ucap Ralin makin sebal


"Bukan begitu Nona, kalau begitu mari kita makan bersama ." ajak Ana pada Ralin agar dia tidak berfikir macam-macam.


"Makanlah, aku membelikannya untukmu, aku rasa kau adalah gadis yang paling beruntung di dunia ini , dan yang pernah aku temui, tidak seperti aku." gerutu Ralin dan ia terlihat sedih.

__ADS_1


Bersambung...


"Sayangilah dirimu sendiri, sebelum engkau menyayangi orang lain...." Pungkies.


__ADS_2