Perfect Killer

Perfect Killer
BAB 25 "Secret 2"


__ADS_3

Ana berbisik ke telinga Jimmy, dengan lirih.


"Kenapa kau bisa tahu?" tanya Jimmy.


"Ayahku pernah membelikannya untukku, dia sangat khawatir padaku , walau keluarga kami miskin tapi ayahku sangat menyayangiku, dia rela menabung hanya untuk membeli boneka mahal itu." ucap Ana.


"Jika seperti itu , pekerjaan kita akan mudah." ujar Jimmy tersenyum ke arah Ana.


Tapi gadis itu tetap berekspresi datar , tidak tersenyum sama sekali.


"Hei, tersenyumlah Ana, jika kau tersenyum setidaknya kau menutupi sikap dinginmu itu." ujar Jimmy.


"Bukan aku tak mau tersenyum Jim, tapi aku sedang tak ingin bercanda." jawab Ana , dan tanpa ekspresi di wajahnya.


"Dasar gadis ini," gerutu Jimmy.


"Bagaimana Jim?" tanya Alan.


"Suruh masuk beberapa orang ini, dan kau akan tahu kebenarannya Alan." ujar Jimmy.


"Baiklah."


Setelah itu beberapa orang yang masuk ke dalam daftar tersangka semua di persilahkan masuk kedalam ruangan kamar Andien.


Mereka ada lima orang , dua orang gadis yang bertugas make over , dan membantu Andien mengenakkan gaun pengantinnya, serta tiga orang lainnya , yaitu ibu , ayah , serta kakak Andien. Mereka berlima masuk dalam daftar lima tersangka pembunuhan pengantin kali ini. Karena hanya mereka berlima yang masuk ke dalam ruangan sebelum kematian Andien.


Pertama pada pukul 09.00 wib ada dua orang yaitu para make over Andien mereka berdua membantunya , merias setelahnya membantu Andien untuk mengenakkan gaun pengantin , bisa di hitunglah waktu mereka keluar adalah pada pukul 11.00 wib , berarti mereka berdua butuh waktu sekitar dua jam lamanya .


Setelahnya pukul 11.00 wib ternyata ibunya Andien masuk kedalam ruangan itu , karena mungkin untuk memastikan kalau putrinya tak merasa sendirian , menemani di dalam sampai kurun waktu 11.30 wib setelahnya ia keluar ruangan .


Tepat 11.30 wib ayahnya masuk mengganti kan ibu Andien masuk ke dalam ruangan itu , nampaknya tidak mau putri kesayangannya sendirian dalam kamar. Karena ada sebuah panggilan dan juga beberapa tamu membuat Ayah Andien pun keluar , maka di susul oleh James tepat pukul 12.00 wib .


James hanya masuk ke dalam ruangan itu , beberapa menit saja setelahnya ia keluar .


Setelah mendapatkan data tersebut Jimmy mengumpulkan lima orang tersangka .

__ADS_1


Mereka kini berada di ruangan , lalu Alan pun amat keheranan kenapa ada pembunuhan jika masih mempunyai hubungan darah .


"Kenapa jantungku berdegup? , sayang sekali Andien dia gadis yang tidak beruntung ." batin Alan .


"Baiklah aku akan memaparkan deduksiku , kali ini aku akan memperlihatkan video cctv pada kalian , karena aku sudah tahu siapakah pembunuh Andien sebenarnya ." ucap Jimmy


"Mustahil kami adalah salah satu tersangka, kami ini sedang berduka kehilangan sosok gadis mungil yang kami anggap jantung hati kami , kau bercanda jika kami menjadi salah satu tersangkanya." ucap James , karena dia merasa bukan pembunuh adiknya.


"Ayolah, siapakah kau sebenarnya seenaknya sendiri mengira kami adalah kriminal ?" ucap dari ayah Andien .


"Sudahlah tenangkan dirimu dulu ," ucap ibu Andien , dengan lirih dan amat putus asa .


"Sekarang aku akan menjelaskan kalau dua orang make over itu tak bersalah sama sekali karena di lihat dari waktunya Andien masih tetap hidup , karena setelah kepergian mereka berdua ibu Andien masuk ke dalam ruangan, maka di pastikan aman , dan ayah Andien itu bukan pelakunya juga." ucap Jimmy dengan tegas , lalu ia pun berjalan ke arah James.


"Omong kosong , kau menuduhku membunuh adikku sendiri dasar bedebah ." ucap James sambil menyeringai ke arah Jimmy .


"Aku belum berbicara sama sekali tetapi kau sudah mengakuinya, memang benar kaulah pelakunya ." ujar Jimmy , dan tersenyum ke arah James .


"Untuk apa aku membunuhnya?, sekarang aku tanya padamu?, jika memang aku pembunuh adikku sendiri maka kau harus punya buktinya berikan kepadaku ...!!!" pekik James dengan percaya diri tinggi .


Lalu Jimmy pun mengeluarkan sesuatu dari saku celananya , kemudian ia pun memutar video . Seketika semua orang terdiam melihat yang di putar olehnya .


James bertengkar dengan adiknya , lalu ia menarik rambut Andien menyeretnya hingga gadis itu kesakitan , lalu membawa masuk ke dalam bath up , setelahnya merapikan semua agar tak ada orang yang tahu . Namun dia tak tahu kalau boneka kecil milik adiknya itu bisa merekam layaknya cctv .


Padahal Andien sangat menyayangi kakaknya lebih dari nyawanya sendiri . Semua orang di dalam ruangan tercengang menyaksikan dari kekejaman seorang kakak pada adik kandung nya sendiri .


"James , apa yang kau lakukan itu ?" tanya ayah Andien , dan seketika kemarahannya membuncah .


"Haaa , pasti ini rekayasa pria itu ..."


"Tidak mungkin untuk apa dia merekayasa?, ini fakta James kaulah yang membunuhnya." ucap Ayah Andien.


Ibunya hanya menangis melihat semua bukti jika anaknya membunuh adik kandungnya .


"Hiks...hiks...hiks..."

__ADS_1


"Untuk apa aku merekayasa?, sekarang kau bisa mengatakan alasanmu kenapa kau tega membunuh adikmu sendiri ?" ucap Jimmy .


"Kau merekayasanya..." ucap James.


"Kau tahu , aku akan memberikan satu video untukmu James , setelah ini kau pasti akan menyesali perbuatanmu." ucap James .


Lalu di putarlah video saat mereka berdua masih kecil, Andien sangatlah menyayangi kakaknya , dia sangat suka tidur bersamanya hingga ia membawa boneka hadiah darinya .


Suatu saat bonekanya rusak , maka Andien pun harus merelakannya , untuk penggantinya ayah Andien membelikannya sebuah boneka hello kitty , karena boneka itu bisa mengambil video layaknya cctv terhubung dengan ponsel miliknya .


Pada suatu hari tak sengaja merekam James yang sedang asyik bermesraan , dan saling memag*t dengan seorang pria , Andien tidak mengenalnya sama sekali, saat mengetahui rahasia kakanya Andien tak memberitahukan siapa-siapa , karena dia sangat mencintainya memilih untuk bungkam , mungkin berharap kalau kakaknya akan sadar kembali menjadi manusia normal tak menyukai sesama jenis.


Namun karena James sangat takut suatu hari rahasianya terbongkar maka membunuh adik kandungnya sendiri .


Seketika wajah James pun memerah malu dan juga marah bercampur putus asa.


Tidak bisa berkata-kata karena Jimmy yang sudah berhasil membongkar semua perilaku menyimpang James .


"Dasaar anak tak tahu diri !!, kau benar-benar menyimpang !!! , kau berani membunuh adik mu sendiri dan memilih berbuat hina !!" pekik ayah Andien.


"Sekarang aku akan membunuhmu !!" ucap ayah Andien , namun Alan memeganginya.


"Sangatlah dramatis sekali , mereka semua bodoh !!" batin seseorang kini menatap satu pertunjukkan drama baginya , dan menutupi ekspresi wajahnya yang sebenarnya sedang menertawakan semua adegan panggung ini.


"Sudahlah Om , tenangkan dirimu , aku harap kau bisa bersabar jika kau emosi yang ada akan ada penyesalan kelak." ucap Alan yang berubah menjadi bijaksana.


James kini tertunduk lemas karena semuanya sudah diketahui dan berhasil di bongkar oleh Jimmy, mulai dari pembunuhannya pada adik kandungnya sendiri.


Juga perbuatan menyimpangnya , menjadi salah satu kaum gay penyuka sesama jenis.


Bersambung...


Karena tindakan yang berdasarkan emosi membuat kita menyesal di kemudian hari .


Pungkies.

__ADS_1


__ADS_2