Permaisuri Modern

Permaisuri Modern
BAB 1_Masuk ke Zaman Kerajaan


__ADS_3

Freya Anthea Ardelle (Li Chang Ge), gadis cantik multitalenta berusia 23 tahun dari masa depan yang terserap sebuah cahaya dan masuk ke zaman kerajaan dimasa lampau. Dan membawanya menjadi seorang Permaisuri Raja Ashile Sun, Raja Dinasti Tang.


Didunianya, Freya selalu memimpikan seorang Raja yang sangat tampan. Dan didunia si Raja, ia pun selalu memimpikan seorang gadis cantik dari masa depan.


Mereka berdua tak tahu, bahwa semua mimpi-mimpi indah yang selalu mereka alami itu adalah efek perjodohan beda dimensi yang orangtua mereka lakukan sejak mereka baru lahir.


*********


(Kapal Pesiar)


"Pagi sayaaaang. Hemmm, wangi banget istriku. Kok mandi nggak ngajak-ngajak?" ucap Ravindra (Raja Ashile Sun)


Ravi memeluk Freya dari belakang. Ia meletakkan kepalanya dicerukan leher gadis cantik itu. Bagian tubuh Freya itu merupakan salah satu tempat favorit Ravi bila bermanja dengan Istri cantiknya. Ravi mengecup leher jenjang istrinya. Ia sangat senang bermain-main di area itu. Ia pun memberikan sebuah tanda merah dibagian leher istrinya itu.


"Sayaaang, ini diluar looh!" ucap Freya menghentikan aksi nakal suaminya.


"Hehehe.. Abisnya kamu gemesin banget si." Sahut Ravi


Emmmmmmuuuuaaach. Ravi mencium gemas istrinya. Mereka pun kembali melihat pemandangan disekitar kapal pesiar mereka.


"Yang, coba liat. Bukankah itu pulau yang kita jumpai waktu itu? Apa kamu masih ingat?" tanya sang istri


"Ahh iya benar. Tentu aku ingat sayang. Semua tentangmu, tak mudah untuk ku lupakan begitu saja. Kamu mau ke pulau itu cantik?" Sahut Ravi


"Iya yang, ayo kita kesana." ucap Freya


"Oke baiklah Permaisuriku. Kita kesana sekarang." sahut Ravi sambil mempererat pelukannya


*****


Freya terkejut saat ia membuka matanya, ia heran, mengapa ia bisa berada ditengah hutan. Padahal tadi ia sedang asyik bermesraan dengan suaminya. Suami dalam mimpi maksudnya. Namun saat terbangun, lagi-lagi ia harus kecewa. Karena semua keindahan itu hanya sebuah bunga tidur saja. Dan ia pun kembali teringat dengan kejadian terakhir kali yang menimpanya. Yaitu disaat ia terbentur badan sebuah mobil truck saat ia hendak menyelamatkan seorang teman dekatnya.


"Dimana ini? Gimana keadaan kak Fachry ya?" ucap Freya sambil melihat sekelilingnya.


Ia meraba-raba kepalanya, terasa seperti ada yang aneh.


"Lukaku.. hahh, kok udah nggak sakit ya?padahal tadi sakit banget kayak mau pecah, aneh.. tadi aku yakin banget, aku masih dirumah sakit karena tertabrak truck dan kepala ku banyak ngeluarin darah, tapi sekarang kok nggak kenapa-napa ya," Freya sejenak berfikir.


"Oh aku ingat, apa karena cahaya putih itu, lukaku jadi langsung sembuh, hahh ajaib.. tapi ini dimana ya?"


Freya merasa heran, ia kembali melihat sekelilingnya, mencoba mengingat-ingat dimana tempat itu. Ia pun bangun, berjalan perlahan, ia sangat penasaran dimana ia sebenarnya. Ia sama sekali tak mengenal tempat itu.


"kruyuuuk.."


"Ya ampuun, mana laper lagi, dimana si ini sebel banget, mana aku nggak bawa HP lagi," ucap Freya sambil memegang perutnya yang lapar.

__ADS_1


Sambil terus berjalan, Freya melihat-lihat sekelilingnya, siapa tahu ia menemukan sesuatu yang bisa ia makan.


"Dubrag..Craang.."


Freya terkejut mendengar suara yang begitu keras. Benar saja, saat ia mendekati sumber suara itu, ia melihat seorang kakek yang terjatuh, dengan sebuah gerobak yang terguling dan beberapa mangkok keramik yang pecah.


"Ya ampun kakek, kakek nggak apa-apa? apa ada yang luka kek?" Freya berlari menghampiri kakek itu dan membantunya duduk disalah satu batu besar.


"Udah kek, biar aku aja yang beresin ini, kakek disini aja ya?" ucap Freya pada kekek itu.


Kakek itu tak menjawab, ia hanya diam, sambil memperhatikan apa yang Freya lakukan.


"Kakek kenapa sendirian, dimana anak kakek?" Freya bertanya sambil melirik kakek itu.


Freya merasa sedikit aneh, dengan sikap sang kakek itu yang tak mengucapkan apapun.


"Ya ampuun, apa kakek nggak ngerti ya aku ngomong apa, seperti nya dia orang China deh, mana aku nggak ngerti bahasa China lagi, " suara hati Freya.


Freya sedikit khawatir karena kakek itu terus memandanginya, tapi ia berusaha bersikap tenang.


Kakek itu lalu mengangguk-anggukkan kepalanya pelan, sambil terus memperhatikan Freya.


Freya yang waspada, dengan sigap mengambil ranting pohon yang cukup besar dari belakang batu yang ia duduki bersama kakek itu. Ia sedikit menghindar.


Kakek itu pun bangun, ia tersenyum dan menggerakkan tangannya, memberi isyarat pada Freya untuk mengikutinya.


Ia penasaran, kemana kakek itu akan membawanya. Disepanjang jalan ia terus waspada, khawatir akan terjadi hal-hal yang buruk padanya. Mereka pun hanya terdiam.


Tak ada yang memulai pembicaraan satu pun. Hanya mata Freya yang sesekali melirik kakek itu. Lagipula apa yang perlu ia bicarakan pada kakek itu. Karena sang kakek tak tentu bisa mengerti perkataannya.


Sampai tibalah mereka didepan sebuah rumah kayu. Rumah itu tidak terlalu besar. Dipinggir rumah itu ditanami berbagai macam tanaman obat dan berbagai macam sayuran. Itu rumah si kakek. Kakek itu pun masuk, meninggalkan Freya sendirian diluar.


"Rumahnya unik banget, adem banget lagi, sejuk banget udaranya, tapi.. ini kayak rumah China deh, kakek tadi juga sepertinya orang China, apa sekarang aku lagi di China ya? ahh nggak mungkin deh, jelas-jelas aku tadi lagi dirumah sakit," ucap Freya yang masih bingung.


Freya masih berfikir keras memikirkan bagaimana ia bisa sampai ditempat itu dan bertemu dengan si kakek.


"Ahh udah lah, aku coba liat-liat sekeliling aja, daripada penasaran," ucap Freya bingung.


Saat Freya hendak mendekati rumah itu,


Kakek itu keluar dari rumahnya, sambil membawa secangkir teh.


Kakek itu tersenyum dan mendekati Freya, lalu memberikan secangkir teh itu pada Freya. Dengan isyarat tangannya, kakek itu menyuruh Freya untuk meminum teh itu.


"Semuanya bahan alami, nggak mengandung racun," Freya menghirup aroma teh itu sebelum meminumnya.

__ADS_1


Ya, walaupun teh itu beracun, tapi tenang saja, tubuh Freya sudah kebal dengan segala racun. Di dunia modern, selain sebagai apoteker, sedikit orang yang tahu bahwa ia adalah ahli racun dan ahli pengobatan tradisional. Freya pun meminum teh itu. Tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhnya. Tubuhnya seakan bercahaya setelah ia meminum teh dari kakek itu.


"Kenapa ini, kenapa badanku bersinar? Ya ampun, apa yang terjadi denganku?" suara hati Freya.


"Ternyata benar, memang nona orangnya."


Kakek itu tiba-tiba berbicara.


(Harusnya si kakek ngomong bahasa China ya gaes, berhubung saya nggak bisa bahasa China, jadi saya alihkan saja ke bahasa Indonesia ya.. πŸ˜πŸ€­πŸ™)


"Haahh, maksud kakek apa?" Freya merasa bingung.


Freya tiba-tiba mengerti apa yang kakek itu bicarakan. Tanpa ia sadari ia juga bisa berbicara seperti kakek itu.


(Ini maksudnya Freya juga bisa bahasa China ya gaes 😁)


"Yah, nona lah orang yang selama ini saya tunggu," ucap kakek itu tersenyum.


"Aku?" ucap Freya.


Freya pun merasa heran dengan perubahan yang terjadi pada dirinya. Ia menyuarakan hal itu dalam hatinya, "Lidahku, bagaimana mungkin bisa dengan fasihnya mengucapkan bahasa ini, dan otakku, mengapa secara mendadak tahu arti dari bahasa yang kakek ucapan."


"Ya, benar, nona lah orangnya, cincin mutiara ini lah yang membuktikan bahwa nona lah orang yang selama ini saya tunggu," ucap kakek itu lagi.


Freya semakin dibuat bingung oleh kakek itu. "Maksud kakek, kakek tau aku ini siapa? apa kakek juga tahu tentang orangtuaku?"


"Iya nona, saya tahu semuanya, nona sudah ditakdirkan akan bertemu dengan kakek tua ini. Bertahun-tahun kakek selalu sabar menunggu kedatangan nona," jawab kakek tersenyum


"Haahh?" Freya malah semakin bingung dengan jawaban kakek itu.


********


...Yuk ikutan senam jempol singkat bareng author,...


...Bisa tambahin semangat author loh πŸ€—...


...Caranya cuma tekan...


...Like, Komen, Vote dan Hadiah 🀩...


...Gampang banget kan....😁...


...Mohon dukungannya juga ya teman-teman...


...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya 😍...

__ADS_1


...TerimakasihπŸ™πŸ€—πŸ˜˜...


__ADS_2