
"Ayahmu sakit nak, dia tidak bisa hidup lama bila tinggal didalam air," jawab Nenek Raja Sun menangis
"Ibu maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu sedih bu," ucap Ibu Raja Sun
"Kau tidak perlu meminta maaf putriku, ini bukanlah salahmu," balas Nenek Raja Sun
"Bawalah cincin ini Putriku. Cincin ini untuk menantumu. Cincin ini akan berguna untuknya. Berikan padanya saat ia sudah mengetahui tentang mu nanti. Saat semua tubuh aslimu telah berubah menjadi mutiara. Rohmu akan tetap ada. Dan perlahan membuat tubuh bayangan baru untukmu. Tubuh bayangan inilah yang kelak akan menjadi tubuh aslimu. Tempatkan seseorang dengan memakai salah satu cincin mutiara putih untuk menjaga tubuh bayanganmu,hal itu bertujuan untuk memudahkan menantumu menemukan tubuh bayanganmu kelak. Dan untuk proses penyempurnaan tubuh aslimu nanti, kau harus mengumpulkan semua mutiara yang berasal dari tubuhmu pada menantumu. Semua mutiara itu harus ditanam dalam tubuh menantumu. Untuk mutiara yang ditanam pada tubuh anakmu. Biarlah secara alami menantumu yang mendapatkannya sendiri. Karena dengan sebuah ciuman, mutiara itu akan berpindah sendirinya ke tubuh menantumu. Hanya menantumu yang bisa menyempurnakan roh dan tubuhmu kelak. Tapi akan lebih baik bila menantumu meminum ramuan bunga kristal yang ada didasar jurang hutan Mang itu. Bunga itu dapat membuat tubuh menantumu menjadi lebih kebal terhadap racun dingin, sehingga dapat menekan racun dingin itu seluruhnya sampai menghilang." ucap Nenek Raja Sun
Ibu Raja Sun pun menerima cincin mutiara merah itu. Cincin itu berasal dari air mata bahagia Nenek Raja Sun.
"Apa jadinya bila menantuku tidak meminum ramuan bunga kristal itu ibu?" tanya Ibu Raja Sun
"Tanpa ramuan itu pun, sebenarnya menantumu bisa memulihkan tubuh aslimu. Hanya saja semua tergantung pada keadaan fisiknya, bila ia kuat menahan semua kekuatan mutiara-mutiara itu, maka ia akan baik-baik saja. Tapi bila sebaliknya, maka nyawa menantumu akan terancam karena racun dingin itu akan aktif kembali, kekuatan racun dinginnya pun berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Keadaan yang seperti itu justru lebih membahayakan nyawa menantumu." Ucap Nenek Raja Sun
"Astaga, begitu besarnya harga yang harus menantuku bayar untuk menjadi pendamping putraku ibu? Apakah ini sepadan untuknya ibu?" ucap Ibu Raja Sun
"Ya Shiba. Memang seperti itu prosesnya. Tapi ibu sangat yakin, menantumu pasti akan melakukannya dengan tulus untukmu dan putramu. Pergilah, temui ayahmu didunianya. Dia akan membantumu untuk mencari menantumu itu. Cincin itu akan membantumu untuk menemukan keberadaan ayahmu. Dan dengan meniup seruling ini, maka ayahmu akan segera menghampirimu. Seruling Manpasikjeok ini merupakan kunci yang dapat membuka pintu antara dunia ini dengan dunia ayahmu," ucap Nenek Raja Sun
"Aku tidak menyangka bu, ada benda seperti itu didunia ini," ucap Ibu Raja Sun
"Ibu pun dulu berpikiran sama sepertimu Shiba. Seruling itu ayahmu dapatkan dari mendiang kakeknya. Dan ketahuilah Shiba. Untuk proses perjodohan beda dimensi ini, akan lebih baik bila dilakukan didunia ayahmu. Ayahmu akan menjelaskan bagaimana proses perjodohan itu. Dan karena proses perjodohan itulah. Semua racun dingin yang ada pada tubuh putramu akan menghilang, berpindah kedalam tubuh menantumu. Setelah itu, mereka berdua akan selalu berhubungan didalam mimpi, walaupun dunia mereka berbeda. Mereka akan selalu saling memimpikan. Mimpi yang sama dan waktu yang sama. Sebenarnya itu bisa dikatakan bukan mimpi, karena itu juga pertemuan nyata antara mereka. Hanya saja roh mereka yang bertemu saat itu didalam alam mimpi. Tapi mereka dapat mengatur pikiran mereka seperti saat mereka tidak mimpi. Jadi intinya adalah pertemuan yang mereka anggap mimpi itu merupakan pertemuan nyata," ucap Nenek Raja Sun lagi
"Ternyata sangat luar biasa kekuatan mutiara klan kita ibu. Semoga kelak mereka akan selalu hidup bahagia. Ibu ,putrimu ini selalu menyayangimu. Setelah aku kembali dari dunia ayah, aku tak bisa menemuimu lagi untuk waktu yang lama, aku titip putraku ibu, jaga dan sayangi dia seperti ibu menyayangiku, maaf karena aku merepotkanmu mulai saat itu. Semoga kelak kita bisa bertemu kembali bu. Aku menyayangimu ibu," ucap Ibu Raja Sun sambil menangis
Mereka pun saling berpelukan. Nenek Raja Sun ikut menangis mendengar perkataan putrinya. Ia semakin erat memeluk putrinya.
__ADS_1
*****
"Iya Halo Dhan, gimana?" tanya Fachry
"Gue tadi abis dari kantor polisi Ry. Nanyain soal Freya. Tapi mereka belom berhasil nemuin jejak tentang hilangnya Freya. Besok gue sama anak-anak mau nyoba tanyain temen-temen di kampus Ry, Lo mau ikut? Kita kumpul dibase ya, otewe jam 10, oke?" ucap Ardhan
"Oke Dhan, gue pasti ikut," jawab Fachry lemas
"Hemmm, Rere dimana kamu? Udah hampir tiga hari kamu menghilang. Re aku kangen. Kamu harus kembali dengan selamat Re." Ucap Fachry
Pria itu selalu memandangi foto Freya dan selalu mengajak gambar difoto itu berbicara sebelum ia tertidur dengan memeluk foto pujaan hatinya.
*****
"Ya, mungkin saja mba. Aku ingin sekali bertemu Freya mba. Aku kangen banget sama dia. Tapi sekarang belum waktunya, tunggu sampai Freya menjadi lebih kuat, baru aku temui dia dan membantunya mengambil kembali semua yang seharusnya menjadi miliknya, Freya putriku, kamu harus selalu sehat sayang," ucap Ibu Kandung Freya
Ia menatap foto putrinya yang cantik itu. Foto itu ia dapatkan dari Ningsih, pengasuh Freya saat bayi yang bekerja dikeluarga Affandy. Keluarga angkat Freya. Ningsih dan Laudya bersahabat baik sejak lama. Selama ini, mereka berdualah yang selalu bertukar kabar tentang keadaan Freya untuk melaporkannya pada Adella. Ibu kandung Freya.
"Nona Freya pasti akan baik-baik saja Nyonya. Lagipula bukankah disana nona bersama Pangeran Ashile. Entah sekarang pangeran itu telah menjadi Raja atau Putra Mahkota. Laudya yakin Nona akan kembali dengan selamat Nyonya," ucap Mba Laudya
"Ya, kamu benar mba. Pangeran Ashile pasti akan menjaga Freyaku." Ucap Ibu Kandung Freya
*****
"Ibu jagalah dirimu. Aku harus pergi. Sampai jumpa lagi ibu" ucap Ibu Raja Sun sedih
__ADS_1
"Ya putriku, berhati-hatilah sayang. Ibu akan selalu mendoakan kebahagiaanmu dan kebahagiaan putramu." Ucap Nenek Raja Sun
Permaisuri Luo Shiba pun berbalik pergi meninggalkan Istana Duyung Ibundanya, tempat ia dibesarkan dulu. Ditengah perjalanan ia berhenti sejenak. Ia menengok kearah kebelakang. Ia menatap Istana Ibundanya itu. Ia tersenyum, merasa bangga dan bahagia karena menjadi salah satu klan duyung. Ia pun berbalik melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke Istana suaminya. Disepanjang perjalanan, ia terus menitikkan air mata. Air matanya lalu berubah menjadi sebuah mutiara putih yang cantik. Mutiara itu berjejer turun, bagaikan hujan salju yang indah. Hujan mutiara yang berenang bebas jatuh kedasar lautan.
"Aku tidak akan menyesalinya. Putraku Ashile Sun. Bersabarlah sayang. Kau tidak akan merasa kesakitan lagi. Kau akan selamat dan hidup bahagia." Suara hati Ibu Raja Sun
********
...Yuk ikutan senam jempol singkat bareng author, ...
...Bisa tambahin semangat author loh π€...
...Caranya cuma tekan...
...Like, Komen, Vote dan Hadiah π€©...
...Gampang banget kan....π...
...Mohon dukungannya juga ya teman-teman...
...Semoga kalian semua selalu sehat, agar bisa selalu simak bab-bab selanjutnya π...
...Terimakasih...
ππ€π
__ADS_1